Dukung Astacita Presiden, SMK Perikanan dan Kelautan Puger Panen Udang Senilai Lebih dari 800 Juta

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 21 Maret 2025 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Jember, Jawa Timur melaksanakan Panen Raya Teaching Factory (Tefa) Budi Daya Udang Vaname kualitas ekspor siklus keenam dengan total hasil panen mencapai 12 ton. Panen raya siklus keenam ini menunjukkan bahwa transformasi pendidikan vokasi yang berkelanjutan melalui Tefa mampu menghasilkan hasil nyata yang berdampak pada perekonomian daerah serta penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan kompetitif, khususnya di sektor kemaritiman di Jember, pada Kamis (20/3).

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa capaian panen raya yang dilakukan oleh SMK Perikanan dan Kelautan Puger ini mendukung Astacita Presiden Prabowo Subianto, di mana salah satu fokusnya adalah mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan dan ekonomi biru yang dapat diupayakan dengan memanfaatkan sumber daya laut secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Selain itu, panen raya ini juga dalam hal memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan melalui penyiapan SDM unggul yang kompeten dan kompetitif di sektor perikanan, kelautan, dan kemaritiman.

“Capaian SMK Puger dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengembangkan program serupa, baik di sektor lain yang sesuai dengan keunggulan lokal,” ujar Tatang dalam sambutannya saat membuka webinar “Sinergi dan Kolaborasi antara SMK dengan Mitra Industri dalam Memajukan Kemaritiman untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional”. Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Panen Raya Udang Vaname siklus keenam di SMK Perikanan dan Kelautan Puger.

Pada kesempatan tersebut, Tatang mendorong seluruh SMK untuk tidak hanya fokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga membangun ekosistem produksi yang terintegrasi dengan industri. Dengan demikian, pendidikan vokasi akan menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus penjaga kedaulatan pangan nasional.

Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Kuntjoro Basuki, mengatakan bahwa total udang yang dipanen pada panen raya siklus keenam ini mencapai 7,5 ton dengan ukuran per kg berisi 23 udang selanjutnya hasil panen ini akan langsung diekspor ke Amerika dan Jepang.

Baca Juga :  Komisi X DPR RI Apresiasi Realisasi Anggaran dan Capaian Program Prioritas Kemendikdasmen TA 2024

Sebelumnya, sekolah telah melakukan panen parsial udang vaname untuk siklus keenam dengan total hasil panen sekitar 4,6 ton dengan ukuran per kg berisi 50 udang. Hasil panen parsial juga sudah diekspor ke Amerika dan Jepang dengan nilai mencapai 253 juta rupiah. Jika ditotal dengan hasil panen raya kali ini, omzet udang vaname untuk siklus keenam ini mencapai sekitar 830 juta rupiah.

“Kalau secara keseluruhan mulai dari siklus satu sampai siklus keenam, Tefa udang vaname SMK Perikanan dan Kelautan Puger ini sudah mencapai 46,1 ton dan total omzet penjualan lebih dari 2,7 miliar rupiah,” kata Kuntjoro.
Selain peningkatan produksi udang vaname di setiap siklusnya, Kuntjoro menyampaikan bahwa sejak siklus keempat sampai keenam, semua proses produksi udang vaname kualitas ekspor ini dilakukan sepenuhnya oleh para siswa, khususnya siswa Konsentrasi Keahlian Agribisnis Perikanan Payau dan Laut (APPL).

“Hal ini membuktikan bahwa siswa kami sudah sangat kompeten dan siap untuk terjun ke industri budi daya udang vaname. Karena semua prosedur atau proses yang dilakukan sudah sesuai standar industri dan semua dilakukan oleh siswa,” Kuntjoro menambahkan.

Oleh karena itu, bagi Kuntjoro, panen raya kali ini bukan hanya sekadar panen raya biasa, tetapi juga merepresentasikan proses produksi dan pembelajaran yang sarat teknologi melalui Tefa budi daya udang vaname ini telah menghasilkan siswa yang kompeten dan kompetitif.

“Siswa kami bahkan sudah dipesan oleh industri sebelum mereka lulus. Masih PKL (praktik kerja lapangan) saja sudah diminta industri, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” ujar Kuntjoro.

Baca Juga :  Kota Bandung Tetapkan 1.887.881 Pemilih Pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Tahun 2024

*SMK Tunjukkan Potensi dalam Menyokong Perekonomian berbasis Maritim*
Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Arie Wibowo Khurniawan, menyampaikan bahwa dengan kolaborasi lebih dari 80 industri, panen raya siklus keenam SMK Perikanan dan Kelautan Puger ini membuktikan bahwa SMK mampu membangun ekonomi berbasis maritim.

“Melalui teaching factory yang kuat, SMK mampu bertransformasi untuk mendukung sektor maritim dan ketahanan pangan nasional dengan produksi dan penyiapan lulusan yang siap, sigap dan kompetitif, dan memiliki daya saing global,” kata Arie pada acara yang sama.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), I Nyoman Radiarta, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksi dan daya saing hasil perikanan, baik untuk konsumsi domestik maupun untuk pasar ekspor.

“Panen raya udang vaname berkualitas ekspor yang dilakukan oleh SMK Perikanan dan Kelautan Jember ini menjadi bukti bahwa SMK mampu berkontribusi pada sektor kelautan dan perikanan yang berdampak besar pada perekonomian bangsa,” kata I Nyoman.

Untuk itulah, Kementerian Kelautan dan Perikanan, menurut I Nyoman, akan mendukung penuh pelaksanaan pendidikan vokasi tingkat menengah di bidang kelautan dan perikanan yang memiliki peluang besar sebagai tulang punggung ketahanan nasional.

Sebagai informasi, Budi Daya Udang Vaname SMK Perikanan dan Kelautan Puger merupakan salah satu praktik baik dari program SMK Pusat Keunggulan. Tahun ini Tefa yang menempati lahan tidak sampai setengah hektare tersebut akan memasuki tahun ketiga.

Selain memproduksi udang vaname kualitas ekspor, Tefa yang menggandeng industri dan asosiasi petambak udang serta berbagai pemangku kepentingan terkait ini juga telah menghasilkan lulusan yang saat ini banyak tersebar di industri budi daya udang, mulai dari hatchery udang, industri pakan udang, dan sebagainya. Mereka juga banyak tersebar di sejumlah negara, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Malam Ini, Simak Jam Puncak dan Jadwal Lengkapnya di Indonesia
Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD
Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4
Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh
Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik
Mentan Andi Amran Sulaiman Perkuat BRMP Provinsi, Kementan Terapkan Meritokrasi dan Awasi Alsintan
Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026
Pemdaprov Jawa Barat Siapkan 60 Posko Piket Lebaran 2026 dan 19 DRU, Jalan Provinsi 91,68 Persen Mantap

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:37 WIB

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Malam Ini, Simak Jam Puncak dan Jadwal Lengkapnya di Indonesia

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:03 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD

Senin, 2 Maret 2026 - 17:02 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:56 WIB

Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:38 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman Perkuat BRMP Provinsi, Kementan Terapkan Meritokrasi dan Awasi Alsintan

Berita Terbaru