Setelah Bentrokan Mematikan, Thailand dan Kamboja Akhirnya Sepakat Gencatan Senjata

- Jurnalis

Senin, 29 Desember 2025 - 07:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertahanan Kamboja Tea Seiha(kiri) berjabat tangan Menteri Pertahanan Thailand Nattaphon Narkphanit (kanan) Sabtu (27/12/2025).
© AKP via AP

Menteri Pertahanan Kamboja Tea Seiha(kiri) berjabat tangan Menteri Pertahanan Thailand Nattaphon Narkphanit (kanan) Sabtu (27/12/2025). © AKP via AP

KLOPAKINDONESIA.COM – Thailand dan Kamboja resmi menandatangani kesepakatan gencatan senjata guna mengakhiri eskalasi konflik bersenjata di wilayah perbatasan kedua negara. Kesepakatan ini dicapai setelah bentrokan intens yang berlangsung selama beberapa pekan dan menimbulkan korban jiwa serta gelombang pengungsian warga sipil.

Berdasarkan pernyataan resmi kedua pemerintah, gencatan senjata mulai berlaku efektif sejak 27 Desember 2025 waktu setempat. Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal untuk meredakan ketegangan sekaligus membuka jalan bagi dialog diplomatik lanjutan.

Dalam perjanjian gencatan senjata ini, terdapat sejumlah poin penting yang disepakati oleh Thailand dan Kamboja. Pertama, kedua pihak sepakat menghentikan seluruh aktivitas militer di sepanjang wilayah perbatasan yang disengketakan. Penghentian ini mencakup penggunaan seluruh jenis persenjataan, baik darat maupun udara.

Baca Juga :  Evaluasi, Inovasi, Kolaborasi : Upaya Kolaborasi Jawa Barat Dalam Percepatan Penurunan Stunting

Kedua, masing-masing negara berkomitmen untuk membekukan posisi pasukan di lapangan. Artinya, tidak akan ada penambahan, pergerakan, maupun pengerahan pasukan baru yang berpotensi memicu provokasi selama masa gencatan senjata berlangsung.

Ketiga, gencatan senjata akan dipantau secara ketat melalui mekanisme pengawasan bersama. Pemantauan ini dilakukan oleh perwakilan militer kedua negara, dengan dukungan pengamat regional, untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran selama masa observasi awal.

Selain itu, Thailand dan Kamboja juga menyepakati langkah-langkah kemanusiaan, termasuk pemulangan warga sipil yang mengungsi akibat konflik. Kedua pemerintah berjanji menjamin keamanan masyarakat yang kembali ke wilayah perbatasan serta membuka akses bantuan kemanusiaan.

Baca Juga :  Malam Tahun Baru di Jabar Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang, BMKG Beri Peringatan

Poin lain yang turut disepakati adalah pembebasan dan pemulangan personel militer yang sempat ditahan selama konflik, dengan ketentuan gencatan senjata tetap dipatuhi oleh kedua belah pihak. Langkah ini dinilai penting untuk membangun kepercayaan dan mengurangi ketegangan pasca-bentrokan.

Meski demikian, kedua negara menegaskan bahwa gencatan senjata ini bersifat sementara. Penyelesaian sengketa perbatasan secara permanen akan dibahas melalui jalur diplomasi dan perundingan lanjutan dalam forum bilateral maupun regional.

Pengamat menilai kesepakatan ini sebagai langkah positif untuk menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara. Namun, konsistensi dan komitmen kedua negara dalam mematuhi seluruh poin gencatan senjata akan menjadi kunci keberhasilan perdamaian jangka panjang.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat
Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas
FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi
Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA
Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:31 WIB

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:24 WIB

Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39 WIB

Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA

Berita Terbaru