Kemendikdasmen Perkuat Program Relawan Pendidikan 2026 untuk Tangani Anak Tidak Sekolah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui Program Relawan Pendidikan Tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas jangkauan layanan pendidikan berbasis partisipasi masyarakat dan komunitas.

Sebagai langkah penguatan program, Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah melaksanakan pelepasan relawan pendidikan secara serentak di 10 kabupaten lokus program, yakni Kabupaten Sampang, Ogan Komering Ilir, Lampung Tengah, Mimika, Maluku Tengah, Jeneponto, Agam, Tapanuli Selatan, Aceh Tamiang, dan Indramayu.

Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (PNFI), I Gusti Made Ardana, mengatakan relawan pendidikan memiliki peran penting dalam menjangkau anak-anak yang belum memperoleh layanan pendidikan secara optimal.

“Program Relawan Pendidikan hadir sebagai bagian dari upaya penjangkauan berbasis komunitas. Relawan tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga memastikan anak-anak yang belum terjangkau dapat kembali terhubung dengan layanan pendidikan yang sesuai dan berkelanjutan,” ujar Made di Jakarta, Rabu (28/5/2026).

Baca Juga :  Pemkot Bandung Siapkan Sejumlah Rencana Atasi Krisis TPA Sarimukti

Menurutnya, program tersebut juga diarahkan untuk menghasilkan data ATS yang lebih akurat dan mutakhir sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan nasional maupun daerah. Selain mendata, relawan pendidikan turut melakukan identifikasi penyebab anak putus sekolah, memetakan kebutuhan belajar, serta memperkuat edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan.

Kemendikdasmen mencatat adanya peningkatan signifikan dalam pelaksanaan program tersebut. Pada 2025, Program Relawan Pendidikan hanya menjangkau 4 kabupaten dengan 105 relawan. Sementara pada 2026, cakupan program berkembang menjadi 10 kabupaten/kota, 50 kecamatan, dan melibatkan 261 relawan pendidikan.

“Terjadi peningkatan yang sangat signifikan, baik dari sisi jangkauan wilayah maupun kekuatan relawan. Ini menunjukkan semakin besarnya kepercayaan, dukungan, dan kolaborasi berbagai pihak dalam penanganan Anak Tidak Sekolah,” ungkap Made.

Program Relawan Pendidikan juga sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah yang menempatkan penanganan ATS sebagai prioritas nasional.

Di berbagai daerah, pemerintah daerah turut memberikan dukungan terhadap program ini. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andri, menyebut relawan pendidikan membantu pemerintah menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang selama ini sulit terdata.

Baca Juga :  Pelantikan Pengurus DKM Pusdai Jabar: Gubernur Tekankan Pengelolaan Masjid dengan Keikhlasan dan Profesionalisme

“Tantangan terbesar yang kami rasakan adalah masalah validitas data. Data ini sangat penting sebagai dasar untuk bergerak dan merancang kerja-kerja penanganan ATS,” katanya.

Dukungan serupa juga datang dari organisasi mitra dan relawan pendidikan di daerah. Relawan Pendidikan Kabupaten Agam, Lailina Zarmi Putri, mengatakan pendidikan merupakan hak setiap anak dan menjadi dasar penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Koordinator Relawan dari Organisasi Mitra DPD PIKI Maluku, Dian Sutiksno, menilai program tersebut sangat membantu menjangkau anak-anak di wilayah kepulauan dan desa terpencil yang membutuhkan pendampingan pendidikan secara langsung.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan relawan pendidikan, Kemendikdasmen berharap semakin banyak anak tidak sekolah yang dapat kembali memperoleh akses pendidikan dan masa depan yang lebih baik.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat
Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas
FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi
Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA
Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:31 WIB

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:24 WIB

Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39 WIB

Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA

Berita Terbaru