Mapalus Pendidikan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Berkomitmen Dukung Merdeka Belajar

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 3 Juni 2024 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Iwan Syahril, memberikan apresiasi atas kolaborasi dan gotong royong pemerintah daerah (pemda) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara untuk transformasi pendidikan di wilayah tersebut pada puncak kegiatan Goes to School Championship: Mapalus Pendidikan di Pohon Kasih Kawasan Megamas, Manado, Sabtu (1/6). Mapalus sendiri adalah gotong-royong dalam bahasa Minahasa.

Dalam sambutannya, Dirjen Iwan mengungkapkan bahwa gerakan transformasi pendidikan di Sulawesi Utara telah menjadi salah satu contoh praktik baik bagaimana seluruh stakeholder dan ekosistem pendidikan mengambil peran dalam melakukan perubahan. Gerakan tersebut salah satunya terlihat dari bagaimana konsistensi kolaborasi yang dilakukan melalui agenda Goes to School Championship: Mapalus Pendidikan dalam upaya untuk mendorong literasi ekonomi bagi para pelajar, mahasiswa, dan guru di Sulawesi Utara, terutama tentang cinta, bangga dan paham Rupiah.

“Kolaborasi dan gotong-royong adalah faktor penting yang selalu ditekankan oleh Kemendikbudristek dalam kebijakan Merdeka Belajar. Karena Kemendikbudristek menyadari, Merdeka Belajar sebagai gerakan bersama, hanya akan terimplementasikan sampai ke tingkat akar rumput apabila seluruh ekosistem pendidikan terlibat,” terangnya.

Dirjen Iwan juga mengungkapkan terima kasih kepada pemda tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Sulut yang mendukung sepenuhnya kebijakan Merdeka Belajar. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya komitmen untuk membentuk Tim Transformasi Pendidikan dan dorongan untuk mengajak sebanyak-banyaknya mitra pembangunan terlibat dalam proses pemajuan pendidikan.

Baca Juga :  Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tegas Tolak Cabut Larangan Study Tour Meski Didemo Pekerja Wisata

“Pembentukan dan peluncuran Tim Transformasi Pendidikan pada hari ini adalah bukti bahwa Merdeka Belajar diterima sepenuhnya oleh Pemda Sulawesi Utara. Ini merupakan hasil kerja keras dan semangat dari pemda provinsi dan kabupaten/kota, dan BPMP Sulawesi Utara sebagai perpanjangan tangan Kemendikbudristek,” ujarnya.

Lebih lanjut Dirjen Iwan menekankan bahwa Merdeka Belajar adalah paradigma pembelajaran yang berorientasi pada murid dan sebuah cara yang tepat dalam melihat esensi transformasi pendidikan. Melalui kebijakan tersebut, sekolah dan guru dapat benar-benar fokus menjalankan tugasnya, yaitu mendorong pembelajaran di kelas sesuai tingkat kompetensi siswa.
Esensi Merdeka Belajar, terang Iwan, adalah menggali potensi terbesar para guru dan murid untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara mandiri. Mandiri bukan hanya mengikuti proses birokrasi pendidikan, tetapi benar-benar inovasi pendidikan.

Transformasi Pendidikan untuk Masa Depan

Selain peluncuran Tim Transformasi Pendidikan, di agenda tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen kerja sama dengan 131 mitra pembangunan daerah sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sulut. Penandatanganan komitmen tersebut juga bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara berbagai pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan, termasuk institusi pendidikan, pemerintah daerah, serta sektor swasta.

Baca Juga :  Waka DPR: Peluncuran Danantara Momentum Bangkitkan Ekonomi RI di Mata Dunia

Wakil Gubernur (Wagub) Sulut, Steven Kandouw, dalam pidatonya mengatakan bahwa melalui penandatanganan komitmen bersama tersebut Sulut ingin menunjukkan bagian penting dari proses untuk mendorong perbaikan pendidikan di provinsi tersebut melalui local genius masyarakat Sulut dengan istilah “mapalus”.

“Mapalus ini adalah prinsip gotong-royongnya dari Sulawesi Utara. Apa yang kita lakukan hari ini tentu tidak akan langsung terasa hari ini. Tapi akan berdampak di masa depan,” tegas Steven sembari mengungkapkan bahwa Sulut berkomitmen untuk mendukung kebijakan Merdeka Belajar.

Puncak agenda Go to School Championship: Mapalus Pendidikan diselenggarakan pada 31 Mei s.d. 1 Juni 2024. Dalam pelaksanaannya, juga diselenggarakan acara jalan sehat yang diikuti seribuan siswa, Lomba Bercerita Tingkat SMP, Lomba Dongeng Guru, Senam Profil Pelajar Pancasila, Games CBP (Cinta Bangga Paham) Rupiah. Kemudian ada Dialog Pendidikan Bersama Dirjen PAUD Dikdasmen, Lomba Canva Tingkat SMA/SMK, Festival Band Tingkat SMA/SMK, dan Konser Bersama Indonesia Bertutur yang diikuti lebih dari 300 pelajar.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru