Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026: Kemendikdasmen Dorong Bahasa Daerah Hidup di Sekolah dan Era AI

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEPOK – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bersama. Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026, pemerintah bersama generasi muda menunjukkan komitmen bahwa bahasa ibu tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi penerus.

Festival yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) berlangsung pada 22–26 Mei 2026 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Bojongsari, Depok, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 sekaligus momentum penting dalam upaya pelindungan dan revitalisasi bahasa daerah di Indonesia.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Menurutnya, bahasa daerah harus hadir dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan pendidikan.

“Jika bahasa daerah hanya hadir dalam buku atau sekadar menjadi mata pelajaran tanpa digunakan dalam pembelajaran sehari-hari, maka lama-kelamaan bahasa daerah hanya akan menjadi kenangan,” ujarnya saat Puncak Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional di Gedung Garuda PPSDM Kemendikdasmen, Senin (25/5/2026).

Atip mendorong penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar dalam proses belajar mengajar agar generasi muda tetap akrab dan bangga terhadap bahasa ibu mereka. Selain itu, ia menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi untuk mendukung pelestarian bahasa daerah di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Baca Juga :  Menhan Sjafrie Tekankan Nasionalisme Wartawan saat Retret PWI di Bogor

Menurutnya, pengembangan teknologi berbasis Large Language Model (LLM) perlu dioptimalkan sehingga bahasa-bahasa daerah Indonesia dapat digunakan secara luas dalam berbagai platform digital dan aplikasi AI di masa depan.

“Bahasa daerah juga harus masuk ke dalam ekosistem AI agar tetap relevan dan terus digunakan generasi muda,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional merupakan puncak dari Program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang telah dilaksanakan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.

Program tersebut mencakup koordinasi lintas instansi, penyusunan bahan ajar, pelatihan guru, pengimbasan di sekolah, hingga penyelenggaraan festival secara berjenjang dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, hingga provinsi.

“Tahun ini wajah pendidikan nasional kita semakin ramah terhadap keberagaman,” ujar Hafidz.

Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026 mengusung tema “Suara Tunas Bahasa Ibu dalam Pendidikan Multibahasa” dan menghadirkan 137 peserta terbaik tingkat provinsi yang mewakili 105 bahasa dan dialek dari 36 provinsi di Indonesia. Para peserta merupakan siswa sekolah dasar dan menengah yang telah mengikuti program revitalisasi bahasa daerah di daerah masing-masing.

Berbagai penampilan budaya ditampilkan dalam festival ini, mulai dari tembang tradisional, pidato berbahasa daerah, dongeng, hingga pertunjukan seni kreatif yang mengangkat kekayaan bahasa dan budaya Nusantara. Selain menjadi ajang unjuk bakat, festival ini juga menjadi ruang perjumpaan lintas budaya yang mempererat persatuan generasi muda Indonesia.

Baca Juga :  Perubahan RUU Keimigrasian, Wujud Optimalisasi Penegakan Kedaulatan atas Wilayah NKRI

Salah satu peserta, Rahmi Oktavia, siswi kelas IX SMPN 1 Rambah Hilir, mengaku bangga dapat membawakan Tembang Tradisi Onduo dalam festival tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk melestarikan bahasa daerah sekaligus memperkuat sikap toleransi terhadap keberagaman budaya Indonesia.

“Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu ini, kami bisa melestarikan bahasa daerah masing-masing sekaligus belajar toleransi,” ujarnya.

Rahmi juga mengajak generasi muda untuk tidak malu menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai kebiasaan sederhana seperti berbicara menggunakan bahasa ibu di rumah maupun lingkungan sekitar merupakan langkah penting untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah.

“Dengan terus menuturkannya, kita ikut menjaga warisan budaya daerah agar tetap hidup,” pungkasnya.

Ringkasan

Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026 menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dan generasi muda dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah. Selain didorong untuk digunakan di lingkungan pendidikan, bahasa daerah juga diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan masuk ke ekosistem kecerdasan buatan agar tetap relevan di era digital.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun
Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan
Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional
Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang
Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional
Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan

Berita Terbaru