Semangat Duta SMA Sosialisasikan TKA Kepada Teman Sebaya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 September 2025 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menggencarkan sosialisasi dan diseminasi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kali ini, kegiatan dilaksanakan di SMA Muhammadiyah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (20/9), berkolaborasi dengan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada sosialisasi, tetapi juga melibatkan siswa untuk berpartisipasi aktif.

Kemendikdasmen mengajak pelajar membuat konten kreatif di media sosial dengan tagar #PendidikanBermutuUntukSemua, #AyoIkutTKA, dan #BogorSiapTKA. Beberapa karya terpilih terbaik dari peserta ditampilkan melalui akun Instagram @nafissazhr, @chovomalt, @bayydpryga, dan @rifkihrlnggaa.

Selain itu, sesi simulasi TKA juga menghasilkan lima peserta dengan nilai tertinggi, yaitu Raditya Febriansyah, Safira Nurmozah, M. Fikri Azka Nurviman, Muhammad Fahri Meidiansyah, dan Rafi Ahmad Ridhwan.

Hadir pula Duta SMA Provinsi Jawa Barat 2025, Tazanna Neisha Batuwael, yang mengajak pelajar untuk berani mengikuti TKA sekaligus mendorong generasi muda menjadi duta SMA berikutnya. “Duta SMA adalah perpanjangan tangan Kemendikdasmen dalam menginspirasi siswa lain melalui program kreatif dan kegiatan sekolah. Kami berharap semakin banyak pelajar yang terlibat aktif, termasuk dalam mengikuti TKA,” ujar Neisha.

Baca Juga :  Bastille Day: Simbol Kebebasan dan Revolusi yang Mengubah Prancis

Para siswa peserta turut memberikan testimoni positif. Bulan Nabithalia mengungkapkan bahwa TKA penting untuk validasi rapor dan seleksi masuk pendidikan tinggi. “Di sekolah kami, siswa mendapat pendalaman materi secara rutin sebagai persiapan menghadapi TKA,” jelasnya. Sementara itu, Al Ghifari Ghibran menambahkan, “Kami juga harus berlatih mandiri, mengerjakan soal-soal, dan memanfaatkan simulasi TKA yang tersedia di laman resmi Kemendikdasmen.”

Pemerintah melalui Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 dan Kepmendikdasmen Nomor 95/M/2025 telah menetapkan TKA sebagai instrumen evaluasi capaian kompetensi peserta didik di jalur pendidikan formal maupun nonformal. Kehadiran TKA memastikan adanya standar yang sama bagi lulusan SMA di seluruh Indonesia, sehingga mutu pendidikan dapat terjaga secara setara, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa TKA merupakan instrumen penting untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara objektif. TKA hadir untuk menyatukan standar penilaian pendidikan pasca ditiadakannya Ujian Nasional. Dengan TKA, hasil pembelajaran dapat diukur secara obyektif dan diakui secara nasional. Tes ini dilaksanakan pemerintah untuk memastikan adanya kontrol eksternal.

Baca Juga :  Indonesia Dorong Empat Inisiatif Konkret di World Water Forum ke-10

“Ibarat memasak, guru sekaligus mengajar, menguji, hingga menilai hasil belajar. Hal ini rentan subjektivitas. Karena itu, tes harus dilakukan oleh pemerintah agar obyektif,” ujarnya.

“Selama ini standar penilaian berbeda-beda antar sekolah. Dengan TKA, hasil pembelajaran dapat diukur secara obyektif dan diakui secara nasional. Tes ini dilaksanakan pemerintah untuk memastikan adanya kontrol eksternal,” imbuhnya.

Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Anang Ristanto, mengimbau para siswa kelas XII yang belum mendaftar agar segera melakukan pendaftaran dan mencoba TKA. “Kami mengimbau seluruh pelajar kelas XII yang belum mendaftar agar segera melakukan pendaftaran melalui laman resmi https://tka.kemendikdasmen.go.id/,” jelasnya.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru