TPA An-Nisa Desa Mekarmukti, Garut: Pengasuhan Anak Berkualitas di Pedesaan

- Jurnalis

Sabtu, 13 September 2025 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, September 2025 – Di Desa Mekarmukti, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, Taman Penitipan Anak (TPA) An-Nisa hadir sebagai ruang aman dan ramah bagi anak-anak, sekaligus menjadi penopang pendidikan anak usia dini di pedesaan.

Kunjungan tim Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat menunjukkan pentingnya keberadaan TPA ini bagi masyarakat. Dengan mayoritas orang tua bekerja di sawah, kebun, atau pasar, TPA An-Nisa menjadi solusi pengasuhan anak yang terjangkau.

Meski hanya dengan biaya Rp500 per hari, TPA ini mampu melayani 48 anak dengan 3 guru dan 1 operator. Anak-anak dibagi kelompok usia, sementara balita yang masih kecil tetap ditemani orang tuanya. Kegiatan belajar biasanya berlangsung pukul 08.00–10.00, namun fleksibel menyesuaikan kondisi, termasuk jam kerja orang tua. Dengan dukungan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP), kebutuhan belajar anak telah terpenuhi tanpa harus membawa perlengkapan dari rumah.

Baca Juga :  Sekda Jabar Herman Suryatman Buka Forum DP3AKB, Tekankan Kepemimpinan Siliwangi untuk Pembangunan SDM

Keistimewaan lain dari TPA An-Nisa adalah keberpihakannya pada anak berkebutuhan khusus. Saat ini terdapat lima anak berkebutuhan khusus yang didampingi oleh guru yang telah mengikuti pelatihan khusus agar metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Yang utama bukan sekadar bisa membaca atau menulis cepat, tetapi bagaimana anak-anak tumbuh bahagia dengan bermain dan belajar sesuai usianya,” ujar salah satu pengelola.

TPA An-Nisa juga telah terintegrasi dengan Bina Keluarga Balita (BKB) dan Posyandu, serta berhasil meraih akreditasi B, membuktikan bahwa pendidikan anak berkualitas bukan hanya milik perkotaan, tetapi juga bisa tumbuh di desa dengan segala keterbatasannya.

Baca Juga :  Kemendukbangga Bidik 2000 Akseptor Baru Vasektomi

Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi pengelola.

“Kami sangat bangga melihat semangat pengelola TPA An-Nisa. Meski fasilitas sederhana, mereka menciptakan lingkungan pengasuhan yang aman, ramah anak, dan mendukung tumbuh kembang balita. Ini sejalan dengan komitmen kami dalam memperkuat 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) sebagai fondasi keluarga berkualitas,” ujar perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat.

TPA An-Nisa menjadi contoh nyata bagaimana cinta, komitmen, dan kebersamaan mampu menghadirkan pengasuhan anak yang bermakna di pedesaan.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru