Dedi Mulyadi Jemput 12 Warga Jabar Korban Dugaan Kekerasan di Maumere NTT, Dipulangkan ke Bandung

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi Mulyadi Jemput 12 Warga Jabar Korban Dugaan Kekerasan di Maumere NTT, Dipulangkan ke Bandung (Foto : jabarprov)

Dedi Mulyadi Jemput 12 Warga Jabar Korban Dugaan Kekerasan di Maumere NTT, Dipulangkan ke Bandung (Foto : jabarprov)

Dedi Mulyadi menjemput langsung warga Jawa Barat yang diduga menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (23/2/2026).

Gubernur yang akrab disapa KDM itu tiba di Maumere untuk memastikan proses pemulangan berjalan aman dan para korban mendapatkan perlindungan maksimal. Rencananya, para korban akan diterbangkan dari Labuan Bajo ke Jakarta pada Rabu (25/2/2026), kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandung.

Sebanyak 12 warga Jabar dipulangkan dalam rombongan tersebut, sementara satu orang lainnya telah lebih dahulu meninggalkan NTT. Setibanya di Bandung, para korban akan tinggal sementara di Rumah Perlindungan Sementara Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat untuk mendapatkan pendampingan psikologis dan hukum.

Baca Juga :  Kemendukbangga/BKKBN Jabar Perkuat Peran Ayah Lewat Sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia 2025

Dalam penjemputan tersebut, Dedi Mulyadi didampingi Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein. Ia juga melibatkan Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polda Jabar.

Menurut Dedi, kasus dugaan kekerasan dan pelecehan seksual ini akan ditindaklanjuti ke ranah hukum dan para korban akan menjadi saksi dalam proses penyidikan. Ia menegaskan pentingnya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Jangan lagi ada warga Jabar yang pergi ke luar tanpa arah dan tujuan. Di Jabar akan diperbanyak lapangan pekerjaan agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran kerja yang belum jelas,” ujar KDM.

Baca Juga :  Meriahkan Ulang Tahun, bank bjb Hadirkan Milangkala bank bjb ke-63: Pagelaran Wayang Golek dan Hiburan di Dome Bale Bale Soreang

Sebelumnya, 13 warga Jawa Barat yang berasal dari Purwakarta, Cianjur, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat diduga menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual saat bekerja di Maumere. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan para korban mendapat perlindungan, pemulihan, dan pendampingan hukum secara menyeluruh.

Berita Terkait : Pemprov Jabar Dampingi 12 Korban Dugaan TPPO di Maumere, Sediakan Rumah Aman dan Pendampingan Hukum – Klopak Indonesia

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Jabar Revitalisasi 32 Hektare Kebun Karet Jalupang Subang
Lantik 41 Pejabat, Wali Kota Bandung Tekankan Integritas dan Prinsip 3P
Cegah Karhutla, Dedi Mulyadi Instruksikan Pendakian Gunung di Jabar Ditutup
Komisi III DPR Responsif Tangani Kasus Hukum, Dorong Reformasi hingga RUU Perampasan Aset
DPR Soroti Data Bansos Tak Akurat, Pekerja Rentan Bisa Kehilangan Bantuan
Prabowo: Strategi Transformasi Bangsa Fokus Angkat Jutaan Rakyat dari Kemiskinan
PT Pos Indonesia Gagal Bayar Bunga Sukuk Ijarah Rp11,65 Miliar
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG karena Tak Penuhi SLHS

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 06:19 WIB

Pemprov Jabar Revitalisasi 32 Hektare Kebun Karet Jalupang Subang

Rabu, 2 September 2026 - 06:16 WIB

Lantik 41 Pejabat, Wali Kota Bandung Tekankan Integritas dan Prinsip 3P

Rabu, 2 September 2026 - 06:10 WIB

Cegah Karhutla, Dedi Mulyadi Instruksikan Pendakian Gunung di Jabar Ditutup

Rabu, 2 September 2026 - 06:06 WIB

Komisi III DPR Responsif Tangani Kasus Hukum, Dorong Reformasi hingga RUU Perampasan Aset

Rabu, 2 September 2026 - 05:54 WIB

DPR Soroti Data Bansos Tak Akurat, Pekerja Rentan Bisa Kehilangan Bantuan

Berita Terbaru