Mendikdasmen Tegaskan Peran Pendidikan Jadi Investasi Jangka Panjang Generasi Muda

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 29 Oktober 2025 -“Skor Programme for International Student Assessment_ (PISA)  Indonesia terus menurun sejak 2006. Apa yang salah dengan sistem kurikulum di Indonesia?” Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh Ninasapti Triaswati, seorang peserta Sarasehan 100 Ekonom Indonesia kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di dalam acara sarasehan yang mengusung tema Resiliensi Ekonomi Domestik sebagai Fondasi Menghadapi Gejolak Dunia, Selasa (28/10).

Merespons hal tersebut, Abdul Mu’ti menekankan bahwa menjadi tantangan tersendiri dalam hal mengubah persepsi Sains (Science), Teknologi, Teknik (Engineering), dan Matematika (STEM) yang sering dianggap momok menakutkan dan susah dipelajari. “Kemendikdasmen telah menggulirkan Gerakan Numerasi Nasional, sebuah gerakan yang membangun budaya numerasi sejak dini dengan cara yang menyenangkan agar anak-anak Indonesia tidak hanya terampil berhitung, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, logis, dan adaptif dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menteri Mu’ti di hadapan peserta sarasehan yang sebagian banyak merupakan Ekonom Indonesia, menjelaskan konsep pendekatan yang disebut STEM 3M. “Yaitu bagaimana mempelajari STEM dengan Mudah, Murah, dan Menarik. Kami mendorong Matematika mulai diajarkan dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK), lewat konsep dasar dan kegiatan bermain logika yang sederhana,” tegasnya.

Kemudian, Abdul Mu’ti menguraikan beragam tantangan utama dunia pendidikan yang saat ini sedang dilakukan pembenahan oleh Kemendikdasmen. “Pertama adalah pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi daerah 3T yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan sarana dan tenaga pendidik. Kedua adalah kesenjangan mutu pendidikan yang masih terlihat antarwilayah, antara sekolah negeri dan swasta, maupun antara kawasan perkotaan dan pedesaan. Ketiga adalah peningkatan kualitas lulusan murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),” jelasnya.

Baca Juga :  Hari Raya Tri Suci Waisak 2568 BE, Momentum Perkokoh Kerukunan dan Toleransi di Kota Bandung

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemendikdasmen menetapkan sejumlah program prioritas. Program tersebut di antaranya adalah revitalisasi 16.140 satuan pendidikan dan percepatan perbaikan infrastruktur sekolah, digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan Papan Interaktif Digital/_Interactive Flat Panel_ (IFP), laptop, materi ajar digital, dan pelatihan guru.

Selain itu, peningkatan kompetensi guru dilakukan melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG), peningkatan kualifikasi akademik, serta pelatihan _deep learning_, _coding_, kecerdasan buatan, dan bimbingan konseling. “Secanggih apapun teknologi, guru tetaplah agen peradaban. Karena itu, kualitas guru harus menjadi prioritas,” ujarnya.

“Mengacu kepada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, pembelajaran dapat ditempuh melalui tiga jalur yaitu formal di sekolah resmi dengan kurikulum nasional, informal melalui kegiatan komunitas, dan non-formal lewat program terstruktur seperti paket penyetaraan A, B, C dan _homeschooling_. Saat ini, Kemendikdasmen telah memberikan ruang atau perhatian ekstra terhadap _homeschooling_,” tekan Menteri Mu’ti.

Sejatinya, pendidikan bukan hanya tentang gedung sekolah, namun tentang memastikan setiap anak Indonesia, di mana pun mereka berada, mendapat akses belajar yang berkualitas.”Kami ingin memastikan semua anak usia sekolah mendapatkan pendidikan bermutu untuk semua, tanpa ada yang tertinggal,” tutur Menteri Mu’ti.

Baca Juga :  bank bjb Terus Perkuat Bisnis, Kini Jadi BPD Pertama Penyimpan Dana Margin di Indonesia

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat ditanggung pemerintah semata. Dibutuhkan partisipasi semesta. Sekolah, keluarga, masyarakat, dan media merupakan empat ekosistem yang harus bersinergi dalam mendukung investasi jangka panjang generasi muda.

Terkait dengan lulusan SMK, Abdul Mu’ti menyinggung strategi yang dijabarkan lewat kebijakan Kemendikdasmen yaitu Program Pengembangan SMK Tahun 2025. “Strategi tersebut yakni Program SMK Pusat Keunggulan Skema Penguatan Pembelajaran Mendalam, Program Pengajaran Berbasis Pabrik _Teaching Factory_ (TeFa), Program Proyek Kreatif dan Kewirausahaan, Program Penguatan Akses Kebekerjaan Luar Negeri, Program Sertifikasi Bahasa Asing Murid SMK, dan Program Sertifikasi Kompetensi Murid SMK.”

“Pesannya jelas, yaitu bagaimana menghasilkan sumber daya manusia lulusan SMK yang adaptif, kompeten, dan meningkatkan relevansi pendidikan SMK dengan kebutuhan dunia kerja, industri, dan pasar global,” sambung Menteri Mu’ti.

Pendidikan bukan hanya soal transfer pengetahuan, tetapi juga tentang upaya kolaboratif dalam membangun peradaban. Karena itu, kolaborasi semesta menjadi kunci agar investasi jangka panjang menuju generasi emas 2045 benar-benar lahir dan mampu membawa Indonesia menuju bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD
Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4
Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh
Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik
Mentan Andi Amran Sulaiman Perkuat BRMP Provinsi, Kementan Terapkan Meritokrasi dan Awasi Alsintan
Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026
Pemdaprov Jawa Barat Siapkan 60 Posko Piket Lebaran 2026 dan 19 DRU, Jalan Provinsi 91,68 Persen Mantap
Nasyirul Falah Amru Dorong Kejaksaan Agung Eksaminasi Kasus Hukuman Mati ABK Fandy dan Mahasiswa Unram

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:03 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD

Senin, 2 Maret 2026 - 17:02 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:56 WIB

Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:43 WIB

Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:03 WIB

Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026

Berita Terbaru