Bersama Pegadaian mengEMASkan Indonesia Layanan Digital Pegadaian: Dari Recehan Menjadi Simpanan Berharga

- Jurnalis

Kamis, 14 Agustus 2025 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siang itu, matahari Jakarta terasa terik. Di sebuah kantor kecil di bilangan Sudirman, suara ketikan keyboard bercampur dengan dering telepon. Dini, 27 tahun, baru saja menutup layar komputernya untuk rehat sejenak. Ia mengeluarkan ponsel dari laci, lalu membuka sebuah aplikasi berwarna hijau dengan logo khas Pegadaian.

Hanya butuh beberapa sentuhan layar, ia memilih menu Tabungan Emas dan memasukkan angka Rp10.000. Dalam hitungan detik, transaksi berhasil. Dini tersenyum tipis. Nominal itu mungkin hanya setara sebotol minuman di minimarket, tapi bagi Dini, setiap setoran kecil adalah langkah pasti menuju masa depan yang ia impikan.

“Dulu aku kira menabung emas itu ribet,” katanya suatu sore sambil bercerita kepada sahabatnya. “Harus datang ke Pegadaian, isi formulir, dan harus punya uang banyak dulu. Rasanya kalau cuma sepuluh ribu, malu menabung ke kantor.”

Tapi semua berubah waktu ia tahu ada Pegadaian Digital. Katanya, ia cukup mengunduh aplikasinya lewat Play Store di ponsel pintar androidnya. Begitu selesai diunduh, ia mendaftar dengan KTP, memverifikasi identitasnya, dan langsung bisa membuka Tabungan Emas tanpa keluar rumah. “Nggak nyampe lima menit, tabungan emasnya jadi,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Baca Juga :  Gempa Cimahi Tak Pengaruhi Gunung Tangkuban Parahu

Sejak itu, Dini rutin menyisihkan uang harian. Kadang sepuluh ribu, kadang dua puluh ribu, tergantung sisa dari belanja atau makan siang. Ia tidak lagi menunggu uangnya terkumpul banyak; begitu ada lebih, ia langsung setor lewat aplikasi. “Yang seru itu, tiap kali lihat saldo emas bertambah, rasanya puas banget,” tambahnya.

Pernah, Dini butuh uang mendadak. Ia tidak panik. Lewat aplikasi yang sama, ia menjual sebagian emasnya, dan hanya beberapa menit kemudian uangnya sudah masuk ke rekening. “Cepat banget, nggak ribet,” katanya.

Transaksi kini kian praktis karena aplikasi Pegadaian sudah terhubung dengan dompet digital favorit sehari-hari—cukup beberapa ketukan, bayar lewat dompet digital, dan saldo emas langsung bertambah. Sempurna buat yang sering multitasking!

Dini juga baru tahu kalau tabungan emasnya ternyata bisa diwujudkan menjadi fisik. “Kalau mau, bisa cetak jadi emas batangan, bahkan dikreasikan jadi perhiasan. Lebih serunya lagi, saldo tabungan emas bisa ditransfer ke pengguna lain—serupa kirim uang antarrekening. Semua tinggal geser di HP saja.”

Sambil bercerita, Dini mengajak temannya membayangkan tren harga emas. “Lihat deh, sepuluh tahun lalu sekitar 2015 harga emas per gram masih di kisaran Rp500 ribuan. Nah, sekarang, per gram Antam sudah sekitar Rp1.945.000,” ucapnya sambil menambahkan senyum.

Baca Juga :  BMKG Perkuat Sistem Peringatan Dini Lewat Ravalnas 2025 Menuju Indonesia Emas 2045

“Kalau kita punya emas sejak dulu, nilainya sekarang sudah hampir empat kali lipat! Makanya, menabung emas sekarang, meskipun recehan, punya potensi besar di masa depan,” lanjut Dini, matanya berkilau membayangkan peluang itu.

Ia jadi terinspirasi dengan ide lebih besar. “Bayangin deh, kalau hanya 1% penduduk Indonesia—sekitar 2,8 juta orang—menabung Rp10.000 per hari, tiap orang punya Rp3,65 juta per tahun. Totalnya bisa lebih dari Rp10 triliun dalam setahun! setara dengan kurang lebih 5,25 juta gram emas atau 5,25 ton emas. Totalnya bisa lebih dari Rp10 triliun dalam setahun! Dari recehan, menjadi kekuatan ekonomi,” jelasnya semangat.

Pegadaian memang membawa semangat itu lewat program Bersama Pegadaian mengEMASkan Indonesia, untuk mengajak masyarakat berinvestasi emas tanpa ribet, tanpa harus punya modal besar.

Kini, setiap kali Dini membuka aplikasinya dan melihat saldo emas bertambah, ia tahu kalau langkah kecil hari ini bisa berarti besar di masa depan. Dan jika langkah kecil ini diikuti jutaan orang, dampaknya bisa mengubah wajah ekonomi bangsa—dengan emas yang mulai dari Rp10.000 per hari.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resmi! Harga Dexlite dan Pertamina Dex Turun Mulai 1 Juni 2026, Pertamax Turbo Naik
Viral BRIN, Setwapres dan Polri Salah Posting Garuda Pancasila, Jumlah Bulu Jadi Sorotan
Angklung, Warisan Musik Bambu Indonesia yang Mendunia
Wamendikdasmen Fajar Riza: Sekolah Rakyat Perkuat Akses Pendidikan dan Putus Rantai Kemiskinan
SIM Digital Setara dengan SIM Fisik, Begini Cara Membuat dan Mengaktifkannya
Polisi Ungkap Modus WO Marwah Tipu 58 Calon Pengantin, Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar
Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE, Ajak Perkuat Persaudaraan dan Kerukunan
BGN Ungkap 8.182 SPPG Pernah Disuspend, Ribuan Dapur MBG Terkendala Infrastruktur dan Tata Kelola

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:40 WIB

Resmi! Harga Dexlite dan Pertamina Dex Turun Mulai 1 Juni 2026, Pertamax Turbo Naik

Selasa, 2 Juni 2026 - 06:35 WIB

Viral BRIN, Setwapres dan Polri Salah Posting Garuda Pancasila, Jumlah Bulu Jadi Sorotan

Senin, 1 Juni 2026 - 19:41 WIB

Angklung, Warisan Musik Bambu Indonesia yang Mendunia

Senin, 1 Juni 2026 - 19:27 WIB

Wamendikdasmen Fajar Riza: Sekolah Rakyat Perkuat Akses Pendidikan dan Putus Rantai Kemiskinan

Senin, 1 Juni 2026 - 11:07 WIB

Polisi Ungkap Modus WO Marwah Tipu 58 Calon Pengantin, Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

Berita Terbaru

NEWS

Angklung, Warisan Musik Bambu Indonesia yang Mendunia

Senin, 1 Jun 2026 - 19:41 WIB