Meski Tren Menurun, Jabar Terus Kampanyekan Stop Perkawinan Anak

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 15 November 2024 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – Angka perwakinan anak di Jawa Barat menunjukkan adanya penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Namun demikian, jumlahnya masih terbilang tinggi jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Merujuk data Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, jumlah dispensasi perkawinan anak mencapai 4.559 register.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat Siska Gerfianti mengungkapkan hal itu saat membuka Kampanye Stop Perkawinan Anak di Jawa Barat (Stopan Jabar) yang dilaksanakan secara daring pada Jumat, 15 November 2024. Kampanye diikuti lebih dari 1000 peserta dari unsur penyuluh agama, penghulu, dan mitra kerja lini lapangan DP3AKB se-Jawa Barat.

Siska menjelaskan, perkawinan anak menunjukkan adanya tren penurunan dari tahun ke tahun. Pada 2022 misalnya, angka perkawinan anak berjumlah 5.523 kasus. Jumlahnya menurun menjadi 4.599 kasus pada 2023. Namun, Siska mengingatkan bahwa jumlah dispensasi perkawinan anak yang dicatat Kementerian Agama merupakan angka permukaan. Siska meyakini masih banyak kasus perkawinan anak yang tidak dilaporkan, sehingga tidak tercatat.

“Bapak dan Ibu semua, Jabar merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, angkanya mencapai 50 jutaan. Laki-laki sekitar 26 juta jiwa dan perempuan 24 jutaan. Dari jumlah itu, 29,8 persen di antaranya atau sekitar 14 juta orang merupakan usia anak,” terang Siska.

Baca Juga :  Momentum Hari Keluarga Nasional: Menko PMK Optimistis Angka Stunting Di Bawah 20 Persen, Perkawinan Anak Menurun, Perceraian Meningkat

“Jumlah penduduk yang banyak berkaitan dengan banyaknya permasalahan. Salah satunya perkawinan anak. Terakhir angka 4000-an kasus. Perkawinan anak merupakan permasalahan serius karena menjadi pintu masuk permasalahan berikutnya. Sebut saja misalnya terkait organ reproduksi yang bisa memicu angka kematian ibu dan bayi, stunting, trafficking, dan lain-lain,” tambah Siska.

Siska menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mengampanyekan pencegahan perkawinan anak melalui program Stopan Jabar. Hal ini dilakukan mengingat perkawinan pada usia anak memiliki dampak buruk terhadap kehidupan masyarakat. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan keluarga berkualitas di Jawa Barat.

“Perkawina anak memiliki mudharat-nya lebih banyak dari manfaatnya,” tandas Siska.

Dalam pelaksanaannya, program Stopan Jabar dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan para pemangku kepentingan, baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan lain-lain. Kolaborasi menjadi kata kunci untuk memperluas jangkauan kepada masyarakat.

“Kolaboasi sangat diperlukan untuk memperluas jangkauan. Salah satunya dengan penyuluh agama dan penghulu yang perannya memiliki pengaruh besar di masyarakat. Kami berharap para penyuluh dan penghulu bisa menyampaikan substansi Stopan Jabar ini melalui berbagai kagiatan, seperti saat memberikan penyuluhan, konsultasi, maupun pencatatan perkawinan,” jelas Siska.

Bagi Siska, penyuluh agama dan penghulu memiliki peran strategis untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Mereka adalah ujung tombak untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Baca Juga :  Jasamarga Hentikan Layanan Top Up e-Toll di Gerbang Tol Cipularang dan Padaleunyi Mulai 4 Agustus 2025

“Kolaborasi DP3AKB Jabar dengan Kementerian Agama ini bukan yang pertama. Kita sudah memulai dengan melaksanakan sekolah pranikah. Kegiatan sekolah pranikah dilaksanakan agar anak yang menikah sudah tidak lagi pada usia anak. Kami berharap tidak ada lagi dispensasi nikah,” urai Siska.

Sebelumnya, Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Keluarga DP3AKB Jawa Barat Iin Indasari melaporkan, Kampanye Stopan Jabar diikuti penyuluh agama, penghulu, dan petugas lini lapangan DP3AKB se-Jawa Barat. Pihaknya menyediakan kuota 1.000 partisipan melalui platform Zoom Meeting dan selebihnya mengikuti melalui live streaming pada kanal Youtube DP3AKB Jabar.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat kolaborasi dan sinergitas program Stopan Jabar. Tujuan lainnya adalah meningkatkan peran serta dan strategi komunikasi Stopan Jabar. Dalam rangka itu, kami menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama dan organisasi profesi untuk meningkatkan kapasitas para peserta,” ungkap Iin.

Narasumber Kementerian Agama diwakili Ketua Tim Peningkatan Kualitas Kepenghuluan dan Fasilitasi Keluarga Sakinah Toto Supriyanto, Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Wilayah Jawa Barat diwakili Nurafni Nurafni, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) diwakili praktisi spesialis obstetri dan ginekologi dr. Herry Aktyar M,Sp.OG. Webinar dipandu Ketua Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Jawa Barat Najip Hendra SP. (N)

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD
Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4
Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh
Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik
Mentan Andi Amran Sulaiman Perkuat BRMP Provinsi, Kementan Terapkan Meritokrasi dan Awasi Alsintan
Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026
Pemdaprov Jawa Barat Siapkan 60 Posko Piket Lebaran 2026 dan 19 DRU, Jalan Provinsi 91,68 Persen Mantap
Nasyirul Falah Amru Dorong Kejaksaan Agung Eksaminasi Kasus Hukuman Mati ABK Fandy dan Mahasiswa Unram

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:03 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD

Senin, 2 Maret 2026 - 17:02 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:56 WIB

Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:43 WIB

Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:03 WIB

Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026

Berita Terbaru