Garut – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat menggelar Lomba Paduan Suara “Puspa Swara Wanoja Sunda” Wilayah IV di Pendopo Kabupaten Garut, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pasanggiri tingkat Jawa Barat dalam rangka melestarikan budaya Sunda sekaligus menyambut Hari Jadi Tatar Sunda pada 18 Mei 2026.
Ketua TP PKK Jawa Barat yang juga Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti, mengatakan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai unsur organisasi perempuan, mulai dari TP PKK kabupaten/kota, Bhayangkari, Persit, hingga PGRI.
“Puspa Swara Wanoja Sunda ini adalah pasanggiri paduan suara se-Jawa Barat di bawah asuhan TP PKK Jawa Barat. Kami mengajak seluruh unsur, karena ini bagian dari upaya melestarikan budaya Sunda sekaligus menyambut Hari Jadi Tatar Sunda pada 18 Mei 2026,” ujar Siska di Pendopo Kabupaten Garut.
Ia menjelaskan, lomba ini digelar di lima wilayah di Jawa Barat, dimulai dari Bogor, Purwakarta, wilayah Cirebon, Garut-Priangan, dan akan ditutup di wilayah Bandung Raya.
“Jadi ini dilaksanakan di lima wilayah. Sudah dimulai dari Bogor, Purwakarta, kemudian Cirebon, hari ini di Garut dan Priangan, dan nanti ditutup di Bandung Raya,” katanya.
Siska mengaku terkesan dengan kualitas penampilan peserta di wilayah Garut. Ia menyebut penilaian dilakukan oleh dewan juri profesional dari kalangan akademisi dan budayawan guna menjaga objektivitas.
Ia menambahkan, para pemenang nantinya akan tampil dalam peringatan Hari Jadi Tatar Sunda sebagai bentuk apresiasi terhadap pelestarian seni budaya daerah.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Garut, Dr. Hj. Tinneke Hermina, mengatakan bahwa partisipasi dalam lomba ini membutuhkan persiapan yang tidak sedikit, baik dari sisi biaya maupun latihan. Namun, semangat peserta tetap tinggi.
Menurutnya, antusiasme para peserta sangat luar biasa karena selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi sekaligus pelestarian budaya.
Dalam kegiatan ini, Kabupaten Garut sebagai tuan rumah menurunkan empat tim dari unsur TP PKK, Bhayangkari, Persit, dan PGRI.
Selain lomba paduan suara, rangkaian kegiatan juga diisi dengan layanan sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian kacamata, hingga distribusi Al-Qur’an braille.
Siska menyebutkan, pembagian kacamata mencapai 1.000 unit per kabupaten/kota atau sekitar 35.000 unit di seluruh Jawa Barat.
Kegiatan ini juga diramaikan oleh pelaku UMKM serta program ketahanan pangan yang dipamerkan kepada peserta dan pengunjung.
Sebanyak 14 tim dari enam kabupaten/kota di wilayah Priangan—di antaranya Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran—turut ambil bagian dalam lomba ini dengan menampilkan harmonisasi suara bernuansa budaya Sunda yang kental.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peran perempuan dalam melestarikan budaya semakin kuat, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat di Jawa Barat.


























