BGN Terapkan No Service No Pay, Insentif SPPG Rp6 Juta Bisa Dihentikan

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KLOPAKINDONESIA.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan penerapan prinsip “no service, no pay” dalam skema insentif Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Direktur Manajemen Risiko Pemenuhan Gizi BGN, Rufriyanto Maulana Yusuf, menyatakan bahwa mekanisme ini menjadi bagian dari sistem kontrol ketat untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga.

“Logika operasionalnya jelas, tidak ada layanan maka tidak ada pembayaran. Ini menjadi instrumen disiplin bagi mitra,” ujar Rufriyanto dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Dalam skema tersebut, mitra SPPG berpotensi menerima insentif hingga Rp6 juta per hari. Namun, insentif tersebut dapat langsung dihentikan apabila fasilitas tidak memenuhi standar operasional atau dinyatakan tidak siap digunakan.

Baca Juga :  Keren! Laboratorium Kewirausahaan Pemuda Pertama di Indonesia Hadir di Kota Bandung.

“Insentif akan hangus apabila fasilitas masuk kategori gagal beroperasi atau tidak tersedia karena berbagai alasan,” tegasnya.

BGN menjelaskan, sejumlah indikator kegagalan operasional antara lain ditemukannya kontaminasi bakteri seperti E. coli pada air, sistem pengolahan limbah (IPAL) yang bermasalah, kerusakan mesin pendingin yang menyebabkan bahan pangan rusak, hingga belum terpenuhinya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Kementerian Kesehatan.

Jika kondisi tersebut terjadi, maka fasilitas dinyatakan tidak memenuhi standar kesiapan operasional, dan insentif langsung dihentikan pada hari yang sama.

Menurut Rufriyanto, kebijakan ini merupakan bentuk punitive control atau alat pemaksa kepatuhan agar mitra secara konsisten menjaga kualitas layanan, sanitasi, dan keamanan pangan.

Baca Juga :  Bio Farma dari Indonesia untuk Dunia Dianugerahi Penghargaan Primaniyarta 2024

Dengan sistem tersebut, seluruh risiko operasional berada di pihak mitra, sehingga mendorong pengelolaan fasilitas secara lebih disiplin dan profesional.

Ia menambahkan, kebijakan ini juga merupakan bagian dari upaya transformasi tata kelola publik yang berkelanjutan, meskipun masih memerlukan penyempurnaan di berbagai aspek.

“Program MBG melalui skema kemitraan SPPG memiliki nilai strategis besar dalam meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang,” ujarnya.

BGN pun mengajak masyarakat untuk melihat kebijakan ini secara objektif sebagai bagian dari upaya bersama dalam membangun kedaulatan pangan dan meningkatkan kualitas gizi nasional.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat
Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas
FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi
Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA
Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:31 WIB

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:24 WIB

Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39 WIB

Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA

Berita Terbaru