bank bjb Bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan Hadirkan Program Ekosistem Keuangan Inklusif Digital berbasis Artificial Intelligence

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 7 Agustus 2024 - 01:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – Di era digital saat ini, kehadiran ekosistem keuangan inklusif termasuk melalui pendekatan artificial intelligence (AI) semakin diperlukan untuk terus memperluas program inklusi keuangan. Dengan perkembangan teknologi telah membuka peluang besar untuk mengatasi tantangan ini, terutama dengan adopsi teknologi AI dalam sektor keuangan. Bahkan riset dari McKinsey & Company menunjukkan bahwa AI dapat meningkatkan efisiensi operasional hingga 30% dan mengurangi biaya hingga 20% di sektor perbankan.

Sebagai catatan, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan indeks literasi keuangan penduduk Indonesia sebesar 65,43 persen, sementara indeks inklusi keuangan sebesar 75,02 persen. Hasil SNLIK tahun 2024 menunjukkan segmen penduduk yang memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang lebih rendah dibandingkan tingkat nasional sehingga perlu semakin menggiatkan kegiatan literasi dan inklusi keuangan.

bank bjb, telah mengambil langkah proaktif dalam mendukung inklusi keuangan digital. Melalui berbagai inisiatif, bank bjb berkomitmen untuk mendukung generasi milenial agar lebih melek keuangan dan memahami pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini.

Salah satu langkah konkret adalah berkolaborasi dengan SMK Negeri 4 Kota Bandung, bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan PT Curaweda Palagan Innotech, meluncurkan Program Ekosistem Keuangan Inklusif Digital berbasis AI yang dilaksanakan di SMK Negeri 4 Kota Bandung, Selasa, 6 Agustus 2024. Program ini mencakup pembukaan rekening tabungan pelajar untuk 2.000 siswa, pembagian kartu ATM, serta pengenalan layanan perbankan berbasis AI.

Turut hadir Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Imansyah, Plh. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat M. Ade Afriandi, Direktur Konsumer & Ritel bank bjb Yusuf Saadudin, Kepala SMK Negeri 4 Bandung Agus Setiawan serta para tamu undangan dari berbagai pihak. Acara diisi dengan serangkaian kegiatan seperti paparan, penampilan tari, dan penyerahan simbolis kartu ATM.

Baca Juga :  Pemkot Bandung dan Komisi X DPR RI Bahas Evaluasi Zonasi PPDB, Kurikulum Merdeka, dan Ujian Nasional

Acara tersebut, juga diisi berbagai kegiatan seperti berkeliling sekolah untuk melihat langsung implementasi agen Laku Pandai bjb BiSA, peluncuran produk Hydro4 (air mineral), dan penggunaan QRIS di kantin sekolah. Dalam acara, OJK Provinsi Jawa Barat juga turut memberikan materi sosialisasi mengenai pengenalan OJK dan waspada kejahatan keuangan ilegal seperti pinjaman ilegal hingga investasi bodong. bank bjb juga memberikan materi tentang budaya menabung, yang diharapkan dapat membangun kesadaran finansial di kalangan siswa.

“Kami ingin memastikan bahwa para siswa sudah memiliki dasar yang kuat dalam mengelola keuangan pribadi mereka sejak dini,” ujar Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb Yusuf Saadudin.

Dalam program ini, SMK Negeri 4 Bandung berkolaborasi dengan bank bjb serta PT Curaweda Palagan Innotech memperkenalkan aplikasi presensi digital dengan teknologi face detector, yang akan digunakan oleh seluruh siswa dan guru di SMK Negeri 4 Bandung. Hal ini tidak hanya memudahkan administrasi tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada para siswa tentang manfaat teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan penerapan teknologi AI, kami berharap bisa menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih modern dan efisien,” tambah Yusuf.

Selain itu, sebagai bagian dari upaya untuk mendukung inklusi keuangan, bank bjb juga menghadirkan mobil edukasi yang berfungsi sebagai sarana untuk memberikan edukasi keuangan kepada para pelajar. Program “DIGI Goes to School” yang juga turut dihadirkan, memungkinkan para siswa melakukan transaksi menggunakan QRIS di kantin dan koperasi sekolah. Inisiatif ini bertujuan untuk membiasakan para siswa dengan konsep cashless society.

Baca Juga :  Forum Parlemen 2009-2014 dukung politik bongkar tuntas ala Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM)Tapi Tak Hanya Sekedar Konten di Media Sosial.

“Kami ingin siswa-siswa ini tidak hanya tahu tentang teori keuangan tetapi juga bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Yusuf.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, sekolah juga dapat menjadi agen Laku Pandai bjb BiSA, yang memungkinkan mereka untuk memberikan layanan transaksi perbankan kepada masyarakat sekitar. bank bjb menyediakan pelatihan dan edukasi kepada pihak sekolah untuk mengoptimalkan layanan ini. Berbagai inisiatif tersebut merupakan langkah konkret bank bjb untuk mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat dan meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar.

Dengan berbagai inisiatif ini, diharapkan para siswa SMK Negeri 4 Kota Bandung dapat lebih memahami dan mengaplikasikan konsep keuangan yang inklusif dan modern. bank bjb berharap program ini dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam mengimplementasikan teknologi dan edukasi keuangan.

Ditambahkan Yusuf, bank bjb berkomitmen untuk terus mendukung program-program inklusi keuangan dan edukasi berbasis teknologi. bank bjb percaya, bahwa literasi keuangan yang baik akan membawa dampak positif jangka panjang bagi generasi muda dan masyarakat luas.

Melalui program Ekosistem Keuangan Inklusif Digital ini memberi pesan bagaimana kolaborasi antara lembaga pendidikan, perbankan, dan otoritas keuangan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung inklusi keuangan digital.

Dengan adopsi teknologi AI dan program edukasi yang komprehensif, bank bjb berharap dapat membangun generasi milenial yang lebih melek keuangan dan siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan.

“Kami yakin, acara dan kolaborasi seperti Ini merupakan bagian investasi kami untuk masa depan yang lebih baik,” pungkas Yusuf.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pegadaian Jabar dan MES Perkuat Sinergi Dorong Inklusi Keuangan Syariah serta UMKM
Tiga Penumpang Alphard yang Berselisih dengan Satpam di Bundaran HI Ternyata Personel Polda Jabar
Murid Indonesia Raih 4 Medali Perunggu di International Mathematical Olympiad (IMO) 2026
ASEAN Sepakati Rencana Kerja Pendidikan 2026–2030, AI dan STEM Jadi Prioritas
DP3AKB Jawa Barat Dampingi Saksi Korban TPPO Asal Jabar dalam Persidangan di Maumere
SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Resmi Dibuka, Pendaftaran hingga 27 Juli
Hari Anak Nasional 2026, Hj. Siti Muntamah Ajak Wujudkan Jawa Barat Ramah Anak Lewat Ketahanan Keluarga
Pegadaian Kanwil X Jabar Salurkan 100 Paket Sembako dan Edukasi Literasi Digital bagi Lansia di Indramayu

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 17:31 WIB

Pegadaian Jabar dan MES Perkuat Sinergi Dorong Inklusi Keuangan Syariah serta UMKM

Senin, 27 Juli 2026 - 07:23 WIB

Tiga Penumpang Alphard yang Berselisih dengan Satpam di Bundaran HI Ternyata Personel Polda Jabar

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:47 WIB

Murid Indonesia Raih 4 Medali Perunggu di International Mathematical Olympiad (IMO) 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:03 WIB

ASEAN Sepakati Rencana Kerja Pendidikan 2026–2030, AI dan STEM Jadi Prioritas

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:12 WIB

DP3AKB Jawa Barat Dampingi Saksi Korban TPPO Asal Jabar dalam Persidangan di Maumere

Berita Terbaru