Diaspora Ajak Warga Jabar Kejar Pendidikan di Luar Negeri

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Desember 2024 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemda Provinsi Jabar menggelar Forum Diaspora Jabar Chapter IV bertema “Peran Kemitraan Diaspora dalam Mendukung Pembangunan Sumber Daya Manusia Jawa Barat Berwawasan Global” di Trans Hotel Bandung, Selasa (17/12/2024). Ratusan peserta, yang hadir daring maupun luring, antusias mengikuti forum tersebut.

Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Jabar Faiz Rahman menuturkan, forum tersebut menjadi wadah strategis bagi Diaspora Jabar untuk mendukung percepatan pembangunan daerah melalui kolaborasi dan jejaring internasional.

“Forum ini merupakan bukti bahwa Diaspora Jabar memiliki potensi luar biasa untuk menjembatani kolaborasi pembangunan di daerah dengan berbagai peluang global, khususnya di bidang pendidikan dan IPTEK,” ucap Faiz.

Menurut Faiz, forum tersebut memiliki dua fokus utama, yakni transfer pengetahuan dan teknologi. Diaspora berbagi pengalaman, inovasi, dan wawasan di bidang pendidikan, sains, dan teknologi. Hal ini akan menciptakan peluang kolaborasi penelitian, pengembangan teknologi, dan implementasi inovasi untuk mendukung pengembangan SDM Jabar.

Faiz menambahkan, Forum Diaspora Jabar Chapter IV juga fokus memfasilitasi peluang beasiswa internasional, seperti LPDP, Chevening, Fulbright, Australia Awards, Beasiswa Taiwan, dan Beasiswa Meksiko.

“Sesi konsultasi langsung dengan penyedia beasiswa diharapkan membuka jalan bagi generasi muda Jawa Barat untuk mengembangkan potensi mereka di tingkat global,” tuturnya.

Baca Juga :  PDIP Jabar Sebut Ada Pihak yang Jegal Anies Maju di Pilgub

Rangkaian acara forum meliputi seminar diaspora, pameran beasiswa internasional, penandatanganan Record of Discussion (RoD), dan peluncuran Platform West Java Partnership sebagai kanal digital untuk memfasilitasi kolaborasi diaspora secara berkelanjutan.

Peluang Sekolah di Luar Negeri

Forum Diaspora Jabar Chapter IV menghadirkan diskusi panel untuk memberikan motivasi dan _tips and trick_ bagi warga Jabar agar mudah mendapatkan beasiswa di luar negeri.

Seperti disampaikan salah satu pembicara forum tersebut, Evi Yuliana Siregar yang merupakan Sekjen IDN Global, Meksiko. Menurutnya, ada banyak tawaran pendidikan dan beasiswa di wilayah Amerika Latin.

“Sebagai diaspora tentunya kami dapat menjadi kaki dan tangan Indonesia di luar negeri, khususnya saya di Meksiko. 14 tahun fokus pada penelitian bertema pendidikan tinggi memang ada perbedaan kualitas yang perlu diperbaiki di Indonesia. Itu dapat menjadi peran kami diaspora. Kami mengajak warga Jabar untuk tidak takut keluar negeri, saya sendiri perempuan berani mengambil beasiswa ke Meksiko,” ucap Evi.

Evi menegaskan, diaspora siap berkontribusi membantu anak muda atau siapapun yang siap belajar keluar negeri agar generasi mendatang memiliki kompetensi global. Di Amerika Latin, menurut Evi, kualitas pendidikan sudah sebagus di Inggris, Australia bahkan Jepang. Namun masih belum banyak yang tahu sehingga peluang masih terbuka lebar.

Baca Juga :  4.000 Pelari Ramaikan QRIS Run X Roadshow Bus KPK

“Itu salah satu bukti,  pendidiknya (dosen) cukup banyak, bahkan ada peraih nobel. Soal bahasa, kan dapat dipelajari. Sekolah di sini gratis bahkan dapat uang saku untuk hidup selama pendidikan,” tuturnya.

Sementara itu, Bagus Muljadi dari University of Nottingham, Inggris menambahkan bahwa jumlah penduduk Inggris saat ini mencapai 60 juta jiwa, tidak jauh berbeda dengan Jabar yang mencapai hampir 50 juta jiwa.

“SDM kita tentu harus bisa bersaing secara global. Melalui diaspora, kami memberikan peluang untuk sekolah di luar negeri, salah satunya ke University of Nottingham.  Termasuk beasiswa penelitian yang jumlahnya cukup besar,” ucap Bagus.

Dana penelitian, menurut Bagus, sebagian besar banyak terserap atau dikonsumsi secara global sehingga menjadi peluang besar bagi negara lain termasuk peneliti Indonesia. Apalagi, sudah ada kerja sama konsorsium tiga universitas di Inggris dengan empat kampus negeri di Jabar untuk melakukan penelitian terkait renewable energi.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BGN Terapkan No Service No Pay, Insentif SPPG Rp6 Juta Bisa Dihentikan
Komisi III DPR: Kasus Amsal Sitepu Cermin Masalah Sistemik di Kejaksaan
Anggota DPR Desak Kajari Karo Disanksi Tegas atas Kasus Amsal Sitepu
Dinkes Jabar Dorong ORI di Tasikmalaya dan Garut untuk Tekan Kasus Campak
Gempa M 7,6 Sulawesi Utara: 98,2% Jaringan Pulih, Kemkomdigi Pastikan Telekomunikasi Kembali Normal
Wajib Halal UMK Batas 18 Oktober 2026: Terlambat Bisa Kena Sanksi dan Produk Ditarik
Wapres Gibran Lepas 150 Alumni LPDP ke Daerah 3T, Tekankan Beasiswa Harus Berdampak ke Rakyat
Sinergi Lintas Kementerian Diperkuat untuk Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 19:23 WIB

BGN Terapkan No Service No Pay, Insentif SPPG Rp6 Juta Bisa Dihentikan

Jumat, 3 April 2026 - 19:09 WIB

Komisi III DPR: Kasus Amsal Sitepu Cermin Masalah Sistemik di Kejaksaan

Jumat, 3 April 2026 - 19:02 WIB

Anggota DPR Desak Kajari Karo Disanksi Tegas atas Kasus Amsal Sitepu

Jumat, 3 April 2026 - 18:41 WIB

Dinkes Jabar Dorong ORI di Tasikmalaya dan Garut untuk Tekan Kasus Campak

Jumat, 3 April 2026 - 18:17 WIB

Gempa M 7,6 Sulawesi Utara: 98,2% Jaringan Pulih, Kemkomdigi Pastikan Telekomunikasi Kembali Normal

Berita Terbaru