Dukung Pertumbuhan Ekonomi, bank bjb Tawarkan Savings Bond Retail Seri SBR013 

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 10 Juni 2024 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah kembali menerbitkan Savings Bond Retail seri SBR013, sebuah instrumen investasi yang menawarkan pilihan tenor menarik dan kupon kompetitif. Dalam kesempatan ini, bank bjb turut berpartisipasi dengan menawarkan SBR013 kepada masyarakat, sebagai salah satu bentuk layanan investasi yang dapat diandalkan.

Widi Hartoto, Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, menjelaskan bahwa SBR013 adalah pilihan investasi yang menarik dengan keuntungan stabil dan risiko yang relatif rendah.

Terdapat dua pilihan tenor, yaitu SBR013T2 tenor 2 tahun dengan kupon Floating with Floor 6.45% p.a dan SBR013T4 tenor 4 tahun dengan kupon Floating with Floor 6.60% p.a. Kupon SBR013 merupakan kupon SBR tertinggi sejak 2020 atau dalam 5 tahun terakhir. SBR013 memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pendapatan rutin setiap bulan melalui kupon obligasi.

Penawaran SBR013 ini berlaku mulai tanggal 10 Juni hingga 4 Juli 2024. Para investor bisa melakukan pemesanan melalui bank bjb dengan proses yang mudah dan cepat. Disampaikan Widi, bank bjb menyediakan layanan terbaik untuk memudahkan masyarakat berinvestasi di SBR013.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Keluarkan Edaran Pembelajaran, Belajar Aman dan Nyaman Prioritas Utama

“Ini adalah kesempatan bagus untuk mewujudkan cita-cita finansial bersama bank bjb,” tambah Widi.

SBR013 diharapkan dapat menarik minat masyarakat luas, terutama mereka yang mencari instrumen investasi yang aman dan memberikan hasil yang stabil. Dengan adanya kupon floating, investor mendapatkan keuntungan dari kenaikan suku bunga, namun tetap memiliki perlindungan dengan adanya batas minimal (floor).

Selain itu, partisipasi bank bjb dalam menawarkan SBR013 juga mencerminkan komitmen bank dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

“Kami berharap masyarakat bisa lebih aktif dalam berinvestasi dan memanfaatkan produk-produk keuangan yang ada untuk mencapai tujuan keuangan mereka,” ucap Widi.

Adapun Savings Bond Ritel (SBR) adalah salah satu instrumen Surat Utang Negara (SUN) yang diperuntukkan bagi investor individu Warga Negara Indonesia di pasar perdana. SBR memiliki karakteristik tidak dapat diperjualbelikan (non-tradable) di pasar sekunder, namun ada fasilitas early redemption atau pencairan lebih awal sebagian sebelum tanggal jatuh tempo, serta jenis kupon mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor).

Baca Juga :  Mensesneg: Pergantian Pimpinan BGN Tidak Ganggu Program Makan Bergizi Gratis

SBR013 terbit tanpa warkat dengan nilai minimal pemesanan Rp1 juta (1 unit) dan maksimal pemesanan Rp5 miliar untuk tenor 2 tahun dan Rp10 miliar untuk tenor 4 tahun. Gabungan dari kedua tenor, maka kuota maksimal pemesanan per investor senilai Rp15 miliar.

Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan SBR013, masyarakat dapat mengunjungi kantor cabang bank bjb terdekat atau mengakses layanan online melalui situs resmi bank bjb.

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk berinvestasi demi masa depan yang lebih baik bersama bank bjb. Segera pesan SBR013 di bank bjb.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Per 10 Juni 2026, Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik Harga
Menkes Dukung Empat Langkah Baru BGN, MBG Kini Fokus pada Ibu Hamil, Menyusui dan Balita
Kemendikdasmen dan KemenPPPA Bersinergi Wujudkan Ruang Digital Ramah Anak Indonesia
Diduga Cemarkan Nama Organisasi di Zoom, Tani Merdeka Jabar Layangkan Somasi ke Kadis Pertanian Indramayu
Wamendikdasmen: Sekolah Harus Menjadi Ruang Tumbuh Inovasi dan Kemandirian Siswa
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG 2026
Purbaya Tegaskan Transaksi di Pelabuhan Wajib Pakai Rupiah: “Kalau Ada yang Paksa Dolar, Saya Hajar”
Menteri Maman Tegaskan Tarif PPh Final UMKM Tetap 0,5 Persen, Tidak Ada Kenaikan Pajak

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:21 WIB

Per 10 Juni 2026, Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik Harga

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:12 WIB

Menkes Dukung Empat Langkah Baru BGN, MBG Kini Fokus pada Ibu Hamil, Menyusui dan Balita

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:06 WIB

Kemendikdasmen dan KemenPPPA Bersinergi Wujudkan Ruang Digital Ramah Anak Indonesia

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:33 WIB

Diduga Cemarkan Nama Organisasi di Zoom, Tani Merdeka Jabar Layangkan Somasi ke Kadis Pertanian Indramayu

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:21 WIB

Wamendikdasmen: Sekolah Harus Menjadi Ruang Tumbuh Inovasi dan Kemandirian Siswa

Berita Terbaru