Kunjungi Rumah Keluarga Berisiko Stunting di Cianjur, Program GENTING Ajak Masyarakat Jadi Orang Tua Asuh

- Jurnalis

Minggu, 8 Maret 2026 - 22:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLOPAKINDONESIA.COM – Upaya percepatan penurunan stunting terus diperkuat melalui pendekatan langsung ke masyarakat. Dalam kunjungannya ke Kabupaten Cianjur, sejumlah rumah keluarga yang berisiko stunting turut didatangi untuk melihat secara langsung kondisi yang dihadapi warga dalam kehidupan sehari-hari.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memahami secara nyata tantangan yang dialami keluarga yang rentan terhadap stunting, sekaligus memastikan program pencegahan yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa persoalan stunting tidak cukup dipahami hanya melalui data statistik atau laporan angka semata. Kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.

“Data dan angka memang penting, tetapi kita juga harus hadir langsung, mendengar cerita mereka, dan memahami tantangan yang mereka hadapi setiap hari. Dari situlah kita bisa memastikan bahwa kebijakan yang dibuat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Peringati Hari Vasektomi Sedunia, DP3AKB Jawa Barat dan Pemkab Subang Gelar Pelayanan KB MOW & MOP untuk Wujudkan Keluarga Sehat dan Terencana

Melalui kunjungan tersebut diharapkan pelaksanaan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) dapat berjalan lebih tepat sasaran. Program ini dirancang sebagai gerakan kolaboratif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk membantu keluarga berisiko stunting.

Program GENTING mengajak masyarakat luas untuk berperan sebagai orang tua asuh bagi keluarga yang membutuhkan. Bentuk dukungan yang diberikan dapat berupa bantuan pemenuhan gizi, pendampingan keluarga, hingga dukungan lainnya yang dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Pendekatan gotong royong tersebut dinilai penting karena persoalan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak saja. Penanganannya membutuhkan kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga individu yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa.

“Stunting bukan hanya persoalan satu keluarga, tetapi tanggung jawab kita bersama sebagai bangsa. Karena itu melalui program GENTING kita mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong membantu keluarga-keluarga yang membutuhkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kementerian ATR/BPN Investigasi Polemik Sertipikat HGB di Lokasi Pagar Laut

Ia juga menekankan bahwa masa depan anak-anak Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas gizi dan kesehatan pada masa awal kehidupan. Oleh karena itu, berbagai intervensi yang dilakukan harus mampu memastikan ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, serta masyarakat, ia optimistis upaya memutus rantai stunting dapat tercapai. Langkah ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan berdaya saing di masa depan.

“Setiap anak berhak tumbuh sehat dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Karena itu kita harus bergerak bersama untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal,” tutupnya.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat
Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas
FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi
Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA
Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:31 WIB

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:24 WIB

Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39 WIB

Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA

Berita Terbaru