Daftar Buah yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Penderita Diabetes, Ini Penjelasan Lengkapnya

- Jurnalis

Minggu, 18 Januari 2026 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buah-buahan dikenal sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat yang baik bagi kesehatan. Namun bagi penderita diabetes melitus, tidak semua buah aman dikonsumsi. Beberapa jenis buah mengandung gula alami dan indeks glikemik tinggi yang dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah secara cepat apabila dikonsumsi tanpa pengaturan porsi.

Diabetes merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah akibat gangguan produksi atau kerja hormon insulin. Oleh karena itu, pengaturan pola makan, termasuk pemilihan buah, menjadi bagian penting dalam pengendalian penyakit ini.

Berikut jenis buah yang sebaiknya dihindari atau dibatasi oleh penderita diabetes, lengkap dengan alasannya:

Semangka

Semangka memiliki kandungan air yang tinggi, namun juga memiliki indeks glikemik tinggi. Hal ini menyebabkan gula dalam semangka cepat diserap tubuh dan berpotensi memicu lonjakan gula darah meski rasanya tidak terlalu manis.

Nanas

Buah nanas mengandung karbohidrat dan gula alami dalam jumlah cukup tinggi. Selain itu, nanas memiliki indeks glikemik sedang hingga tinggi, sehingga konsumsinya perlu dibatasi, terutama saat kadar gula darah tidak stabil.

Baca Juga :  Peringatan Darurat' di Bandung Hari Ini Kamis 22 Agustus 2024

Mangga Matang

Mangga matang mengandung fruktosa dan glukosa yang tinggi. Semakin matang mangga, semakin tinggi kadar gulanya. Konsumsi mangga dalam porsi besar dapat menyebabkan peningkatan gula darah secara signifikan.

Pisang Matang

Pisang merupakan sumber energi yang baik, namun kandungan gulanya meningkat seiring tingkat kematangan buah. Pisang matang, terutama pisang ambon dan pisang raja, memiliki kadar gula yang cukup tinggi bagi penderita diabetes.

Anggur

Anggur mengandung gula alami cukup tinggi dan sering dikonsumsi dalam jumlah banyak tanpa disadari. Hal ini membuat asupan gula meningkat secara cepat.

Buah Kering

Buah kering seperti kurma, kismis, dan aprikot kering memiliki kadar gula yang jauh lebih tinggi dibandingkan buah segarnya karena kandungan airnya telah dihilangkan. Dalam porsi kecil sekalipun, buah kering dapat menyumbang gula yang besar.

Ceri Manis

Ceri manis memiliki kandungan gula lebih tinggi dibandingkan ceri asam. Jika dikonsumsi tanpa kontrol porsi, buah ini dapat meningkatkan kadar gula darah.

Sirsak

Sirsak mengandung karbohidrat dan gula dalam jumlah cukup tinggi. Konsumsi berlebihan dapat berdampak pada peningkatan kadar gula darah.

Baca Juga :  Dari Beijing, Presiden Prabowo Subianto Tiba di Washington DC

Selain buah segar, penderita diabetes juga perlu mewaspadai bentuk olahan buah, seperti jus buah tanpa ampas, jus buah kemasan, serta smoothie dengan tambahan gula, sirup, atau madu. Olahan tersebut menghilangkan sebagian besar serat alami buah sehingga gula lebih cepat diserap tubuh.

Meski harus berhati-hati, penderita diabetes tetap dapat mengonsumsi buah dengan memilih jenis yang tepat seperti apel, pir, stroberi, blueberry, jambu biji, kiwi, dan alpukat. Buah-buah ini memiliki indeks glikemik relatif rendah dan kandungan serat lebih tinggi sehingga membantu memperlambat penyerapan gula.

Agar tetap aman, penderita diabetes disarankan mengonsumsi buah dalam porsi kecil dan terukur, memilih buah dengan indeks glikemik rendah, mengutamakan buah utuh dibanding jus, serta mengombinasikannya dengan protein atau lemak sehat agar gula darah lebih stabil.

Dengan pemilihan buah yang tepat dan pola makan seimbang, penderita diabetes tetap dapat memperoleh manfaat nutrisi dari buah tanpa harus khawatir mengalami lonjakan gula darah.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Canangkan Bulan Pemberdayaan Perempuan, Dorong Kesetaraan lewat Pendidikan
Alumni LPDP Perkuat Pemanfaatan IFP di Sekolah 3T, Dorong Digitalisasi Pembelajaran
Indonesia Kutuk Serangan UNIFIL di Lebanon, 3 Prajurit TNI Gugur, Desak Investigasi PBB
Forum Bangga Kencana Jabar 2026 Perkuat Sinergi Media dan Lintas Sektor
BKKBN Jabar Genjot Program Prioritas 2026, Fokus Tingkatkan Kualitas Keluarga
Koalisi Kependudukan Jabar Soroti Ketimpangan Anggaran MBG Rp300 Triliun untuk Pembangunan SDM
Pegadaian Jawa Barat Salurkan Bantuan ke 10 Panti Sosial, Wujudkan Kepedulian Lewat Program Peduli-Dhuafa 2026
PP TUNAS Resmi Berlaku, Platform Digital Wajib Batasi Akses Anak

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 11:15 WIB

Kemendikdasmen Canangkan Bulan Pemberdayaan Perempuan, Dorong Kesetaraan lewat Pendidikan

Kamis, 2 April 2026 - 11:10 WIB

Alumni LPDP Perkuat Pemanfaatan IFP di Sekolah 3T, Dorong Digitalisasi Pembelajaran

Rabu, 1 April 2026 - 19:49 WIB

Indonesia Kutuk Serangan UNIFIL di Lebanon, 3 Prajurit TNI Gugur, Desak Investigasi PBB

Rabu, 1 April 2026 - 19:03 WIB

Forum Bangga Kencana Jabar 2026 Perkuat Sinergi Media dan Lintas Sektor

Rabu, 1 April 2026 - 18:55 WIB

BKKBN Jabar Genjot Program Prioritas 2026, Fokus Tingkatkan Kualitas Keluarga

Berita Terbaru