Kemhan RI Gelar MPC Exercise Trident Resolve, Fokus Kesiapan Bencana Besar

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kemenhan

Foto : Kemenhan

Banten – Direktur Kesehatan Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan (Dirkes Ditjen Kuathan) Kementerian Pertahanan RI, Marsma TNI dr. Mukti Arja Berlian, Sp.PD., Sp.KP., MM., FINASIM., secara resmi membuka pertemuan Middle Planning Conference (MPC) dalam rangka kegiatan ADMM-Plus Experts’ Working Group Combined Field Training Exercise (FTX) “Exercise Trident Resolve” di Banten, Selasa (27/1/2026).

Pertemuan MPC ini menjadi tahapan penting dalam mematangkan koordinasi dan perencanaan latihan gabungan antarnegara anggota ASEAN Defence Ministers’ Meeting Plus (ADMM-Plus). Latihan tersebut mengintegrasikan tiga Kelompok Kerja Ahli (Experts’ Working Groups/EWG), yakni Kedokteran Militer (Military Medicine), Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana (Humanitarian Assistance and Disaster Relief/HADR), serta Keamanan Siber (Cyber Security) yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 di Provinsi Banten.

Baca Juga :  Wali Kota Depok dan Ketua TP PKK Dikukuhkan Sebagai Ayah dan Bunda GenRe Kota Depok

Dalam sambutannya, Marsma TNI dr. Mukti Arja Berlian menegaskan bahwa Exercise Trident Resolve dirancang dengan skenario bencana kompleks berskala besar, meliputi gempa bumi, erupsi Gunung Krakatau, hingga potensi tsunami. Skenario tersebut menuntut kesiapan bantuan internasional serta tingkat interoperabilitas yang tinggi antar Angkatan Bersenjata negara-negara ASEAN dan delapan negara mitra wicara, yakni Amerika Serikat, Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, dan Rusia.

“Latihan gabungan ini merupakan tonggak penting bagi kerja sama pertahanan ADMM-Plus. Kita menyatukan berbagai keahlian dalam satu kerangka kerja yang realistis untuk membangun confidence building measures serta meningkatkan kapasitas teknis di lapangan,” ujar Marsma TNI dr. Mukti Arja.

Baca Juga :  Jawa Barat Perkuat Sekolah Siaga Kependudukan melalui Rapat Koordinasi Tingkat Provinsi

Selain simulasi koordinasi dan latihan lapangan, EWG on Military Medicine yang diketuai bersama oleh Indonesia dan Amerika Serikat juga akan melaksanakan kegiatan bakti kesehatan melalui program Project-based Community Medical Development (PCMD) dan Medical Aid Provision (MAP). Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di Provinsi Banten.

Latihan ini juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan mitra internasional sebagai model penanggulangan bencana terpadu di masa depan.

Agenda MPC yang berlangsung pada 26–30 Januari 2026 mencakup berbagai rangkaian kegiatan teknis, antara lain Combined EWG Briefing, konferensi persiapan, lokakarya protokol komunikasi, hingga site survey guna memastikan kesiapan seluruh aspek operasional menjelang fase latihan puncak.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat
Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas
FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi
Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA
Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:31 WIB

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:24 WIB

Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39 WIB

Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA

Berita Terbaru