Bekasi, Klopakindonesia.com — Kecelakaan kereta api terjadi di wilayah Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin malam (27/4/2026), melibatkan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line. Insiden ini menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai puluhan lainnya.
Peristiwa bermula sekitar pukul 20.30 WIB ketika sebuah mobil dilaporkan mogok di perlintasan sebidang Bulak Kapal. Dalam waktu bersamaan, KRL yang melintas tidak sempat menghindar dan menabrak kendaraan tersebut.
Akibat tabrakan awal tersebut, perjalanan KRL terganggu. Salah satu rangkaian KRL tujuan Cikarang dilaporkan berhenti di jalur Stasiun Bekasi Timur.
Sekitar pukul 20.57 WIB, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta menuju Surabaya melintas di jalur yang sama. Kereta jarak jauh tersebut kemudian menabrak bagian belakang KRL yang tengah berhenti.
Benturan keras tak terhindarkan. Gerbong belakang KRL mengalami kerusakan parah, termasuk gerbong khusus perempuan yang menjadi titik terparah dalam insiden tersebut. Sejumlah penumpang dilaporkan terjebak di dalam rangkaian kereta yang ringsek.
Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu hingga berjam-jam. Tim gabungan dari Basarnas, PT KAI, kepolisian, dan relawan dikerahkan untuk mengevakuasi korban dari dalam gerbong yang rusak berat.
Hingga Selasa (28/4/2026), data terbaru mencatat sebanyak 14 orang meninggal dunia, sementara sekitar 84 orang lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan. Para korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan Jakarta.
Sebagian besar korban merupakan penumpang KRL yang berada di gerbong belakang saat tabrakan terjadi. Sementara itu, penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan relatif selamat.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara mengarah pada rangkaian kejadian beruntun yang diawali dari kendaraan mogok di perlintasan hingga menyebabkan gangguan perjalanan kereta.
Insiden ini menjadi perhatian serius terkait keselamatan di perlintasan sebidang serta sistem pengendalian perjalanan kereta api di jalur padat seperti Bekasi.


























