Disdik Kota Bandung Perkuat Kolaborasi OPD Tangani Kesehatan Mental Pelajar

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 06:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Diskominfo Kota Bandung/rka)

(Diskominfo Kota Bandung/rka)

Bandung — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung memperkuat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menangani persoalan kesehatan mental dan penguatan karakter pelajar. Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan terkait pentingnya membangun ketahanan mental anak sejak usia dini.

Penguatan tersebut difokuskan pada peserta didik jenjang TK, SD, hingga SMP, sebagai upaya pencegahan dini terhadap berbagai persoalan psikologis yang kian kompleks di kalangan pelajar.

Kepala Disdik Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, mengatakan penguatan kesehatan mental siswa sejatinya telah dimulai sejak tahun 2025 melalui berbagai program strategis. Salah satunya adalah program penguatan karakter dengan pendekatan bela negara yang melibatkan TNI dan Polri.

“Program ini diluncurkan oleh Pak Wali Kota untuk membangun pola pikir positif anak-anak, menanamkan kemandirian, rasa tanggung jawab, serta ketahanan mental agar mereka tidak mudah terprovokasi atau terintimidasi. Tahun lalu kami prioritaskan untuk siswa kelas 9 SMP karena berada pada fase paling rentan,” kata Asep di Pendopo Kota Bandung, Jumat (6/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, Disdik Kota Bandung berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta Dinas Sosial (Dinsos). Ketiga OPD tersebut dinilai memiliki program strategis yang saling melengkapi dalam upaya penguatan karakter dan kesehatan mental anak.

Baca Juga :  Kolaborasi Pentahelix dengan Kesamaan Visi Untuk Menyiapkan Masa Depan Indonesia

“Penanganan kesehatan mental tidak bisa berdiri sendiri. Harus kolaboratif, karena persoalan anak menyentuh aspek pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, hingga sosial,” jelasnya.

Asep mengungkapkan, dalam waktu dekat Disdik akan mengumpulkan seluruh guru Bimbingan Konseling (BK) se-Kota Bandung untuk mendapatkan penguatan kapasitas. Disdik juga akan menggandeng Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) untuk memberikan pelatihan serta pemetaan kompetensi guru BK.

“Nanti para guru BK akan dibekali keilmuan oleh para psikolog agar lebih fokus mendeteksi perubahan perilaku, pola pikir, dan potensi risiko pada anak-anak. Usia SMP ini masa yang sangat rentan, tergantung bagaimana kita mengarahkan dan mengisi pola pikir mereka,” ujarnya.

Selain penguatan guru BK, Disdik Kota Bandung juga memiliki tenaga psikolog yang melakukan asesmen terhadap siswa yang terindikasi mengalami persoalan kesehatan mental. Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar penanganan lanjutan, mulai dari pendampingan intensif di sekolah hingga rujukan ke layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan anak.

Baca Juga :  Harmonisasi Rancangan Peraturan Menteri tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia

“Jika hasil asesmen masih memungkinkan anak tetap belajar di sekolah umum, maka guru BK akan mengawal secara khusus. Namun jika kemampuan anak berada jauh di bawah rata-rata, kami akan berkomunikasi dengan orang tua dan mengoordinasikan rujukan ke sekolah berkebutuhan khusus seperti SLB,” ungkap Asep.

Berdasarkan data Dapodik, terdapat ribuan peserta didik berkategori disabilitas di Kota Bandung yang menjadi perhatian khusus Disdik. Penanganan dilakukan tidak hanya di sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta dengan skema akomodasi sesuai regulasi yang berlaku.

Ke depan, kolaborasi dengan Dinkes juga akan diperkuat hingga tingkat kewilayahan melalui puskesmas. Anak-anak yang terindikasi mengalami persoalan kesehatan mental akan ditangani secara bertahap, dimulai dari sekolah dan dilanjutkan ke layanan kesehatan jika diperlukan.

“Harapannya, sekolah bisa menjadi ruang aman bagi anak-anak. Bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga tempat bertumbuh secara mental dan emosional,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun
Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan
Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional
Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang
Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional
Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan

Berita Terbaru