Beasiswa ADEM Antarkan Putra Papua Lukas Norman Raih Gelar S2 di Lancaster University dan Jadi CPNS Kemenlu

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program afirmasi pendidikan kembali menunjukkan dampak nyata. Lukas Norman Kbarek, putra asli Kabupaten Biak Numfor, Papua, berhasil menembus pendidikan tinggi hingga ke Inggris melalui jalur beasiswa pemerintah. Kisahnya menjadi bukti bahwa akses pendidikan yang merata mampu mengubah masa depan anak bangsa.

Alumni Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) di SMA Bhineka Tunggal Ika Yogyakarta ini menuturkan bahwa ADEM menjadi pengalaman yang mengubah jalan hidupnya.

“Bagi saya, ADEM merupakan life-changing experience yang membantu anak-anak Papua berkembang di lingkungan yang berbeda,” ujarnya.

Selepas pendidikan menengah, Lukas melanjutkan kuliah melalui Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) di Universitas Pendidikan Ganesha, Bali. Berbekal semangat dan kerja keras, ia kemudian meraih beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk melanjutkan studi magister di Lancaster University, Inggris, pada bidang Hukum Internasional.

Dalam waktu satu tahun, Lukas sukses meraih gelar LL.M.

Kini, ia telah mengabdi sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kementerian Luar Negeri. Baginya, perjalanan merantau dari Papua ke Jawa, Bali, hingga Inggris mempertemukannya dengan banyak sosok inspiratif yang semakin memotivasi dirinya untuk terus berkontribusi bagi Indonesia.

Baca Juga :  Venezuela Negara Kaya Minyak tapi Rakyat Miskin, Tekanan AS Memuncak hingga Klaim Penangkapan Maduro

Ketertarikannya pada hukum internasional berangkat dari kepedulian terhadap masyarakat di tingkat akar rumput. Ia meyakini bahwa isu-isu global seperti hak asasi manusia, lingkungan hidup, dan perdamaian memiliki dampak langsung bagi kehidupan sehari-hari.

Sejak masa kuliah, jiwa kepemimpinan Lukas telah terlihat. Ia aktif mengikuti Asia Youth International Model United Nations 2018 di Thailand dan menjadi finalis Duta Muda ASEAN 2019.

Lukas berharap keberhasilannya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Papua lainnya.

“Saya berharap lahir SDM unggul dari anak asli Papua yang mampu bersaing di forum nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Komitmen Pemerintah Perluas Akses Pendidikan

Program ADEM sendiri merupakan program strategis pemerintah yang telah berjalan sejak 2013 untuk memperluas akses pendidikan bagi wilayah Papua, daerah khusus 3T (terdepan, terluar, tertinggal), serta anak-anak pekerja migran melalui jalur repatriasi.

Baca Juga :  BSSN Identifikasi Pusat Data Nasional Sementara Diserang Ransomware

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Suharti, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mengurangi kesenjangan pendidikan antardaerah.

Berdasarkan capaian tahun 2025, sebanyak 4.616 murid telah menerima manfaat ADEM dengan total realisasi anggaran mencapai Rp90 miliar.

“Tanpa kerja sama dan koordinasi yang erat antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan orang tua, program ini tidak akan berjalan optimal,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan, Adhika Ganendra. Menurutnya, keberhasilan Lukas menjadi bukti nyata bahwa ADEM merupakan intervensi pemerintah untuk menghadirkan akses pendidikan yang lebih luas, merata, dan berkelanjutan.

“Setiap anak Indonesia, dari latar belakang apa pun, berhak memperoleh pendidikan berkualitas untuk mencapai cita-citanya,” tegasnya.

Kisah Lukas menegaskan bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar program, tetapi investasi masa depan bangsa. Dengan akses yang tepat, anak-anak dari pelosok negeri pun mampu berdiri sejajar di kancah global.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat
Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas
FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi
Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA
Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:31 WIB

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:24 WIB

Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39 WIB

Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA

Berita Terbaru