KNKT Bongkar Penyebab Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya: Pintu Ruang Mesin Tidak Tertutup Rapat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 9 Juli 2025 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Klopakindonesia.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap penyebab utama tenggelamnya kapal motor penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Rabu malam, 2 Juli 2025. Berdasarkan hasil investigasi awal, kecelakaan laut tersebut diduga kuat terjadi akibat pintu akses ruang mesin yang tidak tertutup rapat saat kapal berlayar.

Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Transportasi Laut KNKT, Ahmad Wildan, menjelaskan bahwa air laut masuk melalui pintu tersebut saat kapal dihantam gelombang tinggi. Kondisi itu menyebabkan kapal mengalami kemiringan parah dan akhirnya tenggelam di perairan antara Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) dan Pelabuhan Gilimanuk (Bali).

“Seharusnya pintu ruang mesin ditutup saat berlayar. Tapi pintu itu terbuka. Begitu dihantam gelombang besar, air masuk dan kapal mulai miring ke kanan,” ujar Ahmad Wildan saat konferensi pers, Selasa (8/7/2025).

Kronologi Kecelakaan

KMP Tunu Pratama Jaya mulai memuat kendaraan pada pukul 22.15 WIB di Pelabuhan Ketapang dan berangkat pukul 22.51 WIB. Sekitar 30 menit setelah keberangkatan, awak kapal merasakan kapal mulai miring. Juru mudi dan juru minyak melaporkan bahwa air mulai masuk ke ruang mesin melalui pintu terbuka.

Baca Juga :  Komentar Shin Tae-yong Usai Timnas Ditahan Imbang Bahrain

Upaya evakuasi segera dilakukan. Awak kapal membagikan pelampung, dan sang nahkoda mengirim sinyal darurat melalui radio VHF. Namun, kemiringan kapal makin parah akibat muatan kendaraan yang bergeser ke sisi kanan. Air terus masuk dengan deras, dan kapal akhirnya tenggelam dari bagian buritan.

Gelombang Tinggi dan Desain Kapal Jadi Faktor Tambahan

KNKT juga mencatat bahwa kondisi gelombang laut saat kejadian mencapai ketinggian 2–3 meter. Selain itu, desain kapal yang memiliki freeboard (jarak antara geladak dan permukaan air laut) rendah, memperparah situasi ketika pintu tidak tertutup.

“Kalau pintu tertutup rapat, kejadian ini bisa dicegah. Tapi dengan gelombang tinggi dan freeboard rendah, air sangat mudah masuk,” terang Ahmad Wildan.

Investigasi Masih Berlangsung

Hingga kini, KNKT telah mengumpulkan sekitar 70 persen data dari proses investigasi, termasuk keterangan saksi, dokumentasi pelabuhan, data BMKG, serta rekaman CCTV. KNKT juga berkoordinasi dengan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dan sejumlah akademisi untuk melakukan simulasi teknis dan rekonstruksi insiden.

Baca Juga :  Pendaftaran Beasiswa Chevening Inggris 2024 Terbuka untuk Indonesia, 6 Agustus hingga 5 November 2024

Laporan lengkap hasil investigasi diperkirakan akan dirilis dalam kurun waktu 3 hari hingga dua pekan ke depan.


Kesimpulan Sementara KNKT:

  • Penyebab utama: Pintu ruang mesin tidak tertutup saat pelayaran, menyebabkan air masuk.
  • Faktor tambahan: Gelombang tinggi dan desain kapal (freeboard rendah) mempercepat proses tenggelam.
  • Dampak: Kapal miring, muatan kendaraan bergeser, evakuasi dilakukan, kapal tenggelam dari buritan.

Rekomendasi Awal:

KNKT menyerukan agar seluruh operator kapal penyeberangan memastikan prosedur keamanan dijalankan dengan ketat, terutama saat menutup akses ke ruang mesin dan memantau distribusi muatan agar tidak menyebabkan ketidakseimbangan.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan pelayaran, demi mencegah tragedi serupa terulang kembali.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi Capai Jakarta, Banten dan Jawa Barat, Warga Diminta Pakai Masker
Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG
Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya
Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau
Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:53 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi Capai Jakarta, Banten dan Jawa Barat, Warga Diminta Pakai Masker

Sabtu, 5 September 2026 - 17:37 WIB

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG

Sabtu, 5 September 2026 - 15:16 WIB

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya

Sabtu, 5 September 2026 - 09:48 WIB

Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau

Jumat, 4 September 2026 - 14:08 WIB

Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi

Berita Terbaru