Empat Inovasi Kemendikdasmen Tembus Final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Agustus 2025 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Empat inovasi pelayanan publik dari lingkungan Kemendikdasmen berhasil melaju ke babak final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional Tahun 2025. Pencapaian ini menjadi bukti nyata dari komitmen Kemendikdasmen dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan, khususnya di sektor pendidikan dasar dan menengah.

Keempat inovasi tersebut adalah Kareta Sobat dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat, UKBI Adaptif dari Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, SIMFAL dari Balai Besar Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bidang Pertanian, serta Dasbor Verifikasi dan Validasi Anak Tidak Sekolah (ATS). Keberhasilan keempat inovasi ini mencerminkan hasil kerja kolektif seluruh unsur di Kemendikdasmen, serta sinergi yang terbangun dengan ekosistem pendidikan di berbagai daerah.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan masuk ke tahap final kompetisi merupakan bentuk nyata dari semangat perubahan yang selama ini terus digaungkan di dalam kementerian. “Kami sangat mengapresiasi pencapaian ini, yang merupakan bukti nyata dari upaya kolektif kami dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik dan inovatif. Keempat inovasi yang berhasil masuk babak final ini merepresentasikan komitmen kami untuk terus beradaptasi dengan perkembangan organisasi, baik dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan maupun dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital guna menghadirkan pelayanan publik yang relevan dan efektif,” ujar Suharti dalam keterangan resminya.

Baca Juga :  Silfester Matutina Diburu! Jaksa Agung Tak Mau Eksekusi Tertunda Lagi

*Kareta Sobat: Inovasi untuk Layanan Pendidikan yang Terintegrasi dan Menjangkau Pelosok*

Kareta Sobat merupakan inovasi yang dirancang untuk menjangkau wilayah terpencil dengan membawa layanan pendidikan yang terintegrasi untuk siswa, guru, dan masyarakat, menggunakan kendaraan mobil pendidikan. UKBI Adaptif menawarkan pendekatan baru dalam mengukur kemahiran berbahasa Indonesia secara lisan maupun tulis melalui sistem digital berbasis teknologi adaptif, sehingga lebih efisien dan personal.

Sementara itu, SIMFAL telah dikembangkan sejak 2017 sebagai sistem pendukung pelatihan vokasi di bidang pertanian, dengan pendekatan paperless dan integrasi teknologi komunikasi yang memudahkan interaksi antara pengguna dan sistem. Inovasi terakhir, Dasbor ATS, memanfaatkan data dari sistem Dapodik dan EMIS untuk memetakan anak tidak sekolah secara akurat dan real-time, sehingga memudahkan pemerintah dalam merancang kebijakan intervensi pendidikan yang tepat sasaran dan hemat biaya.

Baca Juga :  Kabar Gembira Bagi Petani RI, Arahan Prabowo Distribusi Pupuk Langsung ke Petani

*Tentang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional*

Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional yang diselenggarakan setiap tahun ini diikuti oleh ribuan inovasi dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta BUMN dan BUMD. Tahun ini, sebanyak 2.378 proposal inovasi masuk dalam sembilan kategori yang dikompetisikan. Setelah melalui serangkaian tahapan penilaian yang ketat, meliputi aspek dampak, kebaruan, keberlanjutan, dan potensi replikasi, hanya sebagian kecil yang dinyatakan layak melaju ke babak final—dan empat di antaranya berasal dari Kemendikdasmen.

Suharti menambahkan, keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran Kemendikdasmen untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat pendidikan. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk senantiasa terlibat aktif dalam mendukung peningkatan kualitas layanan publik di sektor pendidikan.

Para finalis akan memasuki tahap akhir berupa penilaian publik melalui partisipasi masyarakat pengguna layanan. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada bulan Agustus 2025. Kemendikdasmen pun optimistis bahwa langkah inovatif ini akan membuahkan hasil terbaik bagi pendidikan Indonesia.

 

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026, Target 1.500 Guru Bersertifikat GPK
Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 17:51 WIB

Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting

Senin, 20 April 2026 - 17:47 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026, Target 1.500 Guru Bersertifikat GPK

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Berita Terbaru