Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Banten Jadi Gerakan Bersama Lindungi Murid dari Kekerasan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Jadi Gerakan Bersama di Banten untuk Lindungi Murid

Kota Tangerang – Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Melalui Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) serta pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) BSAN Provinsi Banten, berbagai pihak menegaskan komitmen bersama untuk melindungi peserta didik dari kekerasan, perundungan, hingga diskriminasi di lingkungan pendidikan.

Deklarasi BSAN yang berlangsung di Kota Tangerang, Sabtu (9/5/2026), ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) dan pemakaian rompi Pokja BSAN. Kegiatan tersebut melibatkan unsur strategis seperti Polda Banten, Kejaksaan Tinggi, Pemerintah Provinsi Banten, hingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Jamaludin, mengatakan sekolah harus menjadi ruang yang aman dan mendukung tumbuh kembang murid secara optimal.

“Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh bagi anak-anak. Karena itu, lingkungan sekolah harus aman, nyaman, dan ramah anak,” ujarnya.

Baca Juga :  Pegawai Ekspedisi Ditangkap Polisi, Curi 10 Ribu Data Konsumen untuk Penipuan COD

Deklarasi ini juga sejalan dengan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pentingnya kenyamanan peserta didik selama berada di lingkungan sekolah. Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dipandang sebagai bagian dari pembangunan karakter dan budaya positif di lingkungan pendidikan.

Sebagai penguatan regulasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Aturan tersebut menekankan pentingnya perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosial budaya, hingga keamanan digital bagi seluruh warga sekolah.

Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, menjelaskan bahwa BSAN bukan sekadar program seremonial, melainkan budaya bersama yang harus dibangun secara berkelanjutan.

“BSAN adalah upaya membangun lingkungan sekolah yang membuat setiap warga sekolah merasa aman, dihargai, dan terlindungi,” katanya.

Kemendikdasmen juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai unsur dalam implementasi BSAN, mulai dari sekolah, orang tua, masyarakat, pemerintah daerah, hingga media. Pendekatan preventif dan promotif dilakukan dengan melibatkan siswa, OSIS, pramuka, dan organisasi pelajar lainnya untuk menciptakan budaya sekolah yang sehat dan bebas kekerasan.

Baca Juga :  PGRI Ciamis Juara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 di Gedung Pakuan

Sebagai langkah konkret, pembentukan Pokja BSAN di daerah didorong menjadi mitra strategis sekolah dalam melakukan edukasi, pengawasan, hingga penanganan cepat terhadap kasus kekerasan maupun perundungan.

Dukungan terhadap kebijakan tersebut juga datang dari Pemerintah Kota Tangerang. Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa deklarasi ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan lingkungan belajar yang sehat dan bebas dari intoleransi maupun diskriminasi.

Selain penguatan budaya aman dan nyaman, Provinsi Banten juga memperkuat implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) melalui program Sekolah Adiwiyata. Program ini bertujuan membangun budaya sekolah yang hijau, bersih, dan berkelanjutan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah turut mengapresiasi peluncuran Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Banten dan berharap semakin banyak sekolah yang asri, aman, serta nyaman sehingga murid dapat belajar dengan optimal dan mengembangkan potensinya secara maksimal.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terminal Cicaheum Resmi Tutup Layanan Bus AKAP dan AKDP, Semua Rute Pindah ke Leuwipanjang
Kemendikdasmen: Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua yang Aman dan Bebas Bullying
RUPST 2025 Indofarma: Rugi Turun 76,7 Persen, Siap Perkuat Transformasi Bisnis 2026
Tersangka Penganiayaan dan Penyekapan Sempat Kabur ke Tangerang, Ditangkap di Ciparay
Sinkona Indonesia Lestari Catat Kinerja Positif 2025, Siap Ekspansi Global pada 2026
Bahasa Indonesia Diutamakan, Bahasa Daerah Dilestarikan, Jawa Barat Perkuat Tata Kelola Kebahasaan
Indonesia, Brunei, dan Malaysia Perkuat Diplomasi Bahasa di Tengah Era Digital
Dampak Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa dan Madura terhadap UMKM serta Kerugian Usaha Kecil

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:30 WIB

Terminal Cicaheum Resmi Tutup Layanan Bus AKAP dan AKDP, Semua Rute Pindah ke Leuwipanjang

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:16 WIB

Kemendikdasmen: Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua yang Aman dan Bebas Bullying

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:20 WIB

RUPST 2025 Indofarma: Rugi Turun 76,7 Persen, Siap Perkuat Transformasi Bisnis 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:28 WIB

Sinkona Indonesia Lestari Catat Kinerja Positif 2025, Siap Ekspansi Global pada 2026

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:21 WIB

Bahasa Indonesia Diutamakan, Bahasa Daerah Dilestarikan, Jawa Barat Perkuat Tata Kelola Kebahasaan

Berita Terbaru