Pelestarian Bahasa Sunda Dimantapkan dengan Festival Tunas Bahasa Ibu 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 Oktober 2025 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia —Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Jawa Barat 2025 resmi dibuka di Kota Bandung, Selasa (7/10). Kegiatan tahunan ini menjadi puncak dari rangkaian program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang diinisiasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan pemerintah daerah. Kegiatan pembukaan yang berlangsung meriah itu dihadiri oleh Wali Kota Bandung, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, serta para kepala unit pelaksana teknis Kemendikdasmen di wilayah Jawa Barat.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Herawati, menyampaikan bahwa FTBI tahun ini diikuti oleh peserta dari 27 kabupaten/kota yang terdiri atas 378 siswa SD dan 364 siswa SMP. “Rangkaian revitalisasi bahasa daerah di Jawa Barat dimulai dengan koordinasi antarinstansi, diskusi kelompok terpumpun, diseminasi, dan pelatihan peningkatan kompetensi guru bahasa daerah yang disertai dengan FTBI dari tingkat kecamatan hingga provinsi,” ujarnya.

Menurut Herawati, kegiatan FTBI bukanlah akhir dari program revitalisasi, melainkan bagian penting dari upaya pelestarian berkelanjutan. “FTBI merupakan wadah apresiasi penutur muda bahasa Sunda yang telah menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa dan budaya Sunda,” katanya. Ia menambahkan bahwa tujuh mata lomba yang digelar—mulai dari nembang pupuh, biantara, ngarang carpon, maca jeung tulis aksara Sunda, borangan (komedi tunggal), maca sajak, hingga ngadongeng—menjadi ruang ekspresi generasi muda untuk memartabatkan bahasa ibu mereka.

Baca Juga :  Menparekraf Sandiaga Uno Apresiasi Peluncuran Calendar of Events 2025

Herawati menegaskan bahwa bahasa Sunda adalah aset bangsa yang tidak ternilai. “Keberagaman 718 bahasa daerah di Indonesia telah menjadi manikam Nusantara. Kearifan lokal yang adiluhung tersimpan dalam bahasa daerah,” ucapnya. Ia juga berharap pemerintah daerah lebih aktif mengambil peran. “Kami berharap RBD atau FTBI pada tahun mendatang dapat dikoordinasikan oleh pemerintah daerah. Antusiasme dan respons positif dari pemerintah daerah sangat penting karena pelestarian bahasa daerah merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, mengingatkan pentingnya menjaga bahasa daerah di tengah ancaman kepunahan. “Saat ini, dari 718 bahasa daerah, sebelas sudah punah. Sebanyak 25 persen masih tergolong aman seperti bahasa Sunda, Jawa, Banjar, dan Bali, sedangkan 75 persen lainnya dalam kondisi memprihatinkan,” ujar Imam.

Imam menyoroti bahwa bahasa yang dianggap aman pun menghadapi tantangan besar. “Bahasa Jawa dan Sunda yang aman ternyata tidak aman-aman betul. Seberapa banyak anak muda sekarang yang bisa membaca dan menulis aksara Sunda, seberapa banyak yang bisa menembang daerah?” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa revitalisasi bahasa daerah yang dilakukan Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah adalah langkah konkret menjaga warisan bangsa. “Upaya kita ini tidak sekadar slogan di atas kertas, tetapi implementasi nyata di lapangan. Kita harus mempertahankan agar upaya pelestarian bahasa daerah menjadi kerja bersama, bukan jalan sendiri-sendiri,” tutup Imam.

Baca Juga :  Implementasi Inpres 1/2025, Kementerian ATR/BPN Lakukan Efisiensi Anggaran Tanpa Mengurangi Kualitas Layanan Masyarakat

Sementara itu, Wali Kota Bandung, M. Farhan, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya FTBI di Kota Bandung yang dikenal sebagai pusat peradaban budaya di Jawa Barat. “Kota Bandung merupakan melting pot, semua budaya ada di sini,” ujarnya. Ia menuturkan hal tersebut dalam pidato sambutannya menggunakan bahasa Sunda untuk membuktikan kecintaan dan kepiawaiannya dalam berbahasa ibu.

“Basa téh cicirén bangsa, leungit basana, ilang bangsana. Basa indung téh basa anu kaanggo pisan dina level personal. Yen ayeuna kedah tiasa janten basa sambutan,” ujar Farhan dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Bandung berkomitmen menjaga ruang publik yang ramah terhadap ekspresi budaya dan seni. Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan ialah menyesuaikan penamaan taman kota dengan sistem toponimi daerah. “Misalnya, Taman Lansia akan diubah menjadi Taman Cihapit atau Taman Diponegoro. Di balik nama daerah selalu ada cerita dan filosofi yang mendalam,” katanya.

Farhan menutup sambutannya dengan harapan dalam bahasa Sunda, “Mugia basa Sunda hurip kalawan hirup nanjung apanjang apunjung,” tutup Farhan.

Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam melestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda, agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus globalisasi.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Malam Ini, Simak Jam Puncak dan Jadwal Lengkapnya di Indonesia
Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD
Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4
Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh
Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik
Mentan Andi Amran Sulaiman Perkuat BRMP Provinsi, Kementan Terapkan Meritokrasi dan Awasi Alsintan
Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026
Pemdaprov Jawa Barat Siapkan 60 Posko Piket Lebaran 2026 dan 19 DRU, Jalan Provinsi 91,68 Persen Mantap

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:37 WIB

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Malam Ini, Simak Jam Puncak dan Jadwal Lengkapnya di Indonesia

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:03 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD

Senin, 2 Maret 2026 - 17:02 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:56 WIB

Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:38 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman Perkuat BRMP Provinsi, Kementan Terapkan Meritokrasi dan Awasi Alsintan

Berita Terbaru