Kemendikdasmen Tegaskan Sekolah Harus Jadi Ruang Aman dan Bermartabat bagi Guru dan Murid

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya menjadikan sekolah sebagai ruang yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh warga satuan pendidikan, baik guru maupun murid. Komitmen tersebut sejalan dengan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua yang terus didorong pemerintah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah merupakan perilaku yang tidak tepat dan bertentangan dengan upaya membangun budaya sekolah yang aman dan kondusif.

“Menanggapi kejadian di SMK Negeri 3 Jabung Timur, Jambi, kami menegaskan bahwa kekerasan di sekolah tidak dapat dibenarkan. Kami mendorong perlindungan hukum bagi guru dengan mengedepankan musyawarah dan kekeluargaan, serta memastikan murid mendapatkan pendampingan psikologis guna menjaga kesehatan mental mereka,” ujar Mu’ti di Jakarta, Rabu (21/1).

Baca Juga :  SERUNI Kabinet Merah Putih Tinjau Layanan Kesehatan dan KB di Kabupaten Bandung

Sebagai bentuk konkret perlindungan, Kemendikdasmen telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Menurut Mu’ti, kedua regulasi tersebut merupakan langkah strategis untuk menjamin hak guru dalam menjalankan tugas profesionalnya sekaligus memastikan hak murid untuk belajar dalam suasana yang aman dan nyaman.

“Pendidikan berkualitas hanya dapat terwujud apabila murid merasa aman dalam belajar, guru terlindungi secara hukum, dan sekolah menjadi ruang yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan,” jelasnya.

Baca Juga :  Rapat Koordinasi Awal Tingkat Provinsi Jawa Barat, Perkuat Sinergi Kampung Keluarga Berkualitas

Ia menambahkan, setiap persoalan yang muncul di lingkungan sekolah seharusnya diselesaikan melalui pendekatan edukatif, dialog yang menenangkan, serta mengedepankan semangat kekeluargaan.

Kemendikdasmen pun mendorong seluruh pemangku kepentingan pendidikan, baik pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, maupun masyarakat, untuk bersama-sama mengimplementasikan kedua regulasi tersebut.

“Kasus di SMK Negeri 3 Jabung Timur harus menjadi momentum evaluasi bersama agar budaya saling menghargai, menghormati, dan melindungi dapat semakin kuat di lingkungan sekolah,” pungkas Mu’ti.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru