Pemdakab Bekasi Sambut Baik Panen Raya Bawang Merah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Bekasi mendukung program inovasi Ketahanan Pangan Nasional TNI AD yang bersinergi dengan Kementerian Pertanian dalam mengolah dan mengembangkan lahan pertanian untuk memperkuat ketersediaan pangan dan pengendalian inflasi. 

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi Iyan Priyatna saat menghadiri acara Panen Bersama Komoditas Bawang Merah di lahan Urban Farming Korem 051/WKT Kodam Jaya, Desa Wanajaya Kecamatan Cibitung, Selasa (11/6/2024). 

Acara panen raya tersebut dihadiri Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin. 

“Pemerintah Kabupaten Bekasi menyambut baik inovasi TNI AD dan Kementan dalam mengembangkan lahan pertanian di daerah kami, yang diharapkan dapat berkontribusi mendorong angka inflasi,” kata Iyan Priyatna. 

Menurutnya, selain berkontribusi terhadap perekonomian petani di Kabupaten Bekasi, upaya panen raya ini efektif untuk mendorong peningkatan produksi bawang merah serta menjaga stabilitas harga. Mengingat harga bawang merah di pasaran sering kali berdampak buruk dan mempengaruhi angka inflasi di Kabupaten Bekasi.

Kendati demikian, berdasarkan Rapat Koordinasi Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Iyan Priyatna mengatakan bahwa angka inflasi di Kabupaten Bekasi relatif terkendali. 

Baca Juga :  Konferensi Pers tentang Permendag No. 8 Tahun 2024

“Sejauh ini inflasi daerah aman terkendali, selain itu Pemkab Bekasi terus berupaya mendorong dan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak dalam mengembangkan komoditas pangan yang akan menjadi unggulan,” terangnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menuturkan, gebrakan yang dilakukan TNI AD dalam mengembangkan sektor pertanian patut diapresiasi. 

Memanfaatkan lahan-lahan yang kurang produktif, menjadi kawasan urban farming khususnya komoditas bawang merah, dinilai efektif dalam membangun dan memperkuat ketahanan pangan serta membantu mengendalikan inflasi di tengah ancaman perubahan iklim dan krisis pangan.

Mentan mengatakan, diperlukan peran serta seluruh pihak untuk menghadapi krisis pangan dunia terutama yang mengancam Indonesia.

 Ia juga mendorong generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian secara masif dan produktif serta menyediakan dukungan off taker-nya.

“Karena tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat penting, kalau masalah pertanian,” tegasnya.

Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Kementan atas perhatiannya yang besar sehingga mampu membuka lahan tidur menjadi kawasan urban farming, khususnya komoditas bawang merah.

Baca Juga :  Wujud Gerakan Ekonomi, Pemkot Cimahi Dorong Tumbuhnya Wirausaha Di Kota Cimahi

TNI pun terus mendukung keberhasilan program pemerintah dalam mencetak sawah skala besar dan mengoptimalisasi lahan sehingga penanaman yang sekali setahun menjadi 2 sampai 3 kali setahun.

“Ternyata di bawah jembatan dan sepanjang jalan tol masih ada lahan tidur ribuan meter bahkan berhektar-hektar. Dipastikan harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan menambah penyediaan pangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengatakan, bawang merah memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan menjadi salah satu penyumbang inflasi di Indonesia. Oleh karena itu, peningkatan produksi bawang merah menjadi salah satu fokus utama pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Tentunya ini bersama masyarakat dan petani. Kita tahu bahwa bawang merah ini juga bisa menjadi penyumbang inflasi, dengan adanya panen ini akan menekan dan saya mengapresiasi,” kata Bey.

Menurut Bey, Pemda Provinsi Jabar terus berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas bawang merah. Selain bawang merah, Bey mendorong produksi padi lebih dimasifkan hingga dapat menyejahterakan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Malam Ini, Simak Jam Puncak dan Jadwal Lengkapnya di Indonesia
Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD
Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4
Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh
Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik
Mentan Andi Amran Sulaiman Perkuat BRMP Provinsi, Kementan Terapkan Meritokrasi dan Awasi Alsintan
Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026
Pemdaprov Jawa Barat Siapkan 60 Posko Piket Lebaran 2026 dan 19 DRU, Jalan Provinsi 91,68 Persen Mantap

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:37 WIB

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Malam Ini, Simak Jam Puncak dan Jadwal Lengkapnya di Indonesia

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:03 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD

Senin, 2 Maret 2026 - 17:02 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:56 WIB

Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:38 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman Perkuat BRMP Provinsi, Kementan Terapkan Meritokrasi dan Awasi Alsintan

Berita Terbaru