Skandal Korupsi Laptop Merembet ke GOTO

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 15 Juli 2025 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Skandal pengadaan laptop di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang diduga sarat korupsi kini menyeret sejumlah pihak, termasuk perusahaan teknologi raksasa, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Dugaan keterlibatan GOTO mencuat setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan di kantor pusat GOTO pada pekan lalu. Dari proses penyidikan, penyidik menemukan dokumen dan bukti elektronik yang diduga berkaitan dengan pengadaan perangkat TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) senilai triliunan rupiah yang bersumber dari dana APBN.

Penggeledahan ini merupakan bagian dari pengembangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop untuk pelajar yang menelan anggaran mencapai Rp3,7 triliun. Beberapa perusahaan penyedia jasa e-commerce dan teknologi disebut turut berperan dalam proses distribusi maupun markup harga perangkat tersebut.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Kuntadi, membenarkan bahwa penggeledahan dilakukan terkait dengan dugaan keterlibatan pihak-pihak yang memfasilitasi transaksi. “Kami menelusuri aliran dana, termasuk kemungkinan adanya peran perusahaan teknologi yang diduga menjadi fasilitator dalam proses pengadaan,” ujar Kuntadi dalam konferensi pers, Senin (14/7/2025).

Baca Juga :  Penetapan Nomor Paslon Pilwalkot 2024, Pj Wali Kota Bandung: Perjalanan Penting Proses Demokrasi

Selain itu, Kejagung ternyata telah memeriksa mantan CEO GoTo, Andre Soelistyo, terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek. Pemeriksaan dilakukan dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, menjelaskan bahwa Andre diperiksa terkait dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara hingga Rp9,9 triliun. “Benar, saudara Andre Soelistyo telah kami periksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek,” kata Harli, Selasa (15/7/2025).

Meski belum ada penetapan tersangka dari pihak GOTO, langkah penyidik memperluas cakupan penyelidikan ke perusahaan teknologi besar seperti ini menjadi sorotan publik. GOTO sendiri menyatakan siap bersikap kooperatif. Dalam pernyataan resminya, manajemen GOTO menegaskan akan mendukung penuh proses hukum dan terbuka terhadap permintaan informasi dari pihak berwenang.

Baca Juga :  Prabowo Subianto Dipuji Donald Trump di Forum Perdamaian Global di Washington D.C.

“Kami memastikan seluruh operasional kami sesuai dengan hukum yang berlaku, dan saat ini kami sedang melakukan audit internal untuk memastikan tidak ada pelanggaran dalam setiap kegiatan kemitraan kami,” tulis pernyataan GOTO.

Sementara itu, publik menantikan kejelasan dari proses hukum ini, mengingat proyek pengadaan laptop tersebut seharusnya diperuntukkan bagi peningkatan mutu pendidikan, namun malah terindikasi menjadi ajang korupsi berjamaah.

Kejagung hingga kini telah memeriksa lebih dari 30 orang saksi, termasuk pejabat di Kemendikbudristek dan pimpinan beberapa perusahaan rekanan. Tidak menutup kemungkinan, nama-nama besar lain akan ikut terseret jika ditemukan keterlibatan dalam skema penggelembungan harga atau rekayasa pengadaan.

Skandal ini dinilai menjadi tamparan keras bagi pemerintah dalam upaya digitalisasi pendidikan. Transparansi, pengawasan, dan akuntabilitas kembali dipertanyakan publik.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid
Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa
Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen
AMPETRA Soroti Sulitnya Izin Tambang Rakyat, Siap Dampingi Penambang hingga Kantongi Legalitas
Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga
Kemendukbangga/BKKBN dan Pemprov Jabar Perkuat Sinergi Perluas Sekolah Siaga Kependudukan
DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:50 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029

Senin, 20 Juli 2026 - 11:26 WIB

Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid

Senin, 20 Juli 2026 - 11:23 WIB

Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa

Senin, 20 Juli 2026 - 09:12 WIB

Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:14 WIB

Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga

Berita Terbaru