KPK Tangkap Ketua dan Wakil Ketua PN Depok dalam OTT Dugaan Suap Lahan

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Depok, Jawa Barat, pihaknya mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat dalam praktik korupsi. Dari jumlah tersebut, tiga orang berasal dari lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Depok, sementara empat orang lainnya merupakan pihak swasta.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa salah satu dari tiga aparat peradilan yang diamankan merupakan Ketua Pengadilan Negeri Depok. Sementara empat orang lainnya berasal dari PT Karabha Digdaya (PT KRB), perusahaan yang diduga memiliki kepentingan langsung dalam perkara yang sedang ditangani di PN Depok.

“Tiga orang dari pihak PN Depok, salah satunya Ketua Pengadilan Negeri. Kemudian empat orang lainnya pihak-pihak dari PT KRB, salah satu direkturnya,” kata Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Baca Juga :  Bey Machmudin: Hormati Proses Hukum Terkait Penetapan Tersangka Sopir Bus Kecelakaan Subang

Selain mengamankan ketujuh orang tersebut, KPK juga menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan transaksi dalam perkara tersebut. Hingga saat ini, penyidik KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap seluruh pihak yang terjaring OTT guna mendalami peran masing-masing.

“Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang tertangkap. Dijadwalkan untuk dilakukan ekspose pada sekitar pukul 19.00,” ujar Budi.

Diduga Terkait Sengketa Lahan di Tapos

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan bahwa latar belakang OTT ini diduga berkaitan dengan sengketa lahan antara PT Karabha Digdaya (PT KRB) dengan masyarakat setempat di wilayah Tapos, Kota Depok. Sengketa tersebut diduga tengah berproses atau berkaitan dengan penanganan perkara di Pengadilan Negeri Depok.

Baca Juga :  Pemerintah Rombak Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, Andi Amran Sulaiman Targetkan Efisiensi Anggaran 20 Persen

Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyampaikan bahwa penyidik menduga telah terjadi perpindahan uang dari pihak swasta kepada aparat penegak hukum. Namun, KPK masih mendalami bentuk dan konstruksi hukum dari peristiwa tersebut.

“Diduga ada perpindahan uang dari pihak swasta ke aparat hukum. Nanti kami lihat, ya, ada delivery, apakah nanti itu bentuknya penyuapan atau pemerasan,” ujar Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).

Asep menegaskan bahwa KPK akan menelusuri secara mendalam seluruh rangkaian peristiwa, termasuk aliran dana, komunikasi antarpihak, serta keterkaitan OTT ini dengan perkara yang sedang atau akan ditangani di PN Depok. Penentuan pasal sangkaan akan dilakukan setelah proses gelar perkara selesai.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun
Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan
Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional
Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang
Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional
Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan

Berita Terbaru