Bangun Karakter Anak Indonesia Hebat di Usia Dini Lewat Permainan Tradisional

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – Sebagai upaya membangun karakter murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kampanye Anak Indonesia Hebat yang berlangsung di Kota Serang, Banten, menghadirkan sejumlah permainan tradisional. Adapun permainan dan olahraga tradisional yang dihadirkan adalah bola bekel, gasing, engklek, patheng dudu, ular tangga, oray-orayan, keris-kerisan, rorodaan, dan merakit serta mewarnai layang-layang.

Direktur PAUD, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Nia Nurhasanah, mengungkapkan bahwa kegiatan Kampanye Anak Indonesia Hebat merupakan bagian dari partisipasi semesta dalam penguatan pendidikan karakter dan wajib belajar satu tahunpra sekolah. Berkaitan dengan pendidikan karakter, Nia menyebut bahwa permainan tradisional merupakan bagian penting dari implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

“Ini merupakan langkah bersama menguatkan sinergi dan kolaborasi mulai dari pemangku kepentingan pendidikan di daerah, satuan pendidikan, pendidikan, orang tua, hingga masyarakat untuk membangun ekosistem PAUD yang menyenangkan serta upaya mempersiapkan generasi emas 2045,” ungkap Nia di Serang, beberapa waktu lalu.

Wakil Sekretaris Jenderal Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI), Chaerul Umam, mengatakan bahwa permainan tradisional memiliki korelasi erat dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam poin bermain dan bermasyarakat. Menurutnya, permainan tradisional mengajak anak-anak PAUD untuk berekspresi, mengenali diri mereka bersentuhan langsung dengan media tradisional, serta menanamkan karakter melalui sejumlah peraturan dalam permainan tradisional tersebut.

Baca Juga :  Era Society 5.0, Humas Perguruan Tinggi Perlu Kuasai AI

“Permainan tradisional memberi pengalaman lebih kepada anak-anak untuk mampu belajar fokus, memiliki rasa tanggungjawab, serta menaruh rasa kearifan lokal dari makna permainan tradisional tersebut,” ungkap Umam.

Lebih dari itu, Umam menuturkan bahwa adanya permainan tradisional dalam Kampanye Anak Indonesia Hebat juga menjadi upaya terjadinya regenerasi dalam pelestarian permainan tersebut. Ia menyebut permainan tradisional juga dapat menjadi media pembelajaran tambahan guna memantik atau melatih motorik tumbuh kembang anak.

“Saya berharap di setiap PAUD dan Kelompok Bermain juga turut memiliki Pojok Permainan Tradisional yang bisa dimainkan para murid serta menjadi media pembelajaran tambahan bagi para pengajar,” tutur Umam.

Salah satu pendamping sekaligus Kepala TK Roudhoh, Aliyah, mengatakan bahwa permainan tradisional sangat membantu para pengajar untuk mengenalkan nilai moral maupun nilai budaya daerah. Bahkan menurutnya permainan tradisional yang dihadirkan dalam acara ini juga bermanfaat membangun komunikasi sosial dan emosi anak di tengah gempuran teknologi digital.

Baca Juga :  Melawat ke Turki, Menperin Dorong Kerja Sama Strategis Sektor Industri

“Anak-anak kami antusias mengikuti beberapa permainan ini, mereka juga sudah terbiasa karena di sekolah kami kenalkanpermainan lompat tali dan engkle. Semoga dengan adanyapermainan tradisional ini anak-anak terbangun rasa sosial yang tinggi serta memiliki rasa nasionalisme yang tumbuh melalui nilai budaya,” terang Aliyah.

Selanjutnya, Kepala TK Negeri Pembina, Eva Syarifatunia, merespons baik kehadiran permainan tradisional dalam acara Kampanye Anak Indonesia Hebat. Baginya, permainan tradisional sangat membantu menstimulasi perkembanganbahasa dan motorik anak didiknya dengan media permainan yang digunakan.

“Permainannya tradisional membuat anak-anak kami antusiasme ngikut acara dan membuat mereka tidak bosan. Semogapermainan tradisional ini dapat diperbanyak dan anak-anak memiliki pengalaman baik untuk dirinya,” tutup Eva.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026, Target 1.500 Guru Bersertifikat GPK
Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 17:51 WIB

Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting

Senin, 20 April 2026 - 17:47 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026, Target 1.500 Guru Bersertifikat GPK

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Berita Terbaru