Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang membebaskan utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani terdampak bencana di Aceh dan wilayah Sumatera. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bukti bahwa negara hadir untuk melindungi rakyat pada masa sulit.
Firman mengatakan, petani yang menjadi korban banjir besar tidak selayaknya tetap dibebani cicilan bank. Ia menilai keputusan presiden mencerminkan empati serta keberpihakan kepada kelompok terdampak bencana.
Firman juga meminta pemerintah menambah bantuan berupa sarana produksi pertanian (saprodi) agar petani bisa kembali memulai aktivitasnya. Selain itu, ia mendorong perhatian khusus terhadap kebutuhan perumahan layak huni bagi korban bencana yang kehilangan tempat tinggal.
Presiden Prabowo sebelumnya memastikan seluruh lahan pertanian yang rusak akibat banjir akan direhabilitasi. Ia menegaskan bahwa petani tidak perlu cemas, karena kerusakan tersebut masuk dalam kategori keadaan memaksa (force majeure), sehingga utang KUR dapat dihapus atau diberikan relaksasi.
Prabowo juga menyebut bahwa pemerintah akan mengirimkan bantuan pangan selama proses perbaikan berlangsung. Ia memuji kinerja TNI, Polri, pemerintah daerah, dan para pekerja lapangan yang telah bekerja cepat dalam penanganan pascabencana. Untuk memaksimalkan pemulihan, Prabowo menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sebagai Komandan Satgas Percepatan Perbaikan Jembatan dan Infrastruktur, mengingat kemampuan pasukan Zeni dalam konstruksi.
Menurut Presiden, pemerintah bertugas menghadapi kesulitan rakyat, terutama pada masa awal kepemimpinan. Ia memastikan pemulihan ekonomi petani di Aceh menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat hingga pemulihan jangka panjang.


























