Buka Orientasi KKA, Fazar: Sosialisasi Pengisian KKA di BKB Berperan Strategis Bagi Upaya Percepatan Penurunan Stunting

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Maret 2024 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Fazar Supriadi Sentosa pagi ini membuka secara resmi kegiatan Orientasi Kartu Kembang Anak (KKA) Tingkat Provinsi dan Kelas Orang Tua Hebat Jawa Barat Tahun 2024, yang dilaksanakan secara hybrid dari Clove Garden Hotel, (27/03/2024).

Pada kegiatan yang melibatkan 627 kecamatan dengan jumlah peserta 5.957 orang kader dan Penyuluh KB dari seluruh kabupaten kota se-Jawa Barat, Fazar menyampaikan bahwa sosialisasi pengisian Kartu Kembang Anak (KKA) di kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) memiliki peran strategis dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Khususnya untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan anggota keluarga mengenai pentingnya pengasuhan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dipantau melalui KKA,” ucap Fazar.

Baca Juga :  Wagub Erwan: Stunting Masalah Serius, Semua Pihak Ikut Bertanggung Jawab

Saat ini tercatat di Jawa Barat jumlah kelompok BKB berdasarkan SIGA sebanyak 14.059 kelompok. Dari total data tersebut, Keluarga yang aktif hadir pertemuan tercatat sebanyak 142.088 dari 327.812 keluarga anggota BKB atau hanya 43,34%. Sementara itu penggunaan KKA oleh kader tercatat sebanyak 129.972 keluarga atau sekitar 39,64%.

“Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa kita masih memiliki pekerjaan rumah untuk terus menyosialisasikan penggunaan KKA di kelompok BKB di seluruh wilayah Jawa Barat,” imbuh Fazar.

“Di sisi lain, bisa saja kader mau mencatat tapi barangnya tidak ada. Karena pasca refocusing, anggaran untuk cetak tentu terbatas. Jika kedepan ada peluang untuk menambah logistik cetak KKA, akan kami optimalkan,” tambahnya.

Baca Juga :  Tavip Agus Rayanto Menyampaikan Tiga Pesan Penting Pencegahan Stunting Dari Hulu

Karenanya, pada kegiatan orientasi kali ini juga diberikan tambahan materi dari pakar tumbuh kembang anak, dr. Viramita Kusnandi Rusmil, denga materi bertajuk “Cegah Stunting, Yuk Pantau Tumbuh Kembang Anak di 1000 Hari Pertama Kehidupan”.

Melalui kegiatan ini diharapkan sinergi kerja bersama untuk mengoptimalkan kelompok BKB di Jawa Barat dapat mendukung optimalisasi penggunaan KKA sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting yang rapornya bisa dievaluasi pada akhir tahun 2024.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Dua Penghargaan Reputasi Perusahaan 2026
Andi Amran Sulaiman Raih Skor Kinerja Tertinggi Menteri Kabinet Merah Putih
15 Talenta Terbaik LDI 2026 Disiapkan Menuju Panggung Internasional
Kemendikdasmen Buka Beasiswa S1/D4 untuk 32.828 Guru di Indonesia
BI Ungkap Alasan Terbitkan Kartu Kredit Indonesia, Jadi Buffer Konsumsi Rakyat
Mentan Amran Sebut 90 Persen Beras Fortifikasi Bermasalah, KFI Soroti Pengawasan
Presiden Prabowo Imbau Warga Jakarta, Banten dan Lampung Waspada Gunung Anak Krakatau
Bandara Kertajati Jadi Alternatif Usai 8 Bandara Ditutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 15:45 WIB

Bio Farma Raih Dua Penghargaan Reputasi Perusahaan 2026

Kamis, 10 September 2026 - 07:30 WIB

Andi Amran Sulaiman Raih Skor Kinerja Tertinggi Menteri Kabinet Merah Putih

Kamis, 10 September 2026 - 07:24 WIB

15 Talenta Terbaik LDI 2026 Disiapkan Menuju Panggung Internasional

Selasa, 8 September 2026 - 08:41 WIB

Kemendikdasmen Buka Beasiswa S1/D4 untuk 32.828 Guru di Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 14:38 WIB

Mentan Amran Sebut 90 Persen Beras Fortifikasi Bermasalah, KFI Soroti Pengawasan

Berita Terbaru

Opini

Desil oh Desil

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:39 WIB

NEWS

Bio Farma Raih Dua Penghargaan Reputasi Perusahaan 2026

Sabtu, 12 Sep 2026 - 15:45 WIB