Cucun Ahmad Minta Publik Percaya Gubernur BI Baru, Tegaskan Pentingnya Stabilitas Moneter

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dalam konferensi pers di Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026), menanggapi dinamika dan respons pasar atas penetapan Gubernur Bank Indonesia yang baru. Foto : Sari/Andri

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dalam konferensi pers di Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026), menanggapi dinamika dan respons pasar atas penetapan Gubernur Bank Indonesia yang baru. Foto : Sari/Andri

KLOPAKINDONESIA – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meminta publik dan pelaku pasar untuk memberikan ruang serta kepercayaan kepada Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru dalam menjalankan tugas menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional. Ia menilai pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia merupakan bagian dari mekanisme konstitusional yang wajar dan harus disikapi secara proporsional.

“Setiap kali ada pergantian Gubernur Bank Indonesia, respons pasar pasti muncul. Namun, kita perlu memberi kesempatan kepada Gubernur BI yang baru untuk bekerja dan membuktikan kapasitasnya,” ujar Cucun dalam konferensi pers di Ruang Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Menurut Cucun, posisi Gubernur Bank Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas moneter, nilai tukar rupiah, serta pengendalian inflasi. Oleh karena itu, kepemimpinan di BI seharusnya dinilai berdasarkan kinerja dan kebijakan yang dihasilkan, bukan dari spekulasi jangka pendek di pasar.

Baca Juga :  Menimbang Berbagai Jenis Investasi, Antara Progresif Hingga Moderat Beserta Risikonya

“Gubernur BI bukan figur politik, melainkan profesional yang bekerja berdasarkan mandat undang-undang. Kita perlu melihat terlebih dahulu bagaimana kebijakan moneternya dijalankan,” tegas politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Cucun juga menekankan pentingnya sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia berharap Gubernur BI yang baru mampu memperkuat koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah soliditas kebijakan fiskal dan moneter. Gubernur BI harus mampu menjadi penghubung yang kuat agar kebijakan ekonomi negara saling menguatkan,” kata Legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat II itu.

Lebih lanjut, Cucun menyebut Bank Indonesia memiliki peran penting sebagai shock absorber ketika perekonomian nasional menghadapi tekanan, baik dari faktor domestik maupun global. Karena itu, keberadaan Gubernur BI yang kredibel dan independen dinilai sangat menentukan dalam menjaga kepercayaan pasar dan masyarakat.

Baca Juga :  BSKDN Kemendagri Bicara Strategi Atasi Permasalahan Inflasi dan Stunting di Daerah

Ia juga menegaskan DPR RI akan tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap Bank Indonesia, termasuk terhadap kebijakan yang diambil oleh Gubernur BI yang baru. Meski demikian, pengawasan tersebut dilakukan dengan tetap menghormati independensi BI sebagai bank sentral.

“DPR akan terus mengawal kebijakan moneter, tetapi tetap menghormati independensi Bank Indonesia sesuai amanat undang-undang,” ujarnya.

Cucun berharap kepemimpinan baru di Bank Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional serta memberikan kepastian bagi dunia usaha dan masyarakat luas. “Kuncinya adalah kepercayaan. Jika diberi ruang untuk bekerja, saya yakin Gubernur BI yang baru dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional,” pungkasnya.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru