Koalisi Kependudukan Jabar Soroti Ketimpangan Anggaran MBG Rp300 Triliun untuk Pembangunan SDM

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG – Ketua Koalisi Kependudukan Jawa Barat, Ferry Hadiyanto, menyoroti ketimpangan perhatian serta alokasi anggaran antara program pembangunan kependudukan dan program makan bergizi (MBG) dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Menurut Ferry, isu kependudukan dan pembangunan keluarga selama ini cenderung kalah menonjol dibandingkan program lain yang lebih populer di tengah masyarakat. Ia menilai ketimpangan tersebut tidak hanya terlihat dari sisi perhatian publik, tetapi juga dari besaran anggaran yang dialokasikan pemerintah.

“Bukan hanya isunya yang kalah, tetapi juga anggarannya sangat jauh berbeda. Program makan bergizi bisa mencapai lebih dari Rp300 triliun, sementara untuk kependudukan belum tentu mencapai Rp50 triliun,” ujar Ferry dalam Forum Komunikasi Media dan Lintas Sektor Program Bangga Kencana Jawa Barat di Bandung, Rabu (1/4/2026).

Ferry mengingatkan bahwa pembangunan SDM tidak seharusnya disederhanakan hanya pada aspek pemenuhan gizi. Ia menilai pendekatan tersebut berpotensi tidak efektif apabila tidak dibarengi dengan penguatan pembangunan keluarga sebagai fondasi utama.

Baca Juga :  Menteri Mu’ti Sambut Baik Kerja Sama Kemendikdasmen dan Kemendes PDT untuk Perbanyak PAUD di Desa

“Pembangunan SDM itu berawal dari keluarga. Memberi makan hanya sebagian kecil dari keseluruhan proses membangun keluarga,” katanya.

Ia juga mengkhawatirkan potensi pemborosan anggaran apabila program besar seperti MBG tidak terintegrasi dengan pendekatan pembangunan keluarga yang telah lama dijalankan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

“Kalau tidak dikawal dengan baik, anggaran sebesar itu bisa menjadi mubazir,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ferry mengapresiasi langkah perwakilan BKKBN Jawa Barat yang dinilai konsisten mengangkat isu pembangunan keluarga di tengah dominasi program MBG. Ia menilai berbagai inisiatif, seperti penerbitan buku Membangun Keluarga Jawa Barat dan kegiatan media gathering, menjadi upaya penting untuk memperkuat kembali narasi pembangunan keluarga.

Ferry juga menilai perubahan strategi BKKBN melalui program Bangga Kencana yang kini menempatkan pembangunan keluarga sebagai prioritas utama merupakan langkah yang tepat. Sebelumnya, fokus tersebut berada setelah program kependudukan dan keluarga berencana.

Baca Juga :  Kelurahan Baros Wakili Kota Cimahi Pada Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jawa Barat 2024

“Sekarang pembangunan keluarga ditempatkan di urutan pertama. Ini menunjukkan arah kebijakan yang ingin mengedepankan peran keluarga,” ujarnya.

Meski demikian, Ferry menegaskan bahwa sebagai aparatur sipil negara, pihaknya tetap mendukung dan menjalankan program pemerintah. Namun, ia menilai perlu adanya pengawasan agar implementasi program berjalan efektif serta selaras dengan tujuan pembangunan jangka panjang.

Ia juga melihat program MBG sebagai peluang bagi BKKBN untuk mengambil peran strategis dalam memastikan integrasi antara kebijakan gizi dan pembangunan keluarga.

“Ini kesempatan bagi BKKBN untuk terlibat mengawal program tersebut bersama pendekatan kependudukan dan pembangunan keluarga,” katanya.

Ferry berharap konsep integrasi tersebut dapat didorong hingga ke tingkat perencanaan nasional, termasuk melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, agar pembangunan SDM dapat berjalan lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat
Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas
FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi
Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA
Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:31 WIB

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:24 WIB

Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39 WIB

Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA

Berita Terbaru