Revitalisasi Bahasa Daerah Kemendikdasmen: 120 Bahasa Direvitalisasi, Generasi Muda Jadi Kunci Pelestarian

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah bahasa daerah terbanyak kedua di dunia dengan 718 bahasa. Namun di tengah arus globalisasi, sebagian di antaranya kini berada dalam kondisi rentan, terancam punah, bahkan kritis. Untuk menjawab tantangan tersebut, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat Program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) dengan menempatkan generasi muda sebagai aktor utama.

Sejak 2019 hingga 2025, revitalisasi telah menjangkau 120 bahasa daerah di 38 provinsi melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah merupakan tanggung jawab bersama agar tetap hidup dan digunakan oleh generasi penerus.

“Bahasa ibu bukan sekadar alat komunikasi, tetapi jembatan yang menghubungkan hati, menghidupkan sejarah, serta membawa nilai budaya dan karakter bangsa. Ketika sebuah bahasa daerah hilang, maka hilang pula sebagian jati diri kita,” ujarnya dalam Gelar Wicara Hari Bahasa Ibu Internasional 2026 di Gedung M. Tabrani, Jakarta, Rabu (18/2).

Kegiatan yang diikuti 135 peserta secara luring dan disiarkan melalui kanal YouTube Badan Bahasa tersebut mengangkat tema Peran Generasi Muda dalam Membentuk Masa Depan Pendidikan Multibahasa.

Bahasa Ibu Fondasi Literasi

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Ananto Kusuma Seta, mengingatkan bahwa peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional berakar dari perjuangan bahasa di Bangladesh. Ia menilai bahasa ibu menjadi fondasi penting bagi literasi dan pendidikan multibahasa.

Baca Juga :  Antusiasme Warga Rusia Pelajari Bahasa Indonesia, 149 Orang Ikuti Pembukaan Program BIPA

Menurutnya, bahasa daerah memperkuat bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa, sementara penguasaan bahasa asing tetap diperlukan untuk meningkatkan daya saing global tanpa kehilangan identitas nasional.

Perwakilan UNESCO Indonesia, Gunawan Zakki, menambahkan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam pelestarian bahasa melalui kreativitas dan konten digital yang memuat bahasa daerah.

Praktik Baik di Daerah

Komitmen revitalisasi bahasa daerah juga terlihat dari praktik baik di sejumlah wilayah. Bupati Sumba Timur, Umbu Lili, mengungkapkan bahwa penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar di kelas awal mampu meningkatkan kemampuan literasi dan menekan angka putus sekolah saat transisi dari SD ke SMP.

Kebijakan tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan program INOVASI. Guru-guru senior yang menguasai bahasa setempat dilibatkan untuk mendampingi proses pembelajaran.

Hasil serupa dirasakan di SDN Aebowo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Kepala sekolah Maria Ugha menjelaskan bahwa sebelumnya siswa kelas awal mengalami kesulitan memahami pelajaran karena tidak terbiasa menggunakan bahasa Indonesia.

Baca Juga :  Sekda Herman Suryatman Dorong Pasar Tradisional di Jabar Miliki Tata Kelola Persampahan yang Baik Bukan hanya untuk berbelanja, bisa jadi tempat healing dan rekreasi

Melalui pembelajaran berbasis bahasa ibu dengan metode bermain, bernyanyi, membaca gambar, hingga penggunaan kartu huruf, suasana kelas menjadi lebih aktif dan menyenangkan serta kemampuan literasi dasar meningkat.

Inovasi Digital Anak Muda

Kontribusi generasi muda juga hadir melalui inovasi digital. Duta Bahasa Provinsi Bali 2025, Ida Ayu Alit Srilaksmi, mengembangkan aplikasi PARASALI (Pelindungan Bahasa dan Sastra Bali) yang memadukan kamus, permainan, dan nyanyian berbahasa Bali.

Hingga 2026, aplikasi berbasis edutainment tersebut telah digunakan oleh 61.628 pengguna sebagai sarana belajar aksara dan sastra Bali yang lebih menarik bagi generasi muda.

Komitmen Pendidikan Multibahasa

Melalui momentum Hari Bahasa Ibu Internasional 2026, Kemendikdasmen menegaskan komitmen untuk memperkuat pendidikan multibahasa berbasis bahasa ibu, meningkatkan partisipasi generasi muda, serta memastikan bahasa daerah tetap hidup dalam ekosistem pendidikan nasional.

Upaya ini menjadi bagian dari langkah menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua sekaligus menjaga identitas budaya bangsa di tengah perubahan zaman.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru