Kemendikdasmen Gencarkan Literasi Digital sebagai Pendorong Daya Saing Bangsa

- Jurnalis

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (PNFI), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) menggelar Webinar Nasional Seri 1 Menuju Hari Aksara Internasional (HAI) 2025 secara daring melalui kanal YouTube Direktorat PNFI, Rabu (13/8). Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HAI 2025 yang mengusung tema nasional “Kesalehan Literasi Digital, Membangun Peradaban”.

Pada kesempatan ini, Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin menjadi pembicara utama yang mengangkat topik “Kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK dalam Penguatan Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal bagi Daya Saing Pendidikan Masyarakat”. Ia menegaskan bahwa penguatan pendidikan nonformal dan informal merupakan strategi penting dalam meningkatkan daya saing bangsa di tengah disrupsi teknologi, perubahan ekonomi, dan dinamika demografi global.

“Tantangan di abad ke-21 dan kebutuhan keterampilan di masa depan menuntut kita untuk merespons beragam disrupsi teknologi dan perubahan ekonomi serta demografi. Hal Ini dapat dilihat dari 86% perusahaan global yang telah melakukan digitalisasi. Indonesia juga menghadapi transisi hijau sebagai respons terhadap perubahan iklim, yang membuka peluang baru di sektor energi terbarukan. Di sisi lain, ketidakpastian global akibat fragmentasi ekonomi dan politik menuntut kepemimpinan serta komunikasi lintas budaya yang kuat,” paparnya.

Baca Juga :  Monev Kampung Keluarga Berkualitas di Kabupaten Cirebon Perkuat Percepatan Target

Ia memetakan empat tantangan besar yang perlu diantisipasi, yaitu 1) pengembangan AI literacy agar masyarakat siap bersaing di pasar kerja global, 2) integrasi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045, 3) penanggulangan ancaman digital seperti hoaks dan perundungan daring, serta 4) penguatan keadaban digital berbasis nilai-nilai luhur bangsa.

Dirjen Tatang juga menegaskan komitmen Kemendikdasmen dalam mengentaskan anak tidak sekolah melalui pendidikan keaksaraan dasar, lanjutan, hingga keaksaraan mandiri, yang diharapkan berdampak pada peningkatan rata-rata lama sekolah dan Indeks Pembangunan Manusia.

Pada sesi kedua, hadir pula Pengembang Kurikulum Ahli Madya Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Yusri Saad dan Akademisi Universitas Pendidikan Indonesia, Elih Sudiapermana, yang membahas “Pembelajaran Mendalam pada PNFI: Membangun Ruang Belajar yang Menghidupkan”. Mereka menekankan pentingnya pembelajaran yang bermakna (meaningful learning), menggembirakan (joyful learning), dan membangkitkan kesadaran belajar (mindful learning).

Baca Juga :  Prabowo dan Donald Trump Teken Perjanjian Perdagangan Timbal Balik RI–AS di Washington D.C.

Hari Aksara Internasional yang diperingati setiap 8 September, ditetapkan sejak Konferensi Dunia tentang Pemberantasan Buta Huruf UNESCO di Teheran, Iran, pada 1965. Bagi Indonesia, momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat akan perjalanan panjang memberantas buta huruf—dari 97% pada awal kemerdekaan hingga kini menjadi jauh lebih rendah. Di era digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI), literasi tak lagi sebatas membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kecakapan akademik, keterampilan fungsional, dan karakter tangguh menghadapi tantangan teknologi.

Melalui webinar ini, Direktorat PNFI memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi pendidikan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang cakap literasi, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. Rangkaian webinar akan berlanjut hingga puncak peringatan HAI 2025 pada 8 September mendatang.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD
Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4
Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh
Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik
Mentan Andi Amran Sulaiman Perkuat BRMP Provinsi, Kementan Terapkan Meritokrasi dan Awasi Alsintan
Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026
Pemdaprov Jawa Barat Siapkan 60 Posko Piket Lebaran 2026 dan 19 DRU, Jalan Provinsi 91,68 Persen Mantap
Nasyirul Falah Amru Dorong Kejaksaan Agung Eksaminasi Kasus Hukuman Mati ABK Fandy dan Mahasiswa Unram

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:03 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD

Senin, 2 Maret 2026 - 17:02 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:56 WIB

Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:43 WIB

Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:03 WIB

Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026

Berita Terbaru