IHSG Anjlok ke Level Terendah Lima Tahun, Kekhawatiran Investor Meningkat

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, KlopakIndonesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat dan ditutup merosot 4,11 persen ke level 5.941 pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Posisi ini menjadi salah satu level terendah yang dicapai pasar saham Indonesia dalam lima tahun terakhir, sekaligus memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek ekonomi nasional di tengah gejolak global.

Sejak pembukaan perdagangan, IHSG sebenarnya sempat bergerak di zona hijau dan menyentuh level 6.213. Namun tekanan jual yang masif membuat indeks berbalik arah hingga menembus batas psikologis 6.000 dan berakhir di level 5.941 pada penutupan sesi kedua.

Pelemahan tajam tersebut dipicu kombinasi faktor global dan domestik. Sentimen eksternal berasal dari penguatan dolar Amerika Serikat, meningkatnya ketegangan geopolitik global, serta lonjakan harga minyak dunia yang mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman. Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS turut menambah tekanan terhadap pasar keuangan nasional.

Baca Juga :  Pemutakhiran Dapodik untuk Transparansi PIP dan Perluasan Akses Pemerataan Pendidikan

Data perdagangan menunjukkan mayoritas saham berada di zona merah. Pada sesi pertama perdagangan, lebih dari 700 saham mengalami penurunan, sementara hanya puluhan saham yang mampu bertahan menguat. Kondisi ini mencerminkan tingginya aksi jual yang terjadi hampir di seluruh sektor.

Analis pasar menilai pergerakan IHSG saat ini masih berada dalam tren menurun dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang kuat. Tekanan terhadap rupiah, ketidakpastian ekonomi global, serta tingginya harga energi menjadi faktor utama yang masih membayangi pasar dalam jangka pendek.

Meski demikian, pemerintah tetap optimistis terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional masih cukup solid dan diyakini mampu menjadi fondasi bagi pemulihan pasar modal ke depan.

Baca Juga :  KKP Pastikan Produk Perikanan RI Penuhi Standar Mutu Ekspor AS

Pelaku pasar kini menantikan langkah lanjutan pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas pasar modal untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengembalikan kepercayaan investor. Jika tekanan global terus berlanjut, volatilitas di pasar saham diperkirakan masih akan tinggi dalam beberapa waktu mendatang.

Fakta Singkat

  • IHSG ditutup turun 4,11 persen ke level 5.941.
  • Sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.213 sebelum berbalik melemah.
  • Rupiah berada di kisaran Rp17.900 per dolar AS.
  • Tekanan berasal dari sentimen global, harga minyak, dan pelemahan rupiah.
  • Menjadi salah satu level terendah IHSG dalam lima tahun terakhir.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid
Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa
Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen
AMPETRA Soroti Sulitnya Izin Tambang Rakyat, Siap Dampingi Penambang hingga Kantongi Legalitas
Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga
Kemendukbangga/BKKBN dan Pemprov Jabar Perkuat Sinergi Perluas Sekolah Siaga Kependudukan
DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:50 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029

Senin, 20 Juli 2026 - 11:26 WIB

Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid

Senin, 20 Juli 2026 - 11:23 WIB

Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa

Senin, 20 Juli 2026 - 09:12 WIB

Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:14 WIB

Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga

Berita Terbaru