Pegadaian Raup Laba Rp4,38 Triliun hingga April 2026, Tumbuh 87,2 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG – PT Pegadaian kembali membukukan kinerja positif pada awal tahun 2026. Hingga 30 April 2026, perusahaan berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp4,38 triliun atau tumbuh 87,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,34 triliun.

Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan total aset perusahaan yang mencapai Rp183,8 triliun atau naik 56 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp117,8 triliun. Kenaikan aset didorong oleh pertumbuhan Outstanding Loan (OSL) gross yang mencapai Rp153,6 triliun, meningkat 58,8 persen dari Rp96,7 triliun pada periode yang sama tahun 2025.

Tak hanya mencatat pertumbuhan bisnis yang kuat, Pegadaian juga berhasil menjaga kualitas pembiayaan secara sehat dan prudent. Hal ini terlihat dari penurunan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) dari 0,82 persen pada April 2025 menjadi 0,51 persen pada April 2026.

Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh insan Pegadaian serta tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perusahaan.

Baca Juga :  Hadapi Perubahan Iklim 2026, Kementan Perkuat Asuransi Usaha Tani Padi

Menurutnya, memasuki usia ke-125 tahun, Pegadaian terus bertransformasi dengan mengintegrasikan inovasi digital dan kebutuhan masyarakat modern.

“Hadirnya komoditas anyar seperti layanan Bulion dan kemudahan digital lewat aplikasi Tring! diharapkan mampu menjadi lokomotif baru yang mempermudah lintas generasi dalam berinvestasi aman bersama Pegadaian,” ujar Damar.

Kinerja positif di tingkat nasional juga tercermin di wilayah Jawa Barat. PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat turut memberikan kontribusi signifikan melalui peningkatan layanan digital dan tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat, Eko Supriyanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan Pegadaian yang terus memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

“Kinerja positif ini adalah cerminan dari kepercayaan masyarakat Jawa Barat yang semakin tinggi terhadap produk-produk Pegadaian. Kami terus berupaya mendekatkan diri dengan nasabah, tidak hanya melalui jaringan outlet yang tersebar luas, tetapi juga melalui digitalisasi layanan,” kata Eko.

Baca Juga :  SheHacks Bergerak di Bandung, Dorong Digitalisasi Perempuan Tangguh

Ia optimistis semangat “MengEMASkan Indonesia” akan semakin mendorong masyarakat Jawa Barat untuk merencanakan masa depan keuangan secara aman dan menguntungkan melalui berbagai produk investasi yang tersedia.

Menurut Eko, edukasi mengenai emas sebagai instrumen investasi yang aman (safe haven) serta kemudahan akses layanan Bulion menjadi fokus utama perusahaan dalam menjangkau berbagai segmen masyarakat, mulai dari pelaku UMKM hingga investor ritel.

Sebagai pelopor perusahaan yang telah mengantongi izin operasional kegiatan usaha Bulion atau Bank Emas dari Otoritas Jasa Keuangan, Pegadaian kini menghadirkan berbagai layanan Bulion yang meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, hingga Perdagangan Emas.

Didukung infrastruktur keamanan berstandar internasional dan pengalaman panjang dalam pengelolaan aset emas, Pegadaian optimistis dapat terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis emas yang aman dan terpercaya.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Perkuat Diplomasi Kesehatan dan Peluang Kerja Sama dengan Amerika Latin dan Karibia
Kemendikdasmen dan Dekranas Luncurkan PKW 2026, Target Cetak 8.730 Wirausaha Muda
Kemendikdasmen Apresiasi Program Guruku, Buka Akses Beasiswa S2 untuk Tingkatkan Kompetensi Guru
Mentan Amran Bongkar 3 Dugaan Kasus Korupsi dan Mafia Pertanian, Kerugian Capai Miliaran Rupiah
Harga Ayam Hidup Disepakati Rp19.500 per Kg, Kementan Jaga Stabilitas Peternak
Kepala DP3AKB Jabar: Keluarga Kuat Jadi Kunci Wujudkan Jawa Barat Istimewa
Komisi X DPR RI Dukung SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 untuk Guru Non-ASN
Rute Konvoi Persib Bandung 2026: Jadwal, Jalur Pawai Juara hingga Asia Afrika

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:36 WIB

Pegadaian Raup Laba Rp4,38 Triliun hingga April 2026, Tumbuh 87,2 Persen

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:33 WIB

Bio Farma Perkuat Diplomasi Kesehatan dan Peluang Kerja Sama dengan Amerika Latin dan Karibia

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:29 WIB

Kemendikdasmen dan Dekranas Luncurkan PKW 2026, Target Cetak 8.730 Wirausaha Muda

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:28 WIB

Kemendikdasmen Apresiasi Program Guruku, Buka Akses Beasiswa S2 untuk Tingkatkan Kompetensi Guru

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:02 WIB

Mentan Amran Bongkar 3 Dugaan Kasus Korupsi dan Mafia Pertanian, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Berita Terbaru