Kementan Guyur 1,7 Ton Cabai Rawit Merah ke Pasar Induk Kramat Jati, Harga Ditargetkan Maksimal Rp65 Ribu

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Pertanian (Kementan) kembali mengguyur sebanyak 1,7 ton cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati pada Minggu (22/2/2026). Langkah ini merupakan bagian dari upaya konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan harga cabai rawit merah di tingkat konsumen menjelang Ramadan.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi, mengungkapkan bahwa PIKJ akan terus menerima pasokan cabai rawit merah dari sentra produksi melalui dukungan champion cabai yang telah dibangun di berbagai daerah.

“Pasokan ke PIKJ akan terus kami jaga. Champion cabai di sentra produksi siap mengirimkan cabai rawit merah secara berkelanjutan agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan tetap terpenuhi,” ujar Agung.

Baca Juga :  Pemkot Cimahi Fasilitasi Hunian Rusunawa Untuk Keluarga Yang Tinggal Puluhan Jiwa Di Citeureup

Harga cabai rawit merah dari champion cabai dipatok di kisaran Rp50.000 per kilogram. Untuk menjaga harga tetap terjangkau, pemerintah melalui fasilitasi distribusi pangan memberikan subsidi biaya transportasi dari sentra produksi ke PIKJ. Dengan skema tersebut, harga di tingkat konsumen diharapkan tidak melebihi Rp65.000 per kilogram.

Sementara itu, harga komoditas hortikultura lain relatif stabil, seperti cabai rawit putih Rp30.000 per kilogram, cabai keriting hijau Rp25.000 per kilogram, cabai besar merah Rp40.000 per kilogram, dan cabai keriting merah Rp50.000 per kilogram. Dari seluruh jenis cabai tersebut, hanya cabai rawit merah yang mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga :  Bey Machmudin Sambut Kedatangan Perdana Scoot Airlines di BIJB Kertajati

Kenaikan harga dipicu curah hujan tinggi di sejumlah sentra produksi yang menghambat aktivitas pemetikan, serta meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan, termasuk tradisi nyekar atau ziarah kubur.

Di bawah komando Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Kementan memastikan akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan cabai di seluruh wilayah Indonesia. Koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan diperkuat untuk menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas pangan nasional selama Ramadan.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Jabar Revitalisasi 32 Hektare Kebun Karet Jalupang Subang
Lantik 41 Pejabat, Wali Kota Bandung Tekankan Integritas dan Prinsip 3P
Cegah Karhutla, Dedi Mulyadi Instruksikan Pendakian Gunung di Jabar Ditutup
Komisi III DPR Responsif Tangani Kasus Hukum, Dorong Reformasi hingga RUU Perampasan Aset
DPR Soroti Data Bansos Tak Akurat, Pekerja Rentan Bisa Kehilangan Bantuan
Prabowo: Strategi Transformasi Bangsa Fokus Angkat Jutaan Rakyat dari Kemiskinan
PT Pos Indonesia Gagal Bayar Bunga Sukuk Ijarah Rp11,65 Miliar
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG karena Tak Penuhi SLHS

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 06:19 WIB

Pemprov Jabar Revitalisasi 32 Hektare Kebun Karet Jalupang Subang

Rabu, 2 September 2026 - 06:16 WIB

Lantik 41 Pejabat, Wali Kota Bandung Tekankan Integritas dan Prinsip 3P

Rabu, 2 September 2026 - 06:10 WIB

Cegah Karhutla, Dedi Mulyadi Instruksikan Pendakian Gunung di Jabar Ditutup

Rabu, 2 September 2026 - 06:06 WIB

Komisi III DPR Responsif Tangani Kasus Hukum, Dorong Reformasi hingga RUU Perampasan Aset

Rabu, 2 September 2026 - 05:54 WIB

DPR Soroti Data Bansos Tak Akurat, Pekerja Rentan Bisa Kehilangan Bantuan

Berita Terbaru