Turut Membentuk Standar Kesehatan Global: Bio Farma dan DCVMN Perkuat Kolaborasi Vaksin Internasional

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, 24 Oktober 2025 – Sebagai bagian dari komitmen untuk menjadi pemain kunci dalam industri vaksin global, PT Bio Farma (Persero) terus memperkuat kontribusinya melalui partisipasi aktif dalam jaringan internasional Developing Countries Vaccine Manufacturers Network (DCVMN). Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Bio Farma, tidak hanya karena menjadi co-host penyelenggaraan 26th DCVMN Annual General Meeting (AGM) yang akan digelar di Bali pada 29 – 31 Oktober 2025, tetapi juga melalui keterlibatan aktif di berbagai expert working groups DCVMN.

Sejak berdiri pada tahun 2000, DCVMN telah menjadi wadah kolaborasi strategis untuk memperkuat kemandirian vaksin negara berkembang melalui empat pilar utama, yaitu, advokasi, pelatihan, kemitraan, dan jejaring. Melalui advokasi, organisasi ini menjadi sarana untuk menyuarakan suara kolektif produsen vaksin di forum global seperti WHO, Gavi, CEPI, UNICEF, Gates Foundation, PATH, dan lembaga pendanaan untuk memperjuangkan akses vaksin yang merata bagi seluruh masyarakat dunia. Di bidang pelatihan, DCVMN meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial anggota melalui e-learning, workshop, dan pelatihan berbasis teknologi. Sementara pilar kemitraan berfokus pada kolaborasi strategis untuk memperkuat alih teknologi, inovasi riset, serta pendanaan berkelanjutan dalam pengembangan vaksin.

Salah satu inisiatif penting DCVMN adalah pembentukan expert working groups yang menjadi fforum kolaboratif lintas negara yang berperan dalam merancang solusi teknis, berbagi praktik terbaik, dan menyusun rekomendasi kebijakan terkait pengujian mutu vaksin, rantai pasok dan traceability, pengembangan klinis, regulasi, pharmacovigilance, hingga keberlanjutan industri. Melalui forum ini, para ahli turut memperkuat standar global manufaktur vaksin agar proses produksinya tetap aman, efisien, dan selaras dengan praktik terbaik internasional. Working groups juga menjadi wadah penting bagi transfer pengetahuan, standardisasi proses, serta peningkatan kapasitas manufaktur vaksin di negara berkembang.

Baca Juga :  Kemensos Salurkan Bansos Rp2,56 Triliun untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar

CEO DCVMN, Rajinder Suri, menjelaskan bahwa hingga tahun ini anggota DCVMN telah mencatat lebih dari 115 kolaborasi sepanjang 2021 – 2025, di antaranya 41 kolaborasi Selatan-Selatan (South-South Collaboration). “Melalui working groups, perspektif produsen vaksin di negara berkembang diterjemahkan menjadi aksi nyata yang berfokus pada kebijakan dan peningkatan kapasitas praktis,” ujar Rajinder. “Dengan mengonversi tantangan di lapangan menjadi bukti ilmiah, pelatihan, dan dialog terarah bersama WHO serta regulator nasional, working groups ini menghasilkan keluaran nyata seperti peningkatan prediktabilitas regulasi, penguatan rantai pasok, serta peningkatan pharmacovigilance dan keberlanjutan industri.”

Rangkaian kegiatan DCVMN tahun ini mencakup pengembangan modul e-learning tentang post-approval changes, analisis kematangan pharmacovigilance yang disertai workshop di New Delhi, studi air freight volumetrics, survei jaringan yang menghasilkan publikasi di jurnal bereputasi tentang kontribusi anggota DCVMN selama pandemi COVID-19, serta pengembangan Healthy Industry Framework, sebuah inisiatif strategis untuk menciptakan mekanisme matchmaking dan Dashboard of Opportunities yang memandu mitra pendanaan dan kolaborator global.
“Seluruh aktivitas ini adalah untuk memastikan realitas lapangan yang  dihadapi para produsen menjadi dasar pengambilan keputusan, sekaligus menjamin akses vaksin yang aman, terjangkau, dan tepat waktu,” tambahnya.

Sebagai motor penggerak kolaborasi antar produsen vaksin negara berkembang, sejumlah ahli dari Bio Farma turut serta berperan aktif dalam expert working groups DCVMN. Beberapa ahli Bio Farma yang berpartisipasi aktif dalam forum tersebut antara lain:
Rini Mulia Sari, Clinical Trial Working Group Team
Taufik Wilmansyah, Supply Chain Working Group Team
Acep Riza Wijayadikusumah, Design of Experiment (DoE) Working Group Team
Viska Indriani, Co-Chair Pharmacovigilance Working Group DCVMN
Indra Gunawan Setiadi, Manufacturing Science Working Group Team
Irma Riyanti, DCVMN 3R (Replace,Reduce,Refine) Working Group Team
Dea Marsendah, Training Working Group Team

Baca Juga :  Plh. Kepala BKKBN Tavip Agus Rayanto Menekankan Perlu Kebijakan Afirmatif Untuk Menyesuaikan Dengan Karakteristik Masing-Masing Wilayah.

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya menyampaikan  “Keterlibatan aktif para ahli Bio Farma dalam expert working groups DCVMN menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi kesehatan global, tetapi juga turut membentuk arah dan standar baru dalam pengembangan vaksin dunia. Ini adalah langkah konkret menuju kemandirian dan ketahanan kesehatan global yang berkeadilan.”

Para ahli Bio Farma yang tergabung dalam expert working groups DCVMN berasal dari berbagai bidang keahlian, mencerminkan kapasitas perusahaan sebagai organisasi yang tidak hanya unggul dalam produksi vaksin, tetapi juga dalam riset, regulasi, rantai pasok hingga keberlanjutan industri kesehatan.

Partisipasi aktif para ahli Bio Farma di DCVMN juga menjadi wujud nyata komitmen Perusahaan dalam mengembangkan talenta global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu simpul inovasi dan kolaborasi di bidang vaksin dan bioteknologi.

Melalui penyelenggaraan 26th DCVMN AGM di Bali pada 29 – 31 Oktober 2025, Bio Farma dan DCVMN menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi, dan membangun sistem kesehatan global yang berkelanjutan demi tercapainya akses vaksin yang merata dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat dunia.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru