Kemendikdasmen Tegaskan Komitmen Pengutamaan Bahasa Indonesia dan Pelestarian Bahasa Daerah di Kuningan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Juni 2025 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, didampingi Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, dan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Herawati, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Kamis (19/6). Kunjungan kerja ini dilakukan dalam rangka penguatan komitmen terhadap pengutamaan Bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah yang sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Penegasan komitmen tersebut telah diwujudkan dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia, sebagai acuan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat pelaksanaan pengawasan dan pembinaan secara sistematis dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Bahasa terus melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah penandatanganan komitmen bersama oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Kuningan, Penjabat (Pj). Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretaris Daerah. Proses penandatangan ini disaksikan oleh Wamendikdasmen, Kepala Badan Bahasa, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Sekretaris Ditjen Pendidikan Vokasi dan PKLK, serta Kepala BPMP Provinsi Jawa Barat.

Dalam momen ini, Wamen Fajar menegaskan bahwa bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sarana pembentukan jati diri, penguatan karakter, pemersatu bangsa, dan wadah ekspresi kebudayaan. Fajar menekankan bahwa keberhasilan program pengutamaan dan pelestarian ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat.

Baca Juga :  Mau Tambah Modal Usaha, Yuk Ajukan Kredit UMKM ke bank bjb. Ada Promo Diskon 63% dan Cashback

Ia mengajak semua pihak untuk menjaga Bahasa Indonesia sebagai simbol pemersatu bangsa sekaligus merawat bahasa daerah sebagai akar budaya yang memperkaya identitas nasional. “Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan kita. Namun, kekayaan bangsa juga terletak pada keragaman bahasa daerah yang hidup di tengah masyarakat. Menjaga keduanya berarti menjaga masa depan kebudayaan kita,” ujar Wamen Fajar.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, berkomitmen untuk mengutamakan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di ruang publik, naskah dinas pemerintahan, dan satuan pendidikan, sekaligus menjaga kelestarian bahasa daerah sebagai warisan dan identitas bangsa.

Sementara itu, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengungkapkan bahwa pengutamaan Bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah harus berjalan beriringan melalui program konkret di lapangan. Beberapa langkah konkret Badan Bahasa bersama unit pelaksana teknis Kemendikdasmen di Provinsi Jawa Barat akan mendukung program peningkatan sumber daya manusia di bidang pendidikan di Kabupaten Kuningan. Rencana kerja yang meliputi pelatihan dan peningkatan kompetensi guru dalam penguasaan berbahasa Indonesia yang baik dan benar, pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa indonesia (UKBI) bagi para guru dan siswa, dan pelaksana pelestarian bahasa daerah dalam pembelajaran muatan lokal dan ruang kreativitas di satuan pendidikan.

Baca Juga :  KPK Serahkan Aset Rampasan Rp23,3 Miliar ke Pemprov Jawa Barat, Dedi Mulyadi: Perkuat Layanan Publik dan Cegah Korupsi Kultural

Tidak hanya itu, Badan Bahasa juga merangkul perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Kuningan, dengan menandatangani Perjanjian Kerja Sama bersama Universitas Muhammadiyah Kuningan terkait pengembangan kebahasaan dan kesastraan. Kolaborasi dengan perguruan tinggi di Kuningan ini merupakan upaya perwujudan partisipasi semesta, khususnya lembaga pendidikan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas, unggul dan berkarakter.

Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan, Wawang Anwarudin, menyatakan saat ini telah dibuka program studi Bahasa Sunda sebagai bentuk nyata komitmennya terhadap pelestarian bahasa daerah di Jawa Barat. Diharapkan dengan adanya program studi tersebut, akan lulusan perguruan tinggi yang memiliki kemampuan dan keunggulan dalam pembelajaran Bahasa Sunda dan menciptakan ruang kreativitas berkarya dalam Bahasa Sunda yang berbasis pada budaya dan kearifan lokal.

Hafidz berharap melalui sinergi yang erat antara Badan Bahasa, Pemerintah Kabupaten Kuningan, dan Universitas Muhammadiyah Kuningan, akan terus memperteguh penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar, sekaligus menjaga kelestarian bahasa daerah.

Salah satu kegiatan penting dalam kunjungan ini adalah keikutsertaan Wamen Fajar dalam Upacara Seren Taun di Cigugur, sebuah tradisi tahunan masyarakat Sunda yang kaya akan nilai spiritual dan budaya. Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar menekankan pentingnya kearifan lokal sebagai sumber literasi dan pembelajaran karakter. “Pelestarian bahasa daerah adalah bagian tak terpisahkan dari proses edukasi yang berakar pada budaya bangsa,” tutup Wamen Fajar.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD
Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4
Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh
Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik
Mentan Andi Amran Sulaiman Perkuat BRMP Provinsi, Kementan Terapkan Meritokrasi dan Awasi Alsintan
Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026
Pemdaprov Jawa Barat Siapkan 60 Posko Piket Lebaran 2026 dan 19 DRU, Jalan Provinsi 91,68 Persen Mantap
Nasyirul Falah Amru Dorong Kejaksaan Agung Eksaminasi Kasus Hukuman Mati ABK Fandy dan Mahasiswa Unram

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:03 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD

Senin, 2 Maret 2026 - 17:02 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:56 WIB

Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:43 WIB

Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:03 WIB

Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026

Berita Terbaru