Kemendikdasmen Perkuat Tata Kelola OSN 2026, Integritas dan Kejujuran Jadi Prioritas

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, KlopakIndonesia.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) terus memperkuat tata kelola penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 guna memastikan pelaksanaan ajang talenta nasional tersebut berlangsung secara transparan, objektif, akuntabel, dan berintegritas.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Taklimat Media Penguatan Tata Kelola Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa OSN tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk mencari peserta terbaik di bidang sains, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter dan pengembangan talenta generasi muda Indonesia.

“Prestasi sejati bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang bagaimana proses itu ditempuh dengan kerja keras, disiplin, tanggung jawab, dan integritas. Karakter adalah fondasi utama dari prestasi,” ujar Suharti.

Menurutnya, penyelenggaraan OSN tahun ini merupakan implementasi dari Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid dan Kepmendikdasmen Nomor 16 Tahun 2026 tentang Standar Penyelenggaraan Ajang Talenta Murid.

Melalui regulasi tersebut, pemerintah ingin memastikan proses pembinaan talenta murid berlangsung secara terarah, terukur, dan berkelanjutan sehingga mampu melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, berintegritas, dan berdaya saing global.

Baca Juga :  Kasus Laptop Rugikan Negara Rp 1,98 T, Nadiem Makarim Resmi Jadi Tersangka

Suharti juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, dinas pendidikan, satuan pendidikan, pengawas, hingga masyarakat untuk bersama-sama menjaga marwah OSN.

“Kejujuran tidak boleh berhenti menjadi slogan. Kejujuran harus menjadi budaya bersama. Integritas harus menjadi identitas dalam setiap penyelenggaraan ajang talenta,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, menjelaskan bahwa penguatan tata kelola OSN 2026 dilakukan melalui berbagai langkah preventif dan sistem pengawasan berlapis guna meminimalkan potensi pelanggaran selama proses seleksi.

“Kami terus memperkuat sistem pengawasan dan mitigasi risiko pada seluruh tahapan pelaksanaan OSN. Setiap peserta harus mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkompetisi secara sehat, adil, dan bermartabat,” ujarnya.

Pada OSN 2026, cabang lomba untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs meliputi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Matematika. Sementara untuk jenjang SMA/MA/SMK/MAK tersedia bidang Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika/Komputer, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, Geografi, serta Ekshibisi Kecerdasan Artifisial (KA).

Partisipasi peserta OSN tahun ini juga mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data Puspresnas, jumlah pendaftar mencapai 941.692 peserta, meningkat 17 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 806.285 peserta.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Tegaskan Arah Kebijakan Tes Kemampuan Akademik untuk Peningkatan Mutu Pendidikan

Peserta berasal dari 38 provinsi, 506 kabupaten/kota, serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) yang tersebar di enam negara.

Kemendikdasmen juga memberikan perhatian khusus terhadap perluasan akses bagi murid di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan bermutu bagi seluruh anak Indonesia.

Dalam aspek pengawasan, pelaksanaan OSN 2026 diperkuat melalui mekanisme pengawasan silang, pemantauan oleh panitia pusat dan daerah, serta penggunaan siaran langsung YouTube maupun rekaman ruangan untuk wilayah 3T yang masih menghadapi keterbatasan akses internet dan melaksanakan tes secara semi daring.

Melalui penguatan tata kelola tersebut, Kemendikdasmen berharap OSN 2026 dapat terselenggara secara profesional, kredibel, transparan, dan menjunjung tinggi integritas sehingga mampu melahirkan talenta-talenta unggul yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Fakta Singkat OSN 2026

  • Total peserta: 941.692 orang.
  • Naik 17 persen dibanding OSN 2025.
  • Berasal dari 38 provinsi dan 506 kabupaten/kota.
  • Diikuti Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dari 6 negara.
  • Pengawasan diperkuat melalui sistem berlapis dan pengawasan silang.
  • Kejujuran dan integritas menjadi fokus utama penyelenggaraan.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IHSG Anjlok ke Level Terendah Lima Tahun, Kekhawatiran Investor Meningkat
Dolar AS Tembus Rp18.000, Alarm bagi Ekonomi Nasional
SINKONA INDONESIA LESTARI DUKUNG WELLNESS TOURISM NASIONAL LEWAT TEKNOLOGI AROMATERAPI DI INDONESIA TRAVEL FAIR 2026
Kemendikdasmen dan MD Entertainment Salurkan 2.500 Pasang Sepatu untuk Murid Terdampak Banjir di Aceh
Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Melalui Pembentukan Pokja BSAN di Daerah
Mensesneg: Pergantian Pimpinan BGN Tidak Ganggu Program Makan Bergizi Gratis
Prabowo Ganti Kepala BGN, Nanik S. Deyang Pimpin Badan Gizi Nasional
Prabowo Tinjau SPPG Palmerah, Pastikan Program Pemenuhan Gizi Nasional Sesuai Standar

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:45 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Tata Kelola OSN 2026, Integritas dan Kejujuran Jadi Prioritas

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:12 WIB

IHSG Anjlok ke Level Terendah Lima Tahun, Kekhawatiran Investor Meningkat

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:54 WIB

Dolar AS Tembus Rp18.000, Alarm bagi Ekonomi Nasional

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:59 WIB

SINKONA INDONESIA LESTARI DUKUNG WELLNESS TOURISM NASIONAL LEWAT TEKNOLOGI AROMATERAPI DI INDONESIA TRAVEL FAIR 2026

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:02 WIB

Kemendikdasmen dan MD Entertainment Salurkan 2.500 Pasang Sepatu untuk Murid Terdampak Banjir di Aceh

Berita Terbaru

NEWS

Dolar AS Tembus Rp18.000, Alarm bagi Ekonomi Nasional

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:54 WIB