KDM di Milad 120 Ponpes Suryalaya: Islam Harus Inklusif dan Nyata

- Jurnalis

Minggu, 7 September 2025 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pondok Pesantren (Ponpes) Suryalaya di Kabupaten Tasikmalaya merayakan Milad ke-120 pada Jumat (5/9/2025). Puncak peringatan ini dihadiri ribuan jamaah, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari berbagai negara, termasuk Malaysia dan Singapura.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), turut hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi peran Ponpes Suryalaya yang selama lebih dari satu abad konsisten membina umat dan mengembangkan nilai-nilai keislaman yang inklusif, meski di tengah derasnya arus perkembangan teknologi.

“Saya pada siang hari ini mengucapkan terima kasih atas kehadiran dari berbagai negara, ada yang dari Malaysia dan Singapura. Ini menunjukkan bahwa ajaran dan kharisma Ponpes Suryalaya telah menembus batas negara,” ujar KDM.

Baca Juga :  Kewenangan Penyuluh Pertanian Akan Ditarik ke Pusat, Fokus Percepat Swasembada Pangan

Sementara itu, Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yaqien, menekankan bahwa peringatan milad bukan sekadar seremonial. Menurutnya, perayaan ini harus dimaknai sebagai momentum memperdalam khidmat terhadap ajaran guru besar Ponpes Suryalaya.

“Pelajaran dari Suryalaya bukan hanya untuk Tasikmalaya dan Jawa Barat, tetapi juga untuk bangsa Indonesia, agama, dan negara. Yang terpenting adalah bagaimana ajaran tersebut diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Cecep.

Untuk mendukung pengembangan pesantren, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen meningkatkan infrastruktur di kawasan Ponpes Suryalaya. Sejumlah program konkret akan dilaksanakan, mulai dari pelebaran akses jalan, perbaikan drainase, penambahan lampu penerangan, hingga penataan fasilitas kebersihan.

Baca Juga :  Jawa Barat "Zero New Stunting" Dalam Upaya Persiapan Masa Emas Indonesia 2045

“Jalan menuju Suryalaya harus lebar, bersih, ada drainase, lampu, dan tempat sampah yang tertata. Karena Lailahaillallah bagi saya juga harus diwujudkan dalam bentuk nyata, termasuk lewat APBD,” tegas KDM.

Ia menambahkan, sikap inklusif dalam beragama merupakan wujud keluasan hati yang selaras dengan nilai keberagaman masyarakat Jawa Barat.

Acara Tasyakur Milad ke-120 Ponpes Suryalaya berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang pesantren dalam mengabdi kepada umat, bangsa, dan negara melalui dakwah, pendidikan, serta pembinaan moral.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026, Target 1.500 Guru Bersertifikat GPK
Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 17:51 WIB

Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting

Senin, 20 April 2026 - 17:47 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026, Target 1.500 Guru Bersertifikat GPK

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Berita Terbaru