Menteri Wihaji Tinjau Langsung Intervensi Keluarga Risiko Stunting di Bogor: Motor Lapangan Jadi Kunci Jangkauan Daerah Sulit

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya percepatan penurunan stunting kembali diperkuat melalui kunjungan lapangan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, @wihaji.pwh, yang meninjau langsung intervensi keluarga risiko stunting (KRS) di Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Selasa (02/12/2025).

Kegiatan pemantauan ini dilakukan dengan cara yang berbeda: Menteri Wihaji menggunakan sepeda motor petugas lapangan untuk menjangkau titik-titik pemukiman yang sulit diakses kendaraan roda empat. Langkah ini menegaskan bahwa pelayanan publik—terutama untuk keluarga berisiko stunting—harus hadir langsung hingga ke wilayah paling terpencil.

Pendampingan 6–12 Bulan untuk Dua Keluarga Risiko Stunting

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Wihaji menyambangi dua keluarga berisiko stunting yang kini masuk dalam program intervensi berkelanjutan. Kedua keluarga akan didampingi oleh kader Bina Keluarga Balita (BKB) selama periode 6 hingga 12 bulan, mencakup:

  • Pemberian edukasi pola asuh dan kesehatan balita
  • Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak
  • Pendampingan gizi harian
  • Penguatan ketahanan pangan keluarga
  • Konsultasi rutin dengan tenaga kesehatan
Baca Juga :  Direktur Pemasaran Bio Farma Raih Women Empower Women Awards 2025

Untuk memastikan intervensi berjalan optimal, mereka juga menerima dukungan pangan bergizi berkelanjutan dari Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat.

Didampingi Kepala BKKBN Jabar: Penguatan Kolaborasi Daerah

Turut mendampingi kunjungan tersebut, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat, @dadiroswandi, yang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam memperkuat kerja kolaboratif lintas sektor di Jawa Barat.

Sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, Jawa Barat menjadi wilayah prioritas utama dalam strategi penanganan stunting nasional. Intervensi berbasis keluarga seperti pendampingan BKB, penyediaan pangan bergizi, dan kunjungan rumah (home visit) menjadi kunci untuk memastikan setiap keluarga mendapatkan dukungan secara menyeluruh.

Bagian dari Penanganan 8,6 Juta Keluarga Risiko Stunting di Indonesia

Kunjungan Menteri Wihaji ke Bogor ini menjadi bagian dari strategi nasional penanganan 8,6 juta keluarga risiko stunting (KRS) di seluruh Indonesia. Melalui pendekatan terintegrasi yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, jajaran puskesmas, kader, hingga Tim Pendamping Keluarga (TPK), intervensi dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Baca Juga :  KNKT Bongkar Penyebab Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya: Pintu Ruang Mesin Tidak Tertutup Rapat

Pendekatan jemput bola yang diperlihatkan pada kunjungan ini menunjukkan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan kerja lapangan yang intensif, terutama di daerah dengan topografi yang menantang seperti di sebagian wilayah Bogor.

Akses Sulit Bukan Penghalang: Pelayanan Harus Hadir Sampai Titik Terakhir

Dengan memilih turun langsung menggunakan motor lapangan, Menteri Wihaji ingin menegaskan bahwa akses tidak boleh menjadi penghalang bagi layanan kesehatan dan gizi keluarga. Model jangkauan seperti ini juga menjadi simbol apresiasi terhadap kerja para kader dan tenaga lapangan yang setiap hari bergerak hingga titik terdalam wilayah.

“Penanganan stunting membutuhkan keberpihakan nyata. Kita harus hadir sampai ke pintu rumah keluarga yang membutuhkan,” menjadi pesan kuat dari kunjungan ini.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat
Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas
FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi
Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA
Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:31 WIB

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:24 WIB

Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39 WIB

Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA

Berita Terbaru