Karanganyar – Pemerintah terus memperkuat fondasi pendidikan nasional melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang menyasar perbaikan infrastruktur sekolah, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan pembelajaran mendalam. Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian revitalisasi 10 gedung sekolah jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK yang dipusatkan di SMAK 1 Muhammadiyah Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (16/1/2026).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa revitalisasi sekolah tidak semata berfokus pada pembangunan fisik, melainkan juga bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, menggembirakan, bermakna, serta memanusiakan murid.
“Pendidikan adalah fondasi peradaban. Karena itu, perbaikannya harus dimulai dari hulunya, yakni melalui revitalisasi gedung sekolah, digitalisasi pembelajaran, pelatihan guru, serta penerapan pembelajaran yang mendalam dan menggembirakan,” ujar Mu’ti di hadapan para guru, kepala sekolah, murid, dan pemangku kepentingan pendidikan.
Pada tahun 2025, Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi sebanyak 16.171 sekolah di berbagai daerah. Program tersebut akan dilanjutkan pada 2026 dengan alokasi anggaran untuk revitalisasi 11.000 sekolah tambahan. Revitalisasi mencakup perbaikan laboratorium, ruang praktik siswa, fasilitas sanitasi, Unit Kesehatan Siswa (UKS), serta sarana pendukung lainnya agar sekolah menjadi ruang belajar yang aman dan nyaman.
Selain penguatan infrastruktur, Kemendikdasmen juga mendorong digitalisasi pembelajaran dan peningkatan kapasitas pendidik. Pemerintah menyiapkan sebanyak 288.186 unit Papan Interaktif Digital serta mengembangkan laboratorium virtual guna mendukung proses belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Di sisi lain, peningkatan kompetensi guru diperkuat melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang membuka kesempatan bagi sekitar 150.000 guru untuk menyelesaikan pendidikan jenjang S1 dengan dukungan beasiswa.
Mu’ti menambahkan, revitalisasi satuan pendidikan juga diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (deep learning). Pendekatan ini menekankan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dengan mengintegrasikan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik.
“Sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang menyenangkan, tempat murid belajar bukan hanya untuk tahu, tetapi juga untuk menjadi manusia seutuhnya,” katanya.
Terkait penguatan kesejahteraan dan karakter murid, Mendikdasmen menjelaskan bahwa sekolah juga menjadi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi murid, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran karakter, seperti kedisiplinan, budaya antre, kebersamaan, dan rasa syukur.
Bupati Karanganyar, Robert Christanto, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh program revitalisasi satuan pendidikan.
Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI, Juliatmono, menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah agar program pendidikan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Menutup arahannya, Mendikdasmen menegaskan bahwa penguatan layanan pendidikan harus diiringi dengan penyederhanaan prosedur agar lebih efektif dan responsif. Program revitalisasi ini diharapkan menjadi momentum bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan yang bermutu bagi seluruh murid.
- .


























