Kementan Gelar Tanam Serentak Tebu di 30 Kabupaten, Percepat Target Swasembada Gula Nasional

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subang, KlopakIndonesia.com – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjen Perkebunan) menggelar Gerakan Tanam Serentak Komoditas Perkebunan di 30 kabupaten yang tersebar di 12 provinsi Indonesia, Rabu (3/6/2026). Program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional berbasis sektor perkebunan.

Pelaksanaan tanam serentak dipusatkan di Kelompok Tani Bungur Tani, Desa Pasir Bungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kegiatan ini mencakup empat komoditas perkebunan strategis, yaitu tebu, kopi, kakao, dan kelapa yang memiliki kontribusi penting terhadap ketahanan pangan, energi, serta peningkatan kesejahteraan petani.

Gerakan tersebut merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui penguatan sektor pangan dan energi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan pengembangan komoditas perkebunan, khususnya tebu, menjadi salah satu prioritas nasional yang harus dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Kita tidak boleh terus bergantung pada impor gula. Indonesia memiliki lahan, sumber daya manusia, dan semangat yang kuat untuk mencapai swasembada. Tanam serentak ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius mendorong peningkatan produksi nasional,” ujar Amran.

Ia juga meminta seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah untuk bergerak cepat dalam memastikan lahan yang telah dialokasikan benar-benar ditanami dan dipantau perkembangannya.

Baca Juga :  70 Pria Subang Berebut Ikut KB Vasektomi, 51 Lolos Skrining

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan, Ali Jamil, menyampaikan bahwa peningkatan produksi dan produktivitas perkebunan menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing sektor perkebunan nasional.

Menurutnya, hilirisasi perkebunan memiliki peran penting dalam menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan pekebun, mengurangi kemiskinan, menekan ketergantungan impor, serta memperkuat ekspor nasional.

Pada Tahun Anggaran 2026, Ditjen Perkebunan mengalokasikan pengembangan kawasan tebu nasional seluas 97.970 hektare. Dari jumlah tersebut, Provinsi Jawa Barat mendapatkan alokasi 8.000 hektare, sedangkan Kabupaten Subang memperoleh porsi pengembangan seluas 2.013 hektare.

Alokasi tersebut terdiri atas kegiatan bongkar ratoon seluas 1.763 hektare dan perluasan areal baru seluas 250 hektare. Saat ini, Kabupaten Subang memiliki areal tebu eksisting sekitar 3.595 hektare dan dinilai memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra produksi gula nasional.

Untuk mendukung keberhasilan program, setiap hektare lahan memperoleh bantuan benih sebanyak 60.000 mata tunas serta dukungan biaya operasional setara 40 Hari Orang Kerja (HOK).

Varietas tebu yang digunakan adalah PSJT 941 yang memiliki potensi produksi hingga 98,4 ton per hektare dengan rendemen gula mencapai 9,64 persen. Varietas ini dinilai sangat cocok untuk dikembangkan di wilayah Subang dan sekitarnya.

Baca Juga :  Wamen Atip: Revitalisasi PAUD adalah Fondasi Pembangunan SDM Indonesia Berkualitas

Berdasarkan data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) Tahun Anggaran 2026, Kabupaten Subang telah memperoleh Surat Keputusan (SK) seluas 1.413 hektare yang tersebar di lima kecamatan, yakni Cipunagara, Cikaum, Pegaden, Purwadadi, dan Cijambe.

Dalam gerakan tanam serentak kali ini, penanaman perdana dilakukan di lahan seluas 4,9 hektare yang merupakan bagian dari program perluasan areal tebu seluas 250 hektare.

Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tebu nasional sekaligus memperkuat kemitraan antara petani dengan pabrik gula, termasuk Pabrik Gula Jatitujuh dan Pabrik Gula Subang.

Melalui gerakan tanam serentak ini, Kementerian Pertanian berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan para pekebun semakin kuat dalam mewujudkan swasembada gula nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Fakta Singkat

  • Tanam serentak dilaksanakan di 30 kabupaten pada 12 provinsi.
  • Melibatkan komoditas tebu, kopi, kakao, dan kelapa.
  • Pengembangan kawasan tebu nasional 2026 mencapai 97.970 hektare.
  • Jawa Barat memperoleh alokasi 8.000 hektare.
  • Kabupaten Subang mendapatkan alokasi 2.013 hektare.
  • Varietas tebu PSJT 941 berpotensi menghasilkan 98,4 ton per hektare.
  • Program mendukung target swasembada gula dan ketahanan pangan nasional.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid
Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa
Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen
AMPETRA Soroti Sulitnya Izin Tambang Rakyat, Siap Dampingi Penambang hingga Kantongi Legalitas
Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga
Kemendukbangga/BKKBN dan Pemprov Jabar Perkuat Sinergi Perluas Sekolah Siaga Kependudukan
DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:50 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029

Senin, 20 Juli 2026 - 11:26 WIB

Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid

Senin, 20 Juli 2026 - 11:23 WIB

Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa

Senin, 20 Juli 2026 - 09:12 WIB

Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:14 WIB

Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga

Berita Terbaru