Kementerian Pertanian (Kementan) menggencarkan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah daerah selama Ramadan untuk memastikan pasokan dan distribusi daging sapi, daging ayam, serta telur ayam ras tetap aman hingga Idulfitri.
Hasil pengawasan di Depok, Bandung, Yogyakarta, Bogor, dan Bekasi menunjukkan pasokan di tingkat peternak dan rumah potong hewan (RPH) dalam kondisi cukup, sehingga harga di pasar relatif stabil sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP).
Di Depok, sidak di Pasar Depok Jaya dan Pasar Kemiri Muka mencatat harga telur Rp31.000–Rp32.000 per kilogram, daging ayam Rp37.000–Rp40.000 per kilogram, dan daging sapi sekitar Rp140.000 per kilogram. Direktur Pakan Kementan, Tri Melasari, menegaskan harga masih dalam batas normal.
Di Bandung, pemantauan dilakukan di RPH Kabupaten Bandung dan Pasar Kiaracondong. Harga karkas di tingkat RPH Rp105.000–Rp107.000 per kilogram, sementara di pasar daging sapi dijual Rp130.000–Rp140.000 per kilogram. Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menyebut kenaikan harga lebih disebabkan margin di tingkat pedagang, bukan dari hulu.
Sekretaris Jenderal Pinsar, Mukhlis Wahyudi, serta Ketua Asosiasi Bandar Daging Jawa Barat (Apresiasi Nusantara), Baehaqi, menegaskan komitmen pelaku usaha menjaga harga sesuai acuan.
Di Yogyakarta, sidak di Pasar Beringharjo dan sejumlah pasar lain menunjukkan harga daging sapi Rp125.000–Rp135.000 per kilogram, daging ayam Rp38.000–Rp40.000 per kilogram, serta telur Rp30.000–Rp31.000 per kilogram. Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH, Hendra Wibawa, memastikan pasokan aman dan harga terkendali.
Di Kabupaten Bogor, harga daging sapi Rp130.000 per kilogram sesuai HAP, sementara ayam Rp43.000–Rp45.000 per kilogram. Sekretaris Ditjen PKH, Nuryani Zainuddin, menegaskan pengawasan dilakukan berkelanjutan.
Sementara di Bekasi, harga daging sapi Rp130.000–Rp140.000 per kilogram, ayam Rp36.000–Rp40.000 per kilogram, dan telur Rp32.000–Rp33.000 per kilogram. Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, I Ketut Wirata, menegaskan pengawasan dilakukan dari hulu hingga hilir.
Sebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi praktik permainan harga dan siap mengambil langkah tegas jika ditemukan kenaikan yang tidak wajar.
Kementan mengajak pelaku usaha dan distributor menjaga komitmen terhadap harga acuan pemerintah serta mengimbau masyarakat melaporkan jika menemukan harga melebihi ketentuan, guna memastikan stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga hingga Idulfitri.


























