Dinilai Anak‑tirikan Sekolah Swasta Usai Kebijakan Rombel 50 Siswa, Dedi Mulyadi Berikan Klarifikasi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 13 Juli 2025 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur – KlopakIndonesia.com
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan klarifikasi terkait tudingan mendiskriminasi sekolah swasta menyusul kebijakan terbaru PJOK yang menetapkan kapasitas maksimal satu rombongan belajar (rombel) hingga 50 siswa jelang tahun ajaran baru. Pernyataan tersebut dilontarkan usai Dedi menghadiri sidang paripurna istimewa dalam rangka Hari Jadi ke-348 Kabupaten Cianjur di Gedung DPRD Cianjur, Sabtu (12/7/2025).

Dedi menegaskan bahwa kebijakan lonjakan jumlah siswa ini bukan untuk melemahkan sekolah swasta, melainkan sebagai jawaban atas kebutuhan akses pendidikan yang meningkat, terutama di wilayah padat siswa. Ia menekankan bahwa negara mempunyai tanggung jawab memastikan semua anak mendapat tempat belajar.

“Kalau negara meminta rakyat untuk sekolah, maka negara juga harus hadir menyediakan fasilitasnya,” ujar Dedi, kembali mengutip prinsip dasar pemerataan pendidikan.

Baca Juga :  Bey Machmudin: Kerja Sama yang Solid Kunci Keberhasilan Pilkada Jabar 2024

Dalam sidang paripurna istimewa, Wakil Ketua DPRD Cianjur, Susilawati, sempat mempertanyakan kesiapan sekolah dalam menyambut rombel besar tersebut. Ia menyebut perlunya evaluasi menyeluruh yang meliputi kondisi sarana prasarana dan kapasitas guru. “Apakah sekolah‑sekolah kita sudah siap secara sarana dan tenaga pengajarnya?” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Dedi menekankan bahwa angka 50 siswa adalah batas maksimum, bukan batas minimal wajib. Sekolah masih bisa mengatur jumlah siswa sesuai kapasitas kelas dan jumlah guru. Ia kembali menegaskan bahwa semua pihak di provinsi dan kabupaten diminta duduk bersama mencari solusi nyata, bukan sekadar mengejar angka kuantitas.

Di kesempatan yang sama, Dedi menyampaikan bahwa dalam jangka panjang Pemprov Jabar akan menambah ruang kelas baru dan merekrut guru tambahan—baik melalui ASN maupun PPPK—sebagai langkah penguatan sistem pendidikan dan menjaga mutu pembelajaran.

Baca Juga :  Tim Damkar Kota Bandung Evakuasi Warga Yang Terjebak Di Lift

Sementara dari pihak sekolah swasta, muncul kekhawatiran terhadap potensi berkurangnya murid akibat adanya kapasitas maksimal besar di sekolah negeri. Untuk itu, Gubernur mengungkapkan bahwa Pemprov sedang menyiapkan skema kemitraan serta subsidi untuk mendukung keberlangsungan sekolah swasta, agar tetap eksis dan berperan dalam sistem pendidikan.

DPRD Cianjur meminta agar kebijakan rombel besar tidak diterapkan secara tergesa-gesa. Wakil Ketua DPRD Susilawati menegaskan bahwa evaluasi kesiapan di lapangan harus dilakukan, termasuk kesiapan guru dan infrastruktur, agar kualitas pembelajaran tetap terjaga .

Dedi menutup klarifikasinya dengan menyatakan bahwa kebijakan ini bersifat temporer dan akan terus diperbaiki melalui dialog lintas pemangku kepentingan. Ia kembali menegaskan bahwa setiap kebijakan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar formalitas.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine di Perairan Natuna, Delapan ABK Diamankan
Kemendikdasmen: Filosofi Memuliakan Murid Jadi Kunci Sukses Pembelajaran Mendalam di SMK
Kemendikdasmen Luncurkan ImajiNation 2026, Kompetisi Koding Visual Nasional untuk Guru dan Murid
Tumpukan Sampah Kembali Tutupi Aliran Sungai Cikendal di Cigondewah Kaler, Kepedulian Masyarakat Jadi Sorotan
Festival Kreasi Budaya Anak Semarakkan Hari Anak Nasional Jawa Barat 2026, Jadi Ruang Ekspresi dan Pelestarian Budaya Sunda
Job Fair Future Connect 2026 Bandung Buka 3.019 Lowongan Kerja, Simak Cara Daftar Lewat NEW BIMMA
Legislator DPR: Jangan Biarkan Emosi Gantikan Hukum, Soroti Aksi Main Hakim Sendiri di Bali
Puan Maharani: Negara Tak Boleh Kehilangan Satu Generasi karena Anak Putus Sekolah

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:23 WIB

Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine di Perairan Natuna, Delapan ABK Diamankan

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Kemendikdasmen: Filosofi Memuliakan Murid Jadi Kunci Sukses Pembelajaran Mendalam di SMK

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan ImajiNation 2026, Kompetisi Koding Visual Nasional untuk Guru dan Murid

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Tumpukan Sampah Kembali Tutupi Aliran Sungai Cikendal di Cigondewah Kaler, Kepedulian Masyarakat Jadi Sorotan

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:15 WIB

Job Fair Future Connect 2026 Bandung Buka 3.019 Lowongan Kerja, Simak Cara Daftar Lewat NEW BIMMA

Berita Terbaru