Bio Farma Dorong Kemandirian Vaksin Negara OKI dalam 4th Meeting OIC Vaccine Manufacturers Group

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar : Perwakilan Bio Farma, Astri Rahmawati (ke-2 dari kanan) menjadi salah satu narasumber pada kegiatan 4th Meeting of the OIC Vaccine Manufacturers Group

Gambar : Perwakilan Bio Farma, Astri Rahmawati (ke-2 dari kanan) menjadi salah satu narasumber pada kegiatan 4th Meeting of the OIC Vaccine Manufacturers Group

Bandung, 11 Februari 2026 — PT Bio Farma (Persero) berpartisipasi sebagai salah satu narasumber dalam 4th Meeting of the OIC Vaccine Manufacturers Group (OIC VMG) yang diselenggarakan oleh Standing Committee for Scientific and Technological Cooperation of OIC pada 9–10 Februari 2026 di Islamabad, Pakistan. Forum strategis ini mempertemukan produsen vaksin dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) guna memperkuat kemandirian vaksin serta membangun arsitektur keamanan kesehatan kolektif dunia Islam.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mendorong kolaborasi lintas negara di tengah tantangan kesehatan global yang semakin kompleks, termasuk ketergantungan pada impor vaksin dan kerentanan rantai pasok global pascapandemi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Layanan Kesehatan Nasional, Regulasi dan Koordinasi Pakistan Syed Mustafa Kamal; Assistant Secretary-General OIC Bidang Sains dan Teknologi Aftab Ahmad Khokher; serta Coordinator General COMSTECH Prof. Dr. Muhammad Iqbal Choudhary. Forum ini juga diikuti oleh perwakilan World Health Organization (WHO), Islamic Development Bank (IsDB), Statistical, Economic and Social Research and Training Centre for Islamic Countries (SESRIC), Standards and Metrology Institute for Islamic Countries (SMIIC), regulator vaksin, industri manufaktur, serta para ahli kesehatan dari berbagai negara anggota OKI.

Dalam sambutannya, Syed Mustafa Kamal menegaskan pentingnya penguatan kapasitas produksi vaksin di negara-negara OKI. Ia menyampaikan bahwa Pakistan saat ini masih mengandalkan 13 vaksin impor dan menargetkan pengembangan kapasitas produksi dalam negeri pada 2030 melalui kolaborasi strategis antarnegara anggota OKI. Ia juga mengusulkan pembentukan aliansi vaksin antarnegara OKI guna menjawab kebutuhan hampir 1,9 miliar penduduk yang tinggal di negara-negara Islam.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Berikan Abolisi kepada Tom Lembong, Ini Penjelasan Lengkapnya

Coordinator General OIC-COMSTECH, Muhammad Iqbal Choudhary menekankan bahwa pengalaman pandemi COVID-19 dan gangguan rantai pasok global membuktikan bahwa kemandirian vaksin merupakan kebutuhan strategis, bukan lagi pilihan, khususnya bagi negara-negara dengan beban penyakit tinggi dan pertumbuhan populasi yang pesat.

Dari 57 negara anggota OKI, saat ini hanya sekitar 10 negara yang memiliki fasilitas produksi vaksin, dan dari jumlah tersebut hanya dua negara yang produknya telah memperoleh pengakuan WHO, yakni Senegal dan Indonesia. Kondisi ini menunjukkan urgensi penguatan kapasitas manufaktur dan harmonisasi standar mutu di kawasan OKI.

Indonesia sendiri telah dipercaya sebagai Center of Excellence on Vaccine and Biotech Products oleh OKI sejak OIC Health Minister Meeting di Jeddah tahun 2017. Melalui mandat tersebut, Bio Farma bersama para pemangku kepentingan nasional menjalankan berbagai program penguatan kapasitas, mulai dari pelatihan produksi dan pengendalian mutu vaksin, riset vaksin inovatif, hingga pengembangan kolaborasi riset dan alih teknologi antar negara OKI.

Sebagai bagian dari implementasi konkret, Indonesia juga menjalankan program reverse linkage project bersama Senegal melalui kolaborasi antara Bio Farma dan Institut Pasteur de Dakar dengan dukungan Islamic Development Bank. Selain itu, melalui OIC COMSTECH Fellowship, Indonesia secara konsisten menyelenggarakan pelatihan vaksinologi bagi peserta dari berbagai negara OKI pada periode 2022–2024 sebagai bagian dari transfer pengetahuan dan penguatan SDM.

Dalam 4th Meeting OIC VMG ini, Kepala Departemen International Relation Bio Farma Astri Rahmawati menyampaikan bahwa penguatan kapasitas manufaktur vaksin di kawasan OKI harus dibangun melalui pendekatan kolaboratif dan terstruktur.

Baca Juga :  Komisi II DPR RI Soroti Keterbatasan SDM dalam Percepatan Sertifikasi dan Digitalisasi Pertanahan

“Bio Farma meyakini bahwa kemandirian vaksin di kawasan OKI hanya dapat dicapai melalui sinergi yang mencakup penguatan fasilitas produksi, transfer teknologi, harmonisasi standar mutu, serta pengembangan sumber daya manusia. Indonesia melalui Bio Farma siap menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem manufaktur vaksin yang berkelanjutan dan berstandar internasional di negara-negara OKI,” ujar Astri.

Sebagai BUMN farmasi yang berdiri sejak 1890 dan memiliki kapasitas produksi lebih dari 3,1 miliar dosis per tahun, Bio Farma terus memperluas kontribusinya dalam ekosistem kesehatan global. Selain memasok vaksin ke lebih dari 150 negara, Bio Farma juga mengembangkan sejumlah pipeline vaksin strategis, termasuk Typhoid Conjugate Vaccine (TCV), Rotavirus, serta novel Oral Polio Vaccine (nOPV).

Melalui peran aktif di WHO, UNICEF, CEPI, Gavi, dan DCVMN, di mana Bio Farma dipercaya sebagai Chair of the Board, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok vaksin, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun arsitektur kesehatan global.

Partisipasi Bio Farma 4th Meeting OIC VMG ini sekaligus mempertegas komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama industri intra-OKI melalui integrasi rantai pasok regional, riset kolaboratif, serta model alih teknologi yang terstruktur dan berkelanjutan.

Melalui penguatan kolaborasi dalam OIC Vaccine Manufacturers Group, Bio Farma terus mendukung upaya kolektif negara-negara OKI dalam membangun kemandirian vaksin, memperkuat ketahanan kesehatan global, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dunia Islam.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Jabar Revitalisasi 32 Hektare Kebun Karet Jalupang Subang
Lantik 41 Pejabat, Wali Kota Bandung Tekankan Integritas dan Prinsip 3P
Cegah Karhutla, Dedi Mulyadi Instruksikan Pendakian Gunung di Jabar Ditutup
Komisi III DPR Responsif Tangani Kasus Hukum, Dorong Reformasi hingga RUU Perampasan Aset
DPR Soroti Data Bansos Tak Akurat, Pekerja Rentan Bisa Kehilangan Bantuan
Prabowo: Strategi Transformasi Bangsa Fokus Angkat Jutaan Rakyat dari Kemiskinan
PT Pos Indonesia Gagal Bayar Bunga Sukuk Ijarah Rp11,65 Miliar
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG karena Tak Penuhi SLHS

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 06:19 WIB

Pemprov Jabar Revitalisasi 32 Hektare Kebun Karet Jalupang Subang

Rabu, 2 September 2026 - 06:16 WIB

Lantik 41 Pejabat, Wali Kota Bandung Tekankan Integritas dan Prinsip 3P

Rabu, 2 September 2026 - 06:10 WIB

Cegah Karhutla, Dedi Mulyadi Instruksikan Pendakian Gunung di Jabar Ditutup

Rabu, 2 September 2026 - 06:06 WIB

Komisi III DPR Responsif Tangani Kasus Hukum, Dorong Reformasi hingga RUU Perampasan Aset

Rabu, 2 September 2026 - 05:54 WIB

DPR Soroti Data Bansos Tak Akurat, Pekerja Rentan Bisa Kehilangan Bantuan

Berita Terbaru